
"Sungguh indah perjalanan cintaku Pah.."
Davina meneteskan air mata.
"Lalu kenapa Papa meninggalkan Mama Kartika Pah ? dan menikahi Mama."
Papa hanya diam.
Davina menarik tangan Papanya.
"Cukup sampai disitu ya ceritanya. Papa juga akan menyetujui kamu dengan Riko jika dia mampu membuktikan ketulusannya." Papa mengusap kepala Davina dan bangkit.
Davina menahan Papanya.
"Pah, Dav mohon. Ceritakan semuanya." pintanya dengan lirih.
Papa belum bergeming.
"Mungkin akan menyakitkan Pah, untuk Papa dan untukku. Tapi Dav mau tau kenapa bisa Mama masuk dalam hubungan kalian yang begitu harmonis."
Papa menoleh. "Belum saatnya Dav." dengan senyuman.
Davina bersikukuh untuk mengetahui semuanya. "Dav mau sekarang pah, apa Papa mau Dav hidup dalam kebencian saudara Dav sendiri ? Apa salah Dav ? Tapi jika Dav tau salahnya dimana Dav bisa paham dan tidak akan membenci mereka. Apa harus keluarga kita hancur karna kebencian Pah."
Papa menatap Davina dengan wajah iba.
Aku tak ingin kamu membenci Mamamu nanti nak.
"Pah, Dav mohon." lirihnya.
__ADS_1
Papa kembali duduk di sisinya.
"Apapun yang papa sampaikan adalah masa lalu nak, kamu jangan sampai berlarut dalam masa lalu yang kamu tidak lalui."
"Seperti Papa ? Yang memendam kesedihan dan penyesalan di masa lalu ?" pertanyaan Davina membuat wajah Papanya terlihat murung.
Memang benar aku selalu menyesali semua yang terjadi di masa lalu.
Kesunyian kembali menjadi teman mereka.
Tring...
Papa bangkit mengambil ponselnya.
"Papa tinggal dulu ya, nanti lanjut ceritanya lagi ya."
akhirnya ada kesempatan menghindar.
Seakan Davina tau isi hati papanya.
Papa tersenyum dan menggeleng.
"nanti papa sambung ya."
Papa pergi meninggalkan Davina di taman.
Argh kenapa si harus saat ini tuh ponsel berbunyi. Kenapa gak nanti aja. Ganggu tau.
***
__ADS_1
Reza mendekap Bella.
Mengecup kepalanya.
"Kamu kenapa sayang, kok tiba tiba jadi ganas gitu sama Davina. Apa ada masalah yang aku gak tau ?" Mengelus kepala Bella.
"Aku belum sempet cerita sama kamu mas. lusa yang lalu, aku ke makam Mama. Terus ketemu Tante yang bilang sahabat Papa."
"Tante ? Siapa namanya ?" memainkan rambut Bella.
"Sarah."
Reza diam. Karna memang dia tidak pernah mendengar mamanya ceritakan tentang Tante Sarah. Karna mama Syarina ada sahabat dari Mama Kartika.
"hmm, coba kamu cerita dia bilang apa aja."
"Tante Sarah bilang, memang Papa yang selingkuh dan mencintai Tante Melati. Saat itu Tante Melati seorang model. Papa mengejar-ngejar Tante Melati sampai keluar negri. Dan memang keinginan papa menikah dengan Mama hanya untuk hartanya gitu."
"Dan malah Papa pernah berusaha untuk mengugurkan kandungan Mama."
Masalah kandungan Reza pernah dengar. Tapi bukan Papa Surya yang ingin kandungan itu hilang. Tapi mama Melati.
Sebabnya pun Reza tak tau. Hanya mama Syarina dan Papa Surya yang saat ini tau alasannya.
"Saat itu Mama mengandungku mas. Tega sekali Papa mau membunuhku yang belum lahir." Bella menangis dalam lutut Reza. Dengan menunduk tersendu sendu.
Reza memeluk dan menciumi kepala Bella.
"Sudah sayang, itu baru dari satu arah kamu dengar. Coba dengarkan kata Papa Surya dan Mama Syarina. Coba juga tanya Tante Rina. Gak ada salahnya kita mencari kebenaran."
__ADS_1
"Kamu jangan memakan satu makanan sekaligus sayang, coba kamu cari dulu asal muasal makanan itu, resep dan bahannya apa. Agar kamu bisa tau yang mana yang harus kamu makan dan kamu hindari."
"Mas percaya kamu bisa memilih yang terbaik." di kecup pucuk kepala Bella.