DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
BERGAIRAH


__ADS_3

Belum sampai aku ke Mension, Mas Reza mengirim pesan suara.


Yang berisi dia ada pekerjaan dadakan yang mengharuskan dia ke luar kota untuk beberapa hari kedepan. Menyakini diriku dengan suara bising mobil, di kira aku bodoh. Memangnya harus keluar kota agar terdengar suara mobil. Aku kehabisan kata terhadapnya, entah tidak ada alasan lagi mungkin di pikirannya. Hanya ada Clara, kekasih yang ingin dia jumpai.


Aku membalas dengan pesan teks, "Ya Mas, hati hati jangan sampai terkena penyakit berbahaya ya di luar sana. Karna kita gak tau dengan kebersihan suatu tempat, tersebut." Aku menyindirnya, jika ia tersindir syukurlah.


"Iya, sayang. Aku akan hati hati."


Hah .. hati hati katanya. Bentar lagi juga kamu akan celup celup lubang bekas para buaya itu. Menjijikan.


****


TING ... TONG ...


REZA


"Ya, sayang. Selamat datang." aku membuka tanganku lebar, menerima pelukan hangatnya.


Wangi yang ku suka sudah menyambut, sudah tak sabar ingin ku cicipi manis tubuhnya.


"Kamu kenapa sendirian, kan sudah aku minta Bibi tinggal di sini." ucapku padanya yang bergelayut manja di tanganku. Sambil mengerucutkan bibirnya yang membuatku tambah gairah.


"Nanti aja deh aku cerita, sayang. Kamu duduk aja dulu, aku buatkan teh ya. Udaranya dingin, cocok dengan teh." mengecup pipiku dengan mesra, tangan nakalnya menyentuh pistol hingga membuat getaran di bawah sana.

__ADS_1


"Kamu nakal, sayang. Aku capek.. istirahat sebentar ya.." ku meraih tangannya dan ku kecup mesra. Dia mengangguk dan meninggalkanku membuat teh.


Kenapa Bibi pulang tanpa ijin dariku. Apa ada masalah, lalu kenapa tidak memberi kabar. Besok aku tegur dia. Aku kesal melihat Clara sendirian, bagaimana dia bisa sendirian di tempat ini. Kasian dia pasti kesepian.


Dia menyodorkan teh kepadaku lalu duduk di pangkuanku. Mengusap kumis tipis ku dan mengecup bibirku.


Bukan kecupan, tapi ciuman hangat dan bergairah. Manis dan memabukkan, ciuman yang dirindukan. Dia selalu bisa memberikan servis memuaskan padaku.


Aku meletakkan teh di atas meja. Ku jelajahi deretan giginya dan mengecap kasar lidahnya. Mendekatkan tubuhnya, menekan bokongnya pada pistol ku.


AH ..


Kami melepas ciuman dengan puncak kenikmatan.


"Mana hadiahku, sayang." pintanya.


AH ... Desahku..


Dia meremas lembut pistol ku.


"Sayang, jangan bermain di sana. Aku lelah.." lirihku menahan gairah. Aku masih capek harus mengemudikan mobilku sendiri dari Jakarta hingga ke puncak. Karna kalau Lee aku bawa, dia pasti akan mengganggu.


Aku mengeluarkan kotak berwarna merah dari saku ku, memberikan tepat di depan wajahnya.

__ADS_1


"Bukalah, sayang." pintaku.


Matanya berbinar melihat kotak perhiasan berwarna merah itu. Di raihnya dengan semangat dan langsung membukanya.


Mulutnya menganga melihat isi dalamnya, "I-ini buat aku, sayang?" tanyanya dengan wajah di hiasi senyum yang menawan.


Aku mengangguk, "jika bukan untukmu, lalu untuk siapa sayang." aku mengecup pipinya.


Dia masih menatap senang tak percaya bahwa gelang yang ku berikan adalah gelang yang dia inginkan beberapa Minggu lalu, tapi karna limited edition sulit di dapatkan.


"Terimakasih, sayang. Aku sayang kamu." dia menciumi wajahku dengan semangat.


"Pasangkan, sayang. Aku sudah tak sabar ingin memakainya." aku mengangguk, meraih kotak dari tangannya dan mengambil isinya.


Ku lingkarkan gelang cantik bermatakan berlian berbentuk kupu-kupu di pergelangan tangannya.


Dia menutup mulutnya, matanya berkaca kaca.


"Ini susah di dapat, bagaimana kamu bisa dapat ini, sayang." dia menoleh padaku.


Aku menutup mulutnya dengan telunjuk, "apapun yang kamu inginkan, pasti akan aku berikan, sayang." dia meraih tubuhku memeluk erat dengan mengecup leherku.


Aku mengusap punggungnya.

__ADS_1


"Apa... istrimu juga dapat?" dia menatap wajahku. Mungkin dia takut aku akan membelikan Bella juga sama seperti dirinya. Bella tidak pernah meminta apapun dariku, aku pun tidak pernah memberikan apapun padanya.


Wajahnya muram, bibirnya mengerucut. Ah lucunya, Clara ku cemburu rupanya.


__ADS_2