DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
SAKIT HATI


__ADS_3

Walau Bella mencoba menutupi.


Tapi Glen mengerti.


Dia sangat mengenal siapa itu Surya Hartanto.


Penyelidikan dilanjutkan oleh Glen tanpa pengetahuan siapapun.


Glen tidak ingin kejadian apapun menimpa pada keluarganya. Keluarga Reza yang sudah membesarkannya dan Bella.


Reza sadar.


Perlahan membuka matanya.


Mama Syarina menatap penuh harap dan cemas. Berharap setelah membuka mata tak akan ada masalah lainnya.


Reza membuka menutup matanya perlahan.


Papa Abraham memanggil dokter yang bertanggung jawab tak lupa Glen dan Bella.


Bella yang ada di atas kursi roda di dorong Glen sangat berharap kesadaran Reza.


"Maaa..." lirih Reza melirik Mama Syarina.


Tangisan Mama meledak, tangisan haru dan bahagia.


Mengangguk anggukan kepalanya.


"Paaah..." Reza melirik papanya.


Melihat Reza sedikit berusaha merubah posisi kepalanya sungguh menyakitkan hati.


"Glen.. Bella.." Reza kaget ada rona khawatir di wajahnya menatap Bella yang duduk di kursi rodanya.


"Aku disini Za, kamu tenang aja aku gak apa-apa.." Bella tau yang ada di pikiran Reza.

__ADS_1


Reza mengernyitkan dahinya.


Mama Syarina menyakinkan Reza.


"Bella kecapean sayang tunggu kamu sadar, akhirnya lemas." Mama menoleh ke Bella dan di anggukan semuanya.


Semua bersyukur atas kesadaran Reza.


Pemeriksaan fisik di lakukan oleh dokter setelah Reza sadar.


Bella mulai pulih.


Bella duduk di sisi tempat tidur Reza.


"sayang.. maafin aku ya,, kamu drop gara gara jagain aku ya.." di genggam tangan Bella.


Bella memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya. " kamu jangan banyak berpikir Za, aku kecapean aja.. belakangan ini banyak kerjaan.."


"Yang jaga kamu disini mama dan papa, setiap hari gak berhenti nangis.. kamu cepet pulih sehat lagi ya.." Bella mengusap punggung tangan Reza.


Reza mengecup tangan Bella.


"Kamu awalnya gimana bisa kecelakaan Za.."


Mendengar Bella bertanya tentang kecelakaannya. Reza mengernyitkan dahinya.


"Panggil aku dengan panggilan lain sayang, jangan panggil namaku.. aku suamimu Loch.." manja Reza.


"Aku lagi bertanya serius juga.." memanyunkan bibirnya.


"Aku juga serius, aku gak mau jawab kalau kamu gak panggil namaku dengan panggilan baru.." Tegas Reza.


Bella menarik nafas panjang.


"Baiklah, aku panggil mas boleh?" tatap Bella.

__ADS_1


Reza tersenyum manis sekali.


Dikecup kembali tangan Bella.


Dan mengangguk.


"Aku seneng bgt.. kalau kaya gini kan aku kaya di hargain sama kamu Bell.." wajah berseri Reza membuat merona pipi Bella.


"Apa si akh cuma di panggil mas aja seneng bgt,," Bella memalingkan wajahnya.


"Aku iri denger kamu manggil yang lain mas, kakak, apa lagi ma Sisi kadang kamu manggil dia say.. tapi aku.." Reza memasang wajah sendunya.


Di cubit hidung Reza.


"Udah gak usah manja kamu mas, sekarang jawab pertanyaan aku.."


"pertanyaan apa ya sayang.." Reza sengaja mengalihkan pembicaraannya.


Bella mencubit lengan Reza.


Bangkit meninggalkan Reza.


"Sayang jangan marah, kok gitu aja ngambek.."


Bella menoleh dan memanyunkan bibirnya.


Tawa Reza melihat tingkah Bella yang merajuk.


Bella duduk kembali disisi Reza membawa baki dengan buah.


Di kupas buah dan di suapi Reza dengan teliti.


Mereka sengaja melupakan pertanyaan Bella, Bella tau Reza gak mau bicara dan Bella mengerti hal itu.


***

__ADS_1


Mak kira kira gimana yaaa kok bisa jadi Reza yang kena sasarannya..


Ada Reza udah tau ancaman yang di terima Bella ???


__ADS_2