DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
PERKENALAN


__ADS_3

Hari pernikahan Devina dengan pasangannya Bramantyo berlangsung.


Reza membawa Bella sebagai pasangannya.


Glen juga menghadiri pesta pernikahan Devina bersama Sisi.


Bella nampak anggun mengenakan gaun biru lengan panjang yang memiliki aksen U di bagian bahunya.


Di lengkapi dengan tatanan rambut yang berhias bunga kecil melingkar di bagian sanggulnya.


Reza pun memakai setelan senada dengan Bella nampah serasi.


Diringin sorot mata yang menatap tajam ke arah mereka.


Membuat Bella gemetar.


Karna selama ini Bella tidak pernah hadir dalam pesta pernikahan yang seperti ini.


Dengan di hadiri orang orang yang berpengaruh membuat Bella ingin kembali pulang.


Tangan gemetar di sentuh Reza.


Sentuhan Reza seolah memberikan rasa nyaman dan ketenangan.


Sisi yang nampak sibuk berceloteh dengan Glen.


Ntah sejak kapan mereka saling akrab satu sama lain. Seakan mereka sudah saling mengenal lama.


Perjalanan mereka di hadang oleh orang yang tidak Bella kenal.


Bella kaget.


Bingung.


Apa yang akan dia katakan dan lakukan.


Bella teringat drama yang sering di tontonnya. Tentang penolakan orang yang berkuasa terhadap hubungan anaknya.


Akh bentar lagi gw siap siap di hina, di caci maki.. gw harusnya jangan ikut, bikin susah sendiri..


"Hai sayang, selamat datang.."


cup...


Seorang wanita dewasa mencium pipi Reza di hadapan Bella.

__ADS_1


Seketika wajah Mama Syarina menatap lekat Bella.


Dilirik dari atas hingga bawah tubuh Bella.


Bella merinding menerima tatapan itu.


Jari jari tangan Bella saling mengadu.


Menunduk malu tanpa bisa menatap wajah Mama Syarina di hadapannya.


"Hai Dad, kalian sudah lama sampai."


Reza menyapa Papanya.


"Apa Bella gak apa-apa Glen.." Sisi berbisik kepada Glen.


Glen tersenyum dan mengangguk.


Glen menyapa om dan Tante Abraham.


"Malam Tan, malam om.." Glen memeluk bergantian.


"Hai sayang, siapa dia ?" Mama Syarina melirik Sisi.


"Sisi" Glen canggung.


"Hai Sisi.." memeluk Sisi.


"Siapa kamu dia Glen.. apakah calon ?" goda mama Syarina.


Glen tersenyum kikuk.


Begitu pula Sisi.


Mama Syarina kembali menatap Bella yang sedari tadi menunduk diam.


"please Mom, jangan buat dia takut.." pinta Reza menggelengkan kepalanya.


Mama dan papa Abraham tertawa.


Mama memeluk Bella.


"Selamat datang sayang, jangan takut. Kami sekarang keluargamu.." Mama Syarina memeluk erat Bella.


Bella terkejut dan terharu dengan sambutan hangat dari Mama Syarina.

__ADS_1


'keluarga' ...


Bella tak dapat menahan air matanya.


"Hai kok nanggis,, " Mama Syarina panik.


"Gak apa Tante, aku kaget aja mendengar kata keluarga. " Bella menghapus air matanya.


Mereka saling menatap dan tersenyum.


"Ya sudah, kita masuk kasih selamat buat mempelai.." ucap papa Abraham.


***


Deg.. deg..


Bella menatap sendu wajah pria dewasa di hadapannya.


Samar samar Bella mengingat siapa orang tersebut.


Bella merangkul tangan Reza dengan erat.


Reza tau akan kecemasan yang di rasakan Bella. Reza mengusap punggung tangan Bella dengan sedikit anggukan.


"Hai.. selamat datang, kalian semua sudah datang.. silahkan duduk.." om Surya memeluk papa Abraham.


Mama Syarina bersalaman dengan om Surya.


Memberi selamat kepada om Surya atas pernikahan anaknya.


"Hai Za, tumben kamu bawa pasangan.." om Surya menatap Bella.


"Calonmu ?" tanya om Surya.


Reza tersenyum dan mengangguk.


Om Surya melihat Glen.


"Wah.. anak anak mu sudah dewasa ya Syarina.." om Surya menatap Mama Syarina.


"Mereka sudah memiliki pasangannya masing-masing.. dan benar benar jelli, pasangannya cantik cantik.." om Surya tertawa sambil menepuk bahu papa Abraham.


Papa Abraham tertawa.


Semua tersenyum hanya Bella yang terus menatap wajah om Surya lekat.

__ADS_1


Om Surya pun merasa tidak nyaman dengan tatapan dari Bella dan berpamitan untuk menyapa tamu yang lain.


"are you okey baby.." bisik Reza di anggukan Bella.


__ADS_2