
Tante Rina menemui Bella.
Mereka berbincang di hotel tempat mereka sewa.
Ya karna dia tau, antara Bella dan Tante Rina pasti ada yang mengawasinya.
Rencana mereka susun dengan teliti.
***
Tante Rina membaca file. "Bell, apa kamu kenal semua anak dari ayahmu ?" Tanyanya.
Bella yang tengah sibuk tanda tangan menoleh dan mengangguk.
"Siapa aja ? boleh Tante tau." pinta Tante Rina.
Bella menjawab tanpa menoleh. "Davina."
Tante Rina tertawa."Hanya Davina yang kamu kenal Bell ?" pertanyaan Tante Rina kali ini membuat Bella menghentikan kegiatannya.
Bella menatap Tante Rina mengangkat alisnya.
Tante tersenyum. "Ada satu lagi Bell.. dia adikmu satu ayah beda ibu.. Dia pun tak beda jauh malangnya denganmu.." raut wajahnya tiba tiba menjadi sendu.
Bella menatap Tante dengan penasaran."Siapa lagi Tan?".
"Glen".
__ADS_1
Bella membulatkan matanya.
Apa aku gak salah dengar ?
Siapa ? Glen ?
Tante Rina mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan ke Bella.
Bella menerima dan membacanya.
Betapa terkejutnya Bella ternyata Glen adalah adiknya. Beda ibu satu ayah.
Astaga.. Berapa wanita yang sudah di bohongin oleh Papanya itu.
Tertulis jelas.
Anak dari Ibu Sinta dan ayah Surya Hartanto.
Bella kembali menatap Tante Rina.
"Tan, ini gak bohong kan ?"
Tante menggelengkan kepalanya. "Untuk apa Tante bohong sayang.. waktu melahirkan mbak Sinta itu di bantu Mama mu Bell, dan ada Tante juga disana."
Tante Rina berjalan mendekati Bella.
"Glen terlahir tanpa di lihat Mas Surya sama sekali. Mbak Sinta mengalami syok yang mengakibatkan pendarahan hebat saat melahirkan." Tante Rina mengusap bahu Bella.
__ADS_1
"Di saat Glen lahir, Mbak Sinta meninggal. Mbak Kartika Mama mu saat itu masih menyusui kamu dan akhirnya Glen pun mengisap ASI dari Mbak Kartika."
Tante memberikan foto Glen dan Bella saat itu.
Bella meneteskan air matanya. Betapa pilu hidup Glen, di buang Papa dan harus kehilangan Mamanya.
Tante mengusap air mata Bella.
"Tante waktu itu belum menikah, jadi belum tau cara menjaga anak bayi. Akhirnya Mbak Syarina dan Mas Abraham ayah dari Reza yang membawa pulang Glen. Saat itu Reza usianya sekitar 2 tahun." Tante menyerahkan foto mereka bertiga.
"Tante jadi saksi kala Glen di adopsi oleh mereka. Mbak Syarina memberi asi kepada Glen sebagai tanda menerima Glen dengan setulus hati."
"Kamu harus bersyukur dan lebih kuat. Karna kamu di besarkan oleh Mama mu, sedangkan adikmu Glen dia tidak mengenal Mamanya."
Bella tersendu sendu. "Apa sampai sekarang Glen belum tau siapa orang tuanya Tan ?"
Tante menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Glen sudah tau dia bukan anak kandung keluarga Abraham. Tapi Glen belum tau kalau Papanya adalah Mas Surya."
"Kasian Glen.." lirih Bella mengelus foto Glen saat di taman kanak-kanak.
"Tapi dia tidak kekurangan kasih sayang Bell.. Mbak Syarina dan Mas Abraham sangat menyayangi dia. Begitu pula Reza. Walau kini mereka sudah memberi tahu Glen kebenarannya. Tapi Tante rasa kasih sayang mereka tidak berkurang."
Tante Rina meraih kepala Bella. Disandarkan di bahunya.
"Begitu banyak luka yang Papa berikan bagi kami semua Tan, apa yang dia inginkan sebenarnya. Apa yang dia cari Tan.." Bella menangis terisak.
"Entahlah sayang, Mas Surya terlalu dalam untuk di lihat dengan sepasang mata kita Bell."
__ADS_1