DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
GETARAN JIWA


__ADS_3

kriingg...


Reza mengangkat telponnya.


" iya." Jawaban Reza.


" ada apa Za, kok panik ? " Bella kaget melihat Reza tiba tiba terlihat cemas.


" ada masalah di kantor cabang, aku harus cepet kesana.." jelas Reza.


" masalah apa ? ya udah kalau selesaikan dulu.. nanti langsung lanjut aja.. Hati hati ya Za.." Bella menenangkan hati Reza.


Selepas pulang dari villa.


Reza dan Bella tidak saling bertemu satu sama lain. Sesekali mereka saling berkabar.


Karna kini Reza ada di Kalimantan.


Glen kali ini tidak ikut Reza keluar kota dengan alasan menanggani masalah di pusat.


Padahal alasan Glen kali ini enggan ikut karna ingin mencoba mencari kesempatan untuk lebih dekat dengan Bella.


Setiap hari Glen seolah-olah bertemu Bella dengan tak sengaja.


Di depan kantor.


Di depan rumah Bella.

__ADS_1


Di cafe.


Bahkan di tempat makan.


Ketidaksengajaan yang sungguh mencurigakan.


Bella hanya menanggapi Glen dengan secukupnya.


Kadang Bella ingin sekali menyebutkan bahwa dia sudah menikah tapi apa daya kondisi mereka berdua belum memungkinkan untuk saling terbuka.


" Hai Bell.. mau makan siang bareng gak ? kebetulan aku habis antar file.. " sapa Glen yang tiba-tiba muncul di belakang layar komputer Bella.


" ah hai.. hmm aku makan bareng Sisi nanti.. kebetulan kerjaan ku masih banyak Glen.." Bella memberi sedikit alasan menghindar dari Glen.


" Si.. makan bareng yuk.." Glen mengajak Sisi saat penolakan terhadap dirinya keluar dari Bella.


Sisi menatap Bella, Sisi tau Bella gak nyaman sama Glen. Karna Bella sudah menikah dan tidak menyukai Glen.


Bella mengangguk.


" ya gak apa-apa Si, makan sana.." Bella tersenyum dia tau Sisi sedang membantunya.


lah kok jadi makan berdua doank, ini gimana si maksudnya.. guman Glen.


"kamu gak makan Bell ? kerjaan nanti aja di lanjut lagi, yang penting isi tenaga dulu Bell.." bujuk Glen gak rela cuma makan bareng Sisi, padahal niat ajak Sisi supaya Bella mau ikut makan.


Bella menolak.

__ADS_1


Bella menjelaskan kalau pekerjaan yang di kerjakannya sedang deadline.


Akhirnya Glen dan Sisi makan siang bersama.


Sisi menjelaskan kepada Glen, kalau usahanya akan sia sia. Karna Sisi melihat jelas bahwa Glen tertarik dengan Bella.


" selama belum ada pernikahan mereka masih bisa pisah kok, malah udah menikah juga banyak yang berpisah.." Sungguh jawaban yang tidak mengejutkan dari Glen yang di sebut playboy.


" ya mungkin menurut kamu kaya gitu Glen.. tapi aku harap kamu jangan lupa, bahwa lebih bahagia melihat orang yang kita sayang bahagia dengan orang lain dari pada di paksa bahagia dengan kita.." tegas Sisi.


" aku yakin kamu paham ucapanku Glen.." sambung Sisi. Dengan tegas Sisi meminta Glen menjauh.


Tapi Glen hanya tersenyum tidak mengubris ucapan Sisi.


Glen terobsesi dengan Bella tanpa memperdulikan apa pun.


apa peduli, gw penasaran sama Bella dan gw mau tau dia cewek kaya apa sampe gak ngerespon Reza.. Pikiran Glen hanya ada penasaran dan rasa ingin tahu.


Triing...


Bella menerima pesan dari Sisi.


Sisi menanyakan Bella mau makan apa, karna dia tau sebenarnya Bella tidak banyak kerjaan hanya menghindar dari Glen.


Bella membalas pesannya.


*Triiing..

__ADS_1


" burger atau kebab yang di depan aja Si.. biar gampang alesan sama Glen*.."


Sisi melirik Glen dan membalas pesan Bella.


__ADS_2