
Bella yang tak percaya dan meyakini kalau Reza memang supir.
"akh bulsit.. emang gw peduli dia siapa, toh sampe sekarang masing-masing aja.." gerutu Bella.
Sisi mendengar gerutu Bella.
"kenapa? lu ngoceh sendiri.. mabok lu.. " tawa Sisi.
Apartemen Reza..
braak...
"akh capeknya... kok gw dari td mikirin Bella terus ya.. coba gw telpon aja dah.." memencet telponnya.
tuuutttt...tuuuutttt...
"halo.. " suara di ujung telepon..
Reza tersenyum,, " akh diangkat ternyata.."
"hallooooo..." Bella yang terus bersuara mengejutkan Reza.
"akh iya halo, apa kabar Bella.." jawab Reza.
"baik, terimakasih.." jawab Bella.
"bisa ketemu gak nanti malam?" Reza to the points.
__ADS_1
"hmmm... bisa, mau ketemu dimna ?
Bella yang senyum sendiri di ujung telepon nya membuat Sisi mengerutkan dahinya.
Sisi mencolek bahu Bella, mengangkat tangan dan alisnya. Bella yang hanya menggeleng menjawab rasa penasaran Sisi.
"aku ke rumah kamu aja bolehkan.."
Bella lama tak menjawab, " soalny aku sekalian lewat Bell.." Reza menerus ucapan ny.
"oke.. kabarin aja kalau udah mau sampe ya.. bye aku lagi kerja,." jawab ringan Bella. Yang menunduk malu karna di perhatikan Sisi.
tuuuttt...
"Ssiiith.. langsung di matiin.." Reza melempar telponnya ke atas kasur.
Hari yang Bella lewati terasa lama menurutnya, sampai beberapa kali ia melihat jam tangannya.
Melihat tingkah Bella, Sisi menjahili teman nya itu.
"ekheeem.. mau ada yang mampir ya ntar malam, bisa kali gw ikut Bell.." Sisi mendorong bahu Bella dengan Bahunya.
"apa si akh, gak kok itu temen gw, dia yang ngajak gw kerja disini, yaaa dia orang baik lah.. " jelas Bella.
"yakin cuma teman gak ada rasa ? bisa kenalin gak, siapa tau jodoh gw itu.." tawa riang Sisi.
Bella yang tak menjawab hanya cemberut dan memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Sisi terus mencolek colek bahu Bella, sambil tertawa. Pipi Bella sudah memerah karna malu dan kesal. Jauh di hatinya dia menyukai Reza, lelaki yang menurutnya sangat baik dan bertanggung jawab, serta ganteng Blasteran.
"udah udah, kerja sana jgn ganggu gw mulu Si akh.." usir Bella kepada Sisi yang menyenderkan kepalanya di bahu Bella.
"kalau ada yang kurang mengerti bisa tanya gw ya, gw suhu Loch disini, " tawa riang Sisi memenuhi ruangan. "jangan lupa beli k**dom buat jaga-jaga, apa mau pake punya gw Bell.." colek Sisi ke dagu Bella.
Bella ternganga mendengar ucapan temannya itu, dan ikut tertawa.
" lu kira gw mau ngapain, paling makan doank, ngobrol udah.." Balas Bella.
" gak asik lu.. kita udah dewasa Bray.. no problem hal kaya gtu.." Sisi yang dari tadi gak berhenti menjahili Bella. Senyum nakal Sisi menatap wajah Bella.
"simpen aja buat Lo, ntar Lo butuhkan gituan.. nanti gw beli sendiri.. puas Lo.." tawa Bella.
Mereka tertawa sampai menjadi pusat perhatian teman kantor lainnya.
triiingg...
Pesan masuk di telpon Bella.
"aku sampai jam 7 ya.. siap" nanti aku bawa makanan dan minuman okey.."
Ternyata pesan dari Reza, Bella yang membacanya langsung tersenyum dan bersiap siap untuk pulang kerja.
"tancap gas Bell, jangan lupa yang gw bilang tadi ya..." ledek Sisi sambil berjalan menjauh dari Bella.
"siap.." jawab Bella setengah teriak dan tertawa.
__ADS_1