DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
Keresahan


__ADS_3

Reza pulang dengan kekacauan. Perasaannya kacau, begitu pula dengan Bella. Bella menangis sepanjang malam.


Mereka melanjutkan hari - hari seperti biasa.


Tapi kali ini sedikit berbeda, karna Reza tak pernah tidak absen ngechat Bella.


Triiing ..


"Lagi apa, istirahat mau makan apa ?" Bella membaca pesan di telponnya. Pesan dari Reza yang mulai sering kasih perhatian.


"pengen makan bakso kayanya nanti sama Sisi.. kenapa ?" balas Bella.


triiing..


"Oh.. oke jangan terlalu sering ya makan bakso, gak bagus juga." jawab Reza.


Bella tersenyum, karna semenjak malam itu Reza sedikit berubah. Bella berpikir mungkin Reza juga punya perasaan yang sama.


DI RUANGAN REZA


"lu kenapa senyum sendiri.." senggol Glen sahabat Reza.


"apa si lu.. gw punya cwek eh bukan punya si ya, kenal cwek yang gw suka. Terus sampai sekarang gw belum dapet apa apa." tawa Reza.


"yang bner lu.." penasaran Glen, karna dia tau Reza bukan lelaki cupu dalam asmara. Mereka tertawa bersama.


"kenalin gw donk, mau tau gw kaya gimana tuh cewek sampe seorang Reza puasa." menatap wajah Reza sambil mengangkat alisnya.

__ADS_1


"lu tau gak, dia anggap gw supir bos pemilik ini perusahaan, nah kalau gw ngenalin lu sebagai apa ?" tawa Reza sambil angkat kedua tangannya.


"yakin lu.. " terkejut dan terbahak bahak Glen.


triing...


"maksih ya Za, baksonya udh sampe.. "? pesan dari Bella.


"okey.. semoga suka ya.." balas Reza.


Bella senyum senyum salah tingkah dengan perhatian Reza. Dia dengan senang hati menerima perhatian itu.


"kenapa lu.." angkat alis satu Glen karna penasaran.


"gw lagi maen siasat ni bro." tawa Reza. "Gw mau tau sampai kapan dia bisa bertahan dengan pesona gw." angkat kerah kemejanya.


Hari berhari hati Bella makin lulus dengan perhatian Reza. Bella jadi terbiasa menerima perhatian Reza dengan tulus.


"begitu Si.." Bella selesai bercerita.


"ya kalau gw si ya Bell, Gw udh dewasa. Udah gak zaman main tembak tembakan. Yang penting komitmen aja." tutur Sisi.


"komitmen gimana maksud lu tanpa pernyataan perasaan?" Bella penasaran.


Sisi menyandarkan tubuhnya si sofa milik Bella.


"ya lu tanya aja, dia suka sama lu gak." Sisi mengunyah Snack. " nah kalau dia jawab iya, tinggal lu lanjutin deh komitmen bersama.. mau apa gak dia" mengunyah Snack lagi.." begitu.. masa lu gak paham." jelas Sisi.

__ADS_1


Bella terdiam. Bella bingung memulai percakapan itu dengan Reza gimana. Kalau dia tanya Sisi, pasti Sisi meledek dia.


"akh lu jangan bilang, udah lama gak pacaran ya.." tanya Sisi.


Bella tersenyum malu karna ucapan Sisi.


"ya tinggal lu tanya aja, kalau sama suka mau gak jalanin komitmen bersama.. udah gitu aja" tutur Sisi.


Bella tersenyum dan mengangguk.


Mereka melanjutkan makan makannya.


*triiing...


"bisa ketemu gak besok malam*?" pesan dari Reza. Bella tersenyum.


"okey datang aja Rez.." balas Bella.


"Dia mau datang bsok Si.." ungkap Bella ke Sisi.


"ya udah datang aja, itu kesempatan lu.." bujuk Sisi.


"jangan lupa dandan yang cantik." ledek Sisi.


Bella cuma senyum-senyum sendiri


, pipinya merona merah karna malu di ledek Sisi.

__ADS_1


" jangan lupa juga siapin yang gw kasih ituuu." colek colek Sisi.


" apaan si lu akh.." tawa Bella.


__ADS_2