
Bella bersikeras meminta Reza dan Glen tidak ikut campur. Dan meminta mereka berpura pura tidak tau akan hal tersebut.
Glen dan Reza terpaksa mengikuti keinginan Bella.
Tapi bukan berarti benar akan tidak tau. Mereka berdua diam diam terus meningkat penyidikan.
Reza keluar dari rumah sakit dan mulai aktifitas seperti biasa.
***
Davina mendatangi rumah Mama Syarina.
Bertingkah manja adalah kebiasaannya.
"Siang Mama sayang.." Peluk cium pipi kanan kiri.
"Siang Dav.. Yuk masuk.." pinta Mama Syarina.
Davina terus menempel pada Mama Syarina.
Mama Syarina sedikit risih.
"hmm kamu kesini ada perlu apa Dav ?" Mama melepas rangkulan tangan Davina.
"Silahkan diminum dulu tehnya" pinta Mama Syarina.
"Iya Ma, terimakasih." meminum teh.
__ADS_1
"Aku kangen sama Mama sama Papa, sama Reza juga." rengek Davina.
Mama tersenyum bulat. Entah apa yang di pikirkannya. "Oh gitu."
Davina mengangguk. "Ma, kok Reza gak keliatan si. Kemaren lusa aku ke perusahaan cuma ada Papa sama Glen." Mata Davina mencari kesekeliling rumah.
"Reza itu ada di luar kota, sekarang dia lagi sama Bella jalan jalan katanya. Kan weekend Dav.. Kamu gak weekend sama tunangan kamu ?" lirik Mama.
Deg
Mata Davina membulat menatap Mama.
Mama terkejut melihat reaksi Davina. Sudah di pastikan tidak suka dengan perkataan Mama.
Mama Syarina belum mengetahui kalau Davina sudah putus pertunangan, karna memang masih di rahasiakan."Kenapa Dav ?"
Davina menggelengkan kepalanya.
"Mama setuju Reza sama siapapun, selama gadis itu sopan, baik, dan penyayang." Mama membuka majalah.
Davina tak suka melihat Mama dengan santai merestui Bella.
"Tapi Ma, Reza itu calon penerus dan Bella juga gak jelas asal usulnya." ketus Davina dengan wajah masam.
Mama melirik mimik wajah Davina.
Mama tau Davina tidak menyukai Bella.
__ADS_1
"In sha Allah Mama tau siapa Bella Dav."
Nampak serius wajah Davina mendengar ucapan Mama.
"Mama yakin tau dia anak siapa.. dan siapa dia." Ya karna mama Syarina sudah tau identitas Bella.
Raut wajah Davina nampak kekecewaan dan rasa kesal.
"Ma.. jangan gampang percaya dengan ucapan yang belum pasti ma.. " bujuk Davina menggenggam tangan Mama Syarina.
Mama tersenyum dan membalikkan tangannya menyentuh bahunya Davina.
"Sayang, Mama cuma punya satu anak. Dia mencintai Bella. Mama cuma butuh mereka saling menjaga dan mencintai."
Di belai lembut rambut Davina.
"Mama tau kamu khawatir dengan Reza, tapi kamu tau kan sifatnya jika sudah bilang A ya A dan pasti berakhir dengan titik tanpa koma Dav.." jelas Mama.
"Kamu sudah ada pendamping yang kamu pilih, dan mudah-mudahan itu yang terbaik untuk kamu ya sayang.. Mama selalu doakan yang terbaik untuk kalian. Biarkan Reza memilih dengan pilihannya sendiri, Mama gak mau membatasi kehidupannya." Nasihat Mama.
Davina mengangguk dengan lesu.
Semua keluarga Reza menerima Bella.
Bagaimana dengan dirinya.
Aku harus bisa mendapatkan kembali apa yang seharusnya aku miliki. Keluarga ini, Reza dan seluruh kekayaan keluarga Abraham.
__ADS_1
Davina pamit pulang. Karna dia tau, kini usahanya membujuk Mama Syarina sudah kalah. Sekarang saatnya melakukan hal yang lain. Ya sekarang harus berjuang karna waktunya sudah mepet. Dia gak mau menanggung malu yang besar untuk kegagalannya.
Mama Syarina memberi tau Reza tentang kedatangan Davina.