
Setelah berkeliling, kami kembali ke villa. Mas Gaga sedang mandi, aku mengendap kembali ke pesisir pantai berbaur dengan anak anak di pinggir pantai.
Mengenakan baju renang dan membawa kantong plastik, tidak lupa aku membawa sosis dan air mineral.
Satu kantong perlengkapan, satu kantong kosong. Aku keluar dari villa dengan aman. Mbak Lusi dan para bapak sedang melaksanakan sholat sepertinya.
Aku duduk di tengah anak anak yang sedang mencari batu karang.
"Tante, ikut cari batu karangnya ya.." izinku kepada anak anak, agar mereka tidak segan denganku. Mereka saling menatap satu sama lain dan tersenyum.
"Iya, Tan.. Aku sudah dapat banyak Loch ,Tan." Celoteh seorang anak perempuan yang berambut ikal berwajah bulat dan berkulit putih. Dengan baju renang yang lucu berwarna biru menyatu dengan air pantai.
"Aku juga sudah dapat banyak, aku dapat kelomang Loch." Timpal anak lelaki yang berkulit sedikit gelap dengan ekspresi wajah lucu dan bangga.
"Wah.. hebat dong. Tante lihat dong kelomangnya."
Dengan antusias dia memperlihatkan kelomang padaku. Kelomang kecil dengan cangkang kecoklatan yang lucu.
"Wah.. cantiknya.." pujiku.
"Makasih, Tante." Ucapnya dengan rona malu.
"Tante, itu ada adik bayi ya." Tunjuknya pada perutku.
"Ah, iya sayang. Ini adik bayi tapi masih di dalam belum lahir." Jawabku.
"Hmmm.. Adik bayi mau kelomang ini?. Ini aku kasih sebagai hadiah, ya. Nanti kalau sudah lahir, kita bertemu ya" Ucapnya sambil menyodorkan kelomang ke depan perutku.
"Wah, benar ini buat adik bayi, kakak?." Tanyaku menerima kelomangnya.
"Iya, Tante." Dia memalingkan wajahnya malu. Aku yakin, dia memiliki sedikit sikap Edward. Perhatian tapi angkuh. Gemasnya.
"Tapi nanti kamu gak ada lagi dong kelomangnya." Godaku.
"Aku bisa cari lagi, Tan. Aku sudah besar, ini untuk adik bayi saja." Ucapnya tegas.
__ADS_1
"Terimakasih, Kakak. Semoga kita bisa berjumpa lagi ya nanti, saat adik bayi lahir." Ucapku. Dia mengangguk semangat.
Anak anak yang menemaniku sudah kembali ke villa mereka. Anak lelaki yang menjagaku pun sudah kembali dengan pengasuhnya. Kini aku sibuk mengumpulkan batu kerang dan sesekali menyelam sedikit agak ketengah laut.
"Yeaaaahhh.. aku dapat." Aku mengangkat girang bintang laut yang ku dapat. Akhirnya tercapai keinginanku mendapatkan bintang laut dengan tanganku sendiri.
"Wah hebat ya... Sudah dapat bintang lautnya."
Aku di kagetkan suara Mas Gaga di belakangku. Dengan tangan berlipat di dada, matanya yang menatap tajam kepadaku membuat dingin terasa di sekujur tubuhku.
"Ah.. Mas. Sudah dingin, aku mau mandi dulu ya." Ucapku menghindarinya.
"Oh ya, masa sudah dingin.. Belum sampai tengah laut Loch." Ucapnya ketus.
Aku tersenyum lebar.. Bangkit dan memeluk Mas Gaga dengan manja.
"Mas,, tau gak.. tadi ada anak laki laki yang memberikan kelomang untuk anak bayi kita. Sepertinya dia memiliki pesona luar biasa ya, Mas. Padahal belum lahir, tapi sudah memikat anak laki laki yang lucu menggemaskan." Ceritaku.
"Iya dong, diakan anak kita. Adiknya Edward." Ucap Mas Gaga.
"Lucu ya kelomangnya, warnanya cantik." Ucap Mas Gaga.
Dalam hatiku sudah lega, sepertinya suamiku sudah tidak marah. Hehe
"Tapi, jangan mentang mentang ada hadiah dari anak lelaki kecil itu. Kamu pikir aku lupa sama kamu yang kabur dari vila tanpa ijin, sayang." Nada bicaranya kembali tegas.
Ah.. ternyata masih ada sesi berikutnya. Aku menghela nafas.
"Mas.. aku cuma main sebentar." Rengek ku.
"Sebentar.. kamu tahu ini sudah jam berapa?." Mas Gaga mengangkat daguku dengan telunjuknya.
"Gak tau, Mas." Aku tersenyum manis dengan mengedipkan sebelah mataku dengan genit.
"Sudah dua jam kali mencari kamu, hampir saja aku meminta tim penjaga mencarimu. Ternyata Mommynya anak anakku ini nakal, dia malah main di bawah jembatan." Cubitnya pada hidungku.
__ADS_1
"Maaf, Mas.. aku keasikan cari kerang, batu karang, aku dapat rumput laut, baby crab dan bintang laut." Ucapku menunjukan semua yang ku dapat dengan bangga.
"Lagi pula, untuk apa ke pantai tanpa berenang, bukan?. Kasian Edward sudah memilih kan tempat yang luar biasa indah ini tanpa di nikmati." Bujukku dengan nada merayu.
"Tapi tidak untuk pergi diam diam. Kamu tau kalau Edward sampai tau kamu berbuat seperti ini." Perkataan Mas Gaga membuatku mengingat ekspresi Edward jika cemas sehingga marah kepadaku.
"Mas belum bilang Edward kan?" Tanyaku. Aku cemas saat mengingat Edward tau aku berbuat seperti ini dan akan bergegas kesini.
"Kalau aku sudah bilang sama Edward, kamu tau kan bukan hanya aku yang ada di sini. Melainkan tim Basarnas dan mungkin para wartawan." Ucapnya.
"Ya Allah, Mas. Untung aja belum kamu kabarin Edward." Aku mengusap dadaku lega.
"Untung kenapa, aku yang pusing mencari mu kesana kesini. Kalau bukan memikirkan Edward yang sudah pusing dengan masalah perusahaan, aku sudah sengaja mengabari Edward. Karna cuma dia yang kamu takuti di banding aku." Ucapnya kesal.
"Maaf, Mas. Maaf..." Aku memeluk dan mencium pipi Mas Gaga.
Ah memang benar, anakku ini pengertian semua. Saat Daddy-nya merajuk, dia menunjukan kepiawaian merayu.
Gerakan menonjol di perutku terasa oleh Mas Gaga, dia tersenyum dan mengusap perutku.
"Baiklah, sayang.. Daddy kalah, Daddy tidak marah lagi. Lain kali kalau mau apapun kemanapun harus ijin ya, Nak. Daddy temani cari batu karangnya, ya. Nanti kita simpan di aquarium di rumah, oke." Mas Gaga mengecup perutku, akhirnya adik Edward ini tenang. Gerakannya membuat perutku sedikit sakit.
Tapi aku tertolong dari amarah suamiku lagi. Hihihi..
Kami mencari bebatuan di bawah jembatan, sedikit gelap tapi banyak bintang laut dan kerang yang cantik.
Tak terasa senja mulai menyingsing, Mas Gaga mengajakku keluar dari air.
Kami duduk di tepi pantai, menikmati teh hangat dan cemilan hangat. Menatap senja yang indah di kejauhan. Cantik sekali.
Mengambil potret dengan siluet senja yang indah di tepi pantai. Membuat perasaan tentram, seakan masalah yang baru kami lalui dan selesaikan terasa tidak pernah terjadi.
Memang keindahan bisa menghilangkan segala kegundahan. Terimakasih ya Allah, Engkau selalu memberikan keindahan di balik setiap keburukan dan Engkau selalu memberi kemudahan di balik kesulitan. Semoga semua berjalan baik, tanpa masalah besar dan semua kembali normal mulai hari ini. Di momen ini, aku menyelipkan doa untuk putra dan anakku di dalam rahimku. Semoga selalu beruntung dan mudah dalam menjalani setiap masalah dalam kehidupan. Di berkahi kebahagiaan dan kesuksesan. Aamiin.
Aku ingin kembali kesini saat anakku lahir nanti, kami akan kesini bersama sama.
__ADS_1