DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
MALAM PANJANG


__ADS_3

Bella merasa risih.


Seakan gerak geriknya di perhatikan seseorang.


Bella yang sedang duduk di sudut ruangan.


Pesta yang begitu ramai, tapi sepi untuk dirinya.


Reza berbaur dengan teman serta kolega bisnisnya.


Sisi dan Glen entah kemana.


Bagai anak Itik kehilangan induk


Bella mendesah, ingin hati bangkit lalu pergi keluar gedung tersebut. Tapi beberapa kali niatnya di urungkan.


Mama Syarina dan papa Abraham entah dimana.


Reza pun tak terlihat batang hidungnya.


Yang nampak hanya pengunjung lautan pesta yang mewah.


Dari pakaian serba branded, aksesoris serba mewah. Make up dengan tatanan rambut yang beragam.


Kalau di desa gw, ini yang kondangan udah kaya yang nikah.. dari ujung ke ujung waw semua.


Dilirik jam tangan mungilnya.


22.20

__ADS_1


Gila gw dari tadi sendirian.. terus buat apa gw di bawa kalau dia gak ada disini..


Bella bangkit dan pergi meninggalkan gedung pesta.


Persetan sopan gak sopan.. dia aja gak ada yang sopan sama gw..


Bella menghentikan Taxi dan melaju menuju terminal bus. Ya pernikahan yang mereka hadiri ada di luar kota.


Sisi sesekali mengajak Glen kembali ke meja tempat dia meninggalkan Bella.


Tapi selalu di hentikan dengan sapaan dari tamu yang hadir.


Sisi merasa risau karna telah lama meninggalkan Bella.


Reza pun sedang berada dalam kerumunan orang yang berkuasa. Entah kapan bisa melepaskan diri.


Reza mencoba mencari kesempatan untuk keluar dari kerumunan.


Mama Syarina dan papa Abraham sedang istirahat di kamar tamu yang di sediakan khusus untuk para undangan.


"Apa Bella nyaman Mah di tinggal disana..? " Papa Abraham sedikit khawatir.


"Kan ada Reza sama temannya juga Pah.. biarlah dia ikut berbaur.. kan bagus juga.." Mama Syarina yang sedang mencuci wajahnya.


Mama Syarina melirik suaminya.


Dia tau Papa orang yang perhatian dan penuh kasih.


"Tadi aku sudah bilang sama Reza, kalau Bella gak nyaman ajak aja istrihat di kamar.." menghampiri suaminya di balkon dan menepuk bahu Papa yang sedang menatap kerumunan orang di pesta. Papa mengangguk.

__ADS_1


"Ya udah Papa bersihkan diri, kita istirahat aja dlu.." pinta Mama dan di anggukan Papa.


Tuan rumah sungguh dermawan.


Setiap tamu undangan yang hadir dalam pesta pernikahan anaknya. Di berikan layanan VVIP.


Di sediakan kamar istirahat serta cemilan malam.


Sepanjang jalan hanya air mata yang tak henti menetes.


Nelangsa..


Berharap ayahnya menatapnya dengan perasaan rindu, malah di tatapnya dengan perasaan tak suka.


*Ya gimana mau suka sama gw.. Mama gw aja dia tinggal.. apa yang gw harap dari dia yang udah di buang gw..


Maaah.. mama udah liatkan.. dia gak suka sama Bella.. Dari Bella datang dia terus menatap Bella dengan tatapan gak suka mah..


udah cukup ya mah.. Bella udh tau dia ayah Bella, jadi gak perlu dia tau Bella anaknya kan mah.. Dia udh punya keluarga yang harmonis, anak yang cantik ganteng dan pinter mah..


Bella cukup punya mama..


Bella gak sanggup kalau harus berharap lebih mah.. Bella mohon mama dengarkan ucapan Bella mah*..


Berkecamuk rasa kecewa yang malam ini di alami Bella.


Di tinggal kekasihnya.


Di tinggal sahabatnya.

__ADS_1


Di tatap dengan rasa tak suka dari ayah kandung yang dia cari.


Apa yang harus gw lakuin abis ini.. Cukup sadar gw dengan kondisi kali ini. Gw bukan dari kalangan mereka.. Rasanya gw gak pengen lagi ketemu mereka..


__ADS_2