DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
WARTEG


__ADS_3

Bella melangkah dengan senang.


Masuk ke sebuah rumah makan yang ada di pinggir jalan.


Warung yang terlihat sedikit ramai pengunjung.


"Mbak mau rawon, perkedel sama ikan teri yang itu pake kacang ya." tunjuk Bella kesetiap menu yang ada di etalase.


Dengan wajah berbinar Bella duduk di depan etalase seperti yang lainnya.


"Teh manis dingin ya mbak." Bella menerima makanannya.


Reza yang hanya bisa melihat dengan kaget, kagum dan segala macam rasa. Dia baru pertama kali masuk warung nasi seperti ini.


Dengan tulisan WARTEG BERKAH.


Bella asik memakan makanannya, sampai lupa orang yang di sampingnya hanya berdiri diam.


"Za, ngapain bengong." dengan mulut penuh sambil mengunyah.


Reza tersenyum kaku.


"Duduk sini, mau makan apa ?" Bella menepuk bangku di sebelahnya duduk.


Reza duduk dan menggelengkan kepalanya.


"Emang kenyang tadi makan sushi ?" tanya Bella yang terus sambil mengunyah dengan lahap makanannya.


Reza dalam keadaan syok. Cuma diam dan melirik kanan kiri.


Bapak bapak makan dengan di angkat kaki sebelah. Ada juga yang sedang colok gigi.


Di tambah ada yang minum sambil kumur kumur. Membuat Reza mual.


Reza menutupi mulutnya.


Reza berusaha mengalihkan pandangan hanya fokus pada Bella.

__ADS_1


Bella yang santai memakan makanan dengan lahap. Tanpa sadar dengan sekitarnya.


Bunyi sendawa.


Atau bahkan bau keringat menyengat hidung.


Gila ini cewek kenapa slow banget.Udah terbiasa atau udah mati rasa.


Reza berharap Bella cepat selesai makan. Ingin rasanya Reza menarik Bella keluar segera.


Pyuh...


Akhirnya Bella selesai.


Bella lega dengan perut kenyang.


Reza lega juga dengan nafas panjang.


"Kenapa kamu Za ?" Bella melihat Reza berkeringat dan membuang nafas panjang.


"Lain kali di bungkus aja kalau mau makan di tempat kaya gitu ya.. atau cari yang lesehan aja lebih bersih." pinta Reza.


Bella hanya mengangkat alisnya dan mengangguk. Bella tau dari tadi Reza gak nyaman. Tapi Bella ingin Reza tau inilah dia dan dunianya.


"Terimakasih 2 hari ini benar benar kita habiskan bersama Za.." ucap Bella.


" ya sayang, karna nanti aku harus kerja dan mungkin akan lama lagi dapat libur.." genggaman tangan Bella.


" udah kamu nyetir aja.." Bella melepas genggaman tangannya.


"kamu nanti langsung pulang Za ?" Bella tampak sedih melepas Reza.


karna Bella dan Reza menjalani hidup dengan rumah masing masing. Reza mengangguk.


Bella menunduk dan memalingkan wajahnya ke jendela mobil.


"nanti aku mampir dulu sebentar sayang, kan mau liat isi buku mama kamu.." bujuk Reza.

__ADS_1


Walaupun Reza berkata begitu. Hati Bella tetap merasa hampa.


"kamu sabar ya sayang, semoga masalahku selesai secepatnya.." ucap kepala Bella.


Reza sedih melihat Bella yang harus di tinggalkan oleh nya.


Karna mereka harus menjalani kehidupan normal kembali setelah sampai di Jakarta.


Pernikahan ini belum normal untuk mereka.


Reza terbelenggu dengan pertunangannya sedangkan Bella masih memiliki misinya.


Ya menemukan ayah kandungnya.


Mereka masih jauh untuk hidup bersama layaknya pasangan suami istri.


Atau layaknya pasangan kekasih.


Karna perbedaan antara mereka yang sangat jauh.


Bella harus menjaga hatinya dari rasa cemburu ketika mendengar suaminya bersama wanita lain. Dan malah di larang marah jika bertemu tanpa di sapa.


Begitupun sebaliknya.


Hubungan mereka hanya mereka yang merasakan.


Tanpa pengakuan dan tanpa perhatian di depan yang lain.


Lebih pahitnya hubungan mereka hanya hubungan kamar.


Bertemu di kamar dan berpisah di kamar.


*Gimana kelanjutannya ya...


Reza dan Bella akan bersama atau berakhir ?


Entahlah..

__ADS_1


__ADS_2