
Setelah merenung lama, Bella akhirnya memberanikan diri chat Reza.
Triiingg ..
"Za, apa bisa kita bicarakan masalah kita ? soalnya aku gak mau masalah ini berlarut larut." Reza membaca pesan yang tertulis di layar ponselnya.
Reza memberikan ponselnya kepada Glen.
"hah ?" Glen melongo melihat Reza yang tiba-tiba memberikan ponselnya.
"lu baca". Bentak Reza.
Glen membaca pesan singkat tersebut.
" bener, lu harus ketemu dan jelasin semua.." ujar Glen mengangguk anggukan kepalanya.
Reza mendecit.
" gw bukan gak mau Glen, lu coba pikir.. gw mau ngomong apa, dan sekarang lu tau gw lagi di awasi bokap nyokap gw.." gerutu Reza. Dianggukan Glen.
"kenapa Bell.." tanya Sisi.
Melihat Bella yang resah.
"akh gak Si.." Bella menutupinya.
" lu pindah rumah jadi ? " tanya Sisi mengalihkan pembicaraan yang sepertinya Bella enggan.
" udah Si, main yuk kerumah baru gw ntar malam, kita minum minum dikit." ujar Bella.
__ADS_1
Sisi melihat sendu di wajah Bella, dia yakin ada masalah yang di sembunyikan sahabatnya. Sisi menganggukkan ajakan Bella dengan senyuman dan kembali kerja.
*Deg . deg. deg.
" kenapa gak di bales si.." umpat Bella*.
Malam ini pesta kesedihan untuk Bella. Sisi hanya mengikuti kemauan Bella.
Sisi tau Bella sedang dalam masalah dan sedang menutupinya.
Bella belum sempat bicara soal pernikahannya kepada Sisi.
Bella ingin cerita jika kehidupannya sudah normal.
"kenapa Bell, ada masalah ?" pancing Sisi di sela sela Bella mabuk.
" bukan masalah Si, tapi musibah.." Bella menangis sesenggukan.
Sisi menuangkan kembali minuman keras untuk Bella. Dengan sekali tenggak, di habiskan Bella.
"coba cerita sama gw Bell.." pinta Sisi yang sengaja membuat Bella mabuk.
Bella yang sedang menangis tiba tiba tertawa.
" Gw udah nikah Si,, udah hampir satu bulan gw jadi pengantin. Tapi lu tau.." Bella menunjuk Sisi.
" gw di tinggal pas malam pernikahan." Bella tertawa sambil menangis. " pedih Si.." mengeluh lirih Bella.
" gw nikah tanpa sengaja Si, tiba tiba gw di grebek warga. Padahal gw gak ngapa-ngapain.." Bella menjambak rambutnya.
__ADS_1
" gw nikah sama orang yang belum jelas gw kenal, abis nikah dia pergi sampe Sekarang gak ada kabar.." sesenggukan Bella.
" Gw di buang Si, jadi Janda bodong gw Si.." histeris Bella. Sisi memeluk Bella.
Sisi terus menenangkan Bella yang menangis histeris. Dia tau perasaan Bella.
SAKIT HATI, MENYESAL, KECEWA, MARAH, MALU dan semua emosinya.
" gw di tinggal ayah gw dari gw dalam perut Si, ibu gw nikah lagi sama ayah tiri gw." guman Bella.
" kenapa nasib gw sama kaya ibu gw Si.."
Bella menangis dalam pelukan Sisi.
Sisi hanya diam mengelus punggung Bella.
Sisi sengaja diam agar semua yang dirasakan Bella tercurahkan.
Sisi paham, dengan mencurahkan semua isi hati maka hati akan menjadi tenang.
Sisi ikut menangis karna dia tak ingin berpikir hal buruk apa lagi yang akan di hadapi sahabatnya.
"Si.. kalau dia udah punya istri gimana? atau bahkan punya anak.." menengadahkan wajahnya menatap Sisi di pelukannya.
Sisi hanya senyum.
" udah ya sayang, jangan banyak berpikir. Kalau memang begitu ya tinggalin aja.." senyum Sisi membujuk Bella.
" kamu cantik, pinter, tubuhmu sempurna.. banyak yang lebih baik di luar sana.." mengelus kepala Bella.
__ADS_1
Bella hanya menangis dan menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Sisi.