DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
SAMBAR PETIR


__ADS_3

Brak..


"Apa apaan ini semua.. kenapa bisa jadi kaya gini ?" Papa Surya melempar file ke wajah pria separuh baya di hadapannya.


Pria itu mengambil file yang berserakan, di baca perlahan. Ridwan Raga Ayah dari Ferdy Raga.


"Sudah kamu baca hah ? apa itu maksudnya.. Kenapa selama ini aku gak tau masalah perpindahan pewaris resmi. Siapa pewarisnya ?" mengacak ngacak rambutnya.


"Maaf pak, karna selama ini bapak tidak pernah bertanya prosedur pemindahan kepemilikan saham atas nama alm. Ibu Kartika pak." jelas pak Raga.


"Persetan dengan hak waris.. Sekalipun emang masih ada itu anak, tapi dia gak akan bisa jadi pemilik semunya. Selama ini kan aku yang urus." bantah Papa Surya.


"Ya tapi pak, itu lah yang tertulis di surat wasiat dari alm. Bapak Aziz ke padaalm. ibu Kartika.


Disini tertulis.. Jika Bapak Aziz meninggal maka 50% dari sahamnya di berikan kepada ibu Kartika. Dan di surat wasiat ibu Kartika juga tertulis demikian pak. Seluruh aset serta sahamnya di berikan kepada anaknya." jelaskan pak Raga.


brak..


Papa Surya menendang kursi.


"Aku gak mau tau, batalkan akuisisi ini. Lagipula mau cari kemana itu anak, selama ini kan sudah hilang jejaknya. Entah hidup apa mati." ujarnya.


"Maaf pak, selama belum terbukti bahwa alhi waris meninggal maka hak ini tidak bisa di pindahkan." Pak Raga mengingatkan.


"Lantas kenapa ini surat keluar seenaknya hah ? Apa mungkin tuh anak udah nonggol ? Kenapa dia gak mencari ku lebih dulu.." bantah Papa Surya.

__ADS_1


Pak Raga menggelengkan kepalanya.


Papa Surya menekan pelipisnya.


Membalikkan badannya.


"Simpan surat itu, bagaimana pun caranya jangan sampai pemegang saham lain tau. Apa lagi di baca pengacara perusahaan. Kamu paham Raga ?" Papa Surya pergi meninggalkan Pak Raga.


Pak Raga tersenyum sambil merapihkan filenya. "Sampai kapan kamu mau ongkang ongkang kaki di atas keringat istrimu, sudah saatnya kau tau diri Surya."


***


Tante Rina adalah adik angkat Ibu Kartika.


Tante Rina tau kisah cinta dan perjuangan kakaknya selama hidupnya.


Kini Tante Rina tinggal di luar negeri, hidup bersama suami dan anaknya.


Selama ini Tante Rina mencari keberadaan Ibu Kartika dan putrinya.


Setelah meninggalnya ibu Kartika, akses untuk mencari tau Bella menjadi sulit. Karna Bella berpindah pindah tempat sesuai tempat pendidikannya.


Mereka di pertemukan di pesta pertunangan Davina.


Bella yang memiliki wajah mirip dengan ibunya ibu Kartika membuat Tante Rina mencoba mendekatinya.

__ADS_1


Pada akhirnya tercapailah sebuah kesepakatan antar mereka.


INTI GROUP harus kembali menjadi milik Bella.


Tante Rina adalah kunci utama atas wasiat dari alm. kakaknya.


***


"Selamat siang Bapak Surya Hartanto. Sudah lama kita tak berjumpa." Sapaan dengan senyum yang menawan dari Tante Rina.


Papa Surya yang sedang bersandar di kursinya kaget mendengar suara Tante Rina.


Papa Surya mendongak, membulatkan matanya.


Bagai petir di siang hari.


Sungguh awal yang baik atau sebaliknya. Senyum yang terlihat di wajahnya bukan pertanda baik. Walau senyumnya sungguh mempesona tapi terasa menyengat di hati Papa Surya.


Ada apa ?


Kenapa ?


Seakan waktu berhenti di saat suara itu berhenti keluar.


#kira kira apa yang terjadi ya di pertemuan yang mengharukan ini 🤭 sudah bertahun tahun Loch mereka gak ketemu 🤭

__ADS_1


__ADS_2