DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
BURUK


__ADS_3

Beberapa hari penyelidikan Glen sedikit membuahkan hasil.


Kecelakaan Reza memang tidak di sengaja.


Pasalnya "sang penembak" salah menerima informasi.


Glen mundar mandir sesekali mengusap rambutnya, meniup niup kepalan tangannya.


Bella yang melihat Glen di halaman rumah sakit menghampiri. "Kamu kenapa gelisan gitu?"


Glen kaget menatap Bella.


Glen menarik tangan Bella duduk di bangku.


Di genggaman tangannya "Kamu jawab jujur Bell, selama ini benarkan kamu di ancam oleh seseorang Bell ?" sorot tajam mata Glen langsung ke mata Bella.


Bella mengernyitkan dahinya dan melepas genggaman Glen. Menggaruk pipinya yang sebenarnya tidak gatal.


"Apa si maksud kamu Glen, emang ada bukti konkret ?" Bella membuang muka, mengalihkan pandangan dari tatapan Glen.


Glen menarik bahu Bella. "Kamu tau, penyebab kecelakaan Reza yang harus sampai saat ini masih di rawat karna apa ? Karna surat ancaman kamu di temuin anak buah Reza. Dan Reza sengaja memancing mereka." Tegas Glen.


Membulat mata Bella mendengar Glen menceritakan bahwa Reza sengaja menjadi tameng untuk dia. "Kenapa si kalian bodoh !." Bentak Bella.

__ADS_1


Glen kaget mendengar ucapan Bella, seakan tak percaya Bella malah mengatakan itu.


"Kalau kalian tau, kenapa harus sampai kejadian kaya gini. Apa kalian pikir nyawa kalian bisa double, bisa kembali kah tulang kalian yang patah ? Gi*a gak habis pikir, otak ka?lian dimana si.." Bella pergi meninggalkan Glen.


Brak..


Reza sedang membaca koran bersandar di dinding tempat tidurnya kaget melihat Bella yang menatap tajam kearahnya.


"Sa... Belum sempat Reza menyapa Bella.


Dengan tatapan tajam Bella berdiri di hadapan Reza.


"Kamu tuh aneh ya mas, kalau emang kamu udah tau ada bahaya, kenapa sengaja cari gara gara.. apa kamu pikir nyawa kamu ada garansi ? atau dengan kekayaan kamu tulang yang hancur bisa di ganti baru ?"


"Buat apa kamu mancing sampai harus terjadi kecelakaan kaya gini mas ?"


Deg..


Dari mana kamu tau ?


Bella membaca apa yang melintas di pikiran Reza.


"Glen."

__ADS_1


"Jelaskan sekarang." pinta Bella.


Reza menarik tangan Bella. Membuat Bella duduk di tepi kasur.


Di tatap dengan lembut wajah yang merah padam karna emosi, mata yang memerah karna menahan air matanya.


Di usap lembut tangan serta punggung Bella.


Di kecup bahu Bella.


"Aku gak tau akan jadi kecelakaan sayang, awalnya aku mau ke tempat kamu. Sebelum kesana aku sengaja kasih petunjuk kalau kamu sama aku mau pergi gitu." Bersandar di bahu Bella.


"Belum sempat aku jemput kamu, malah kecelakaan duluan." lirih Reza.


"Awalnya aku cuma mau tau respon mereka kalau nyatanya kamu sama aku baik baik aja."


Bella terisak. "Kamu kan tau aku di ancam sama mereka, kalau kamu sudah tau aku yang di awasi mereka kenapa kamu pake acara sengaja kasih petunjuk mas.. itu buat masalah buat kamu sendiri."


Reza mengecup kepala Bella. Di belai lembut rambut Bella.


"Bell, maaf aku kurang persiapan. Aku pikir mereka gak secepat itu bertindak." Di kecup tangan Bella.


"Kamu kapan temuin surat ancaman itu ?" Bella menatap Reza.

__ADS_1


Reza tersenyum "Sebenernya aku sudah lama tau Bell.. tapi kamu gak pernah cerita sama aku. Aku cuma mantau dari jauh. Semalam sepulang ketemu aku, kamu dapat ancaman lebih buruk lagi. Tapi langsung di atasi anak buahku Bell."


__ADS_2