
Akhirnya Reza bisa melepaskan diri dari kerumunan massa.
Gw harus cepet ke Bella.. udah berapa lama gw tinggal..
Reza bergegas menuju tempat dia meninggalkan Bella.
Di tatapnya kursi bukan orang yang dia cari.
Seakan keadaan semakin rumit.
Pesta dansa sudah mulai.
Berlarian Reza mencari Bella.
kemana dia? Apa sama Sisi dan Glen ? Apa sama mama ?
Di tekan layar di ponselnya.
Akh shiit gak aktif..
"Za..."
Reza menoleh arah suara.
Glen
Ditatapnya hanya Glen dan Sisi.
Dimana Bella ?
"Bella mana ?" Sisi langsung bertanya kepada Reza.
"Akh sial.. gw pikir dia sama kalian.. gw kejebak sama kolega bisnis di sana.." Reza menggaruk kepalanya.
Sisi dan Glen saling bertatapan.
"Sorry tadi niat gw cari cemilan.. karna rame bgt gw ajak Glen buat temenin gw.. gw tinggal Bella di meja kita duduk tadi.."
Sisi menatap Glen dengan raut kesal.
"Terus si Glen malah asik ngobrol disana.."
__ADS_1
"Trus Lo ikut ngobrol juga gtu.." tatapan Reza seolah mengejek Sisi.
Glen tau kondisi saat ini kurang baik.
Melihat kedua temannya saling bertatap tajam.
"Udah udah percuma Lo pada ribut disini.. udah Lo telpon Za ?"
"Udah.. tapi gak aktif.." Reza pasrah.
"Udah tanya Om sama Tante?" Sisi langsung mengingat kalau sebelum dia pergi ada Om dan Tante Abraham disana.
Reza hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah gw coba telpon ya.." Glen meraih ponselnya.
Tut..Tut..
"Ya Glen.. ada apa sayang.."
"Tante ada liat Bella gak ?"
"Lah Bella kan disana, Tante di kamar sama Om.. Bella duduk di kursi tempat kita tadi.." Suara panik Mama Syarina di ujung telepon.
Mengangkat kepalanya seakan bertanya "kenapa".
"Anak anak cari Bella katanya Pah.. Bella gak ada di kursinya.."
"Mungkin ke kamar mandi Glen, coba di telpon."
Mendengar kedua orangtuanya cemas.
Reza langsung meraih ponsel Glen.
"Iya mah, mama sama papa istirahat aja.. aku cari Bella ke kamar mandi dulu ya.. aku juga lagi telpon dia.. mama gak usah khawatir."
Mereka bergegas berpencar mencari Bella.
Bukan pikiran Reza yang melayang.
Melainkan pikiran Glen dan Sisi pun ikut kacau.
__ADS_1
Di dunia bisnis bukan hal tabu untuk main wanita. Segala kemungkinan melintas di pikiran Reza dan Glen.
Sesekali mereka bertanya pada waiters yang sedang berlalu lalang.
Tak ada yang melihat Bella.
Nomor Telepon Bella pun tak bisa di hubungi.
*Kemana kamu Bell..
Ini di luar kota..
Bodoh banget gw ninggalin kamu gitu aja*..
Mama dan Papa Abraham pun ikut turun mencari Bella.
Demi menjaga kenyamanan acara yang mereka hadiri.
Mereka mencari Bella dengan jalan masing-masing.
Bella yang sudah tiba di terminal langsung menaiki bus tujuan Jakarta.
Bella tak peduli dengan mereka yang menatap tajam kearahnya.
Melihat seorang gadis berpakaian mewah dengan riasan wajah yang berantakan karna air mata di tengah malam menaiki bus.
Anggap aja seperti pengantin kabur.
Bersandar pada kursi busnya.
Menatap gemerlap bintang di langit yang indah.
Bella memejamkan matanya.
Mencurahkan semua rasa lelah yang dia rasakan.
Berharap ketika bangun nanti rasa lelah dan kecewa akan hilang.
Kecewa ***adalah di saat kita bersandar pada orang yang salah.
Luka yang tak terlupakan di saat setetes darah tak menginginkan badan.
__ADS_1
Malam panjang untuk Bella***...