DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
OPERASI SELESAI


__ADS_3

Lampu hijau menyala.


Tanda operasi selesai.


Bella dan keluarga Reza berlarian mendekati pintu.


Seorang dokter dengan pakaian hijaunya keluar menyapa.


"Bagaimana anak saya dok.?"


"Alhamdulillah operasinya berhasil."


Sungguh lemas seketika tubuh Bella.


Terasa berat matanya menatap.


bruk..


Setalah mendengar suaminya baik baik saja, pertahan Bella lemah.


Dengan kondisi pucat kini Bella berada di atas brankar rumah sakit.


Samar samar dia mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Apa menantu saya gak apa-apa dok.. Gimana kondisinya.."


Dari suaranya dia tau jika mama Syarina sedan khawatir.


"Ibu tenang ya, menantu ibu baik baik saja. Hanya kelelahan dan juga akibat kekurangan darah. Setelah istirahat nanti akan kembali normal."


"Baiklah dok.. Lalu bagaimana dengan anak saya.."

__ADS_1


"Pak Reza kondisinya bagus Bu, Alhamdulillah kecelakaan yang menimpanya tidak menimbulkan resiko besar. Luka serta retakan tulang kakinya masih bisa di terapi Bu.. tidak ada hal yang mengewatirkan.. Semoga Pak Reza bisa cepat sadar dan tidak ada efek lainnya setelah sadar ya.."


Semoga semua berjalan baik ya Allah..


Mama Syarina menggenggam tangan Bella.


"Kamu dengar Bell, semoga semua berjalan baik ya.. kamu cepet pulih sayang.. biar nanti pas Reza sadar kamu ada di Sisinya.."


Bella meneteskan air mata.


Semoga bersyukur karna operasi selesai dengan baik, walau hal hal lain belum bisa di pastika saat operasi. Apapun yang terjadi nanti yang terpenting nyawa Reza selamat.


****


Glen masih termenung, memikirkan prihal Davina dan Om Surya yang datang ke rumah sakit.


Glen meminta seseorang menyelidiki Om Surya.


Semoga semua dugaan ku salah.. karna selama ini beliau sangat menyayangi Reza.


Menatap pria yang dari tadi sedang melamun.


Di letakan tangannya di atas tangan Glen.


Glen menoleh. Menggenggam tangan Sisi.


"Kamu gak usah khawatir, semua akan baik baik saja.. percayalah.."


Glen mengangguk.


"Kamu pulang aja ya Si, sudah malam. Biar kami yang jaga mereka disini. Mungkin kalau besok Bella belum stabil, tolong aturkan ijin buat dia ya. Kamu tau Bella kan dia gak akan mau menyangkutkan dirinya sebagai seorang istri CEO."

__ADS_1


Sisi mengangguk mengerti ucapan Glen. Karna sampai saat ini pun Bella masih enggan mengakui jika dia adalah istri dari Reza yang notabene pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


Sisi berpamitan kepada keluarga Reza dan langsung di antar keluar rumah sakit oleh Glen.


Tanpa sengaja mereka bertemu Davina di lobi rumah sakit.


Dia belum pergi ? Batin Glen.


"Hai Glen.." Davina setengah teriak memanggil Glen yang sengaja menghindarinya.


Glen dan Sisi bertatapan.


Glen mengisyaratkan sesuatu dengan Sisi berharap Sisi paham dengan maksudnya.


Sisi mengangguk membuat Glen tersenyum lega.


"Kamu ada disini ngapain ?" Sapa Davina di hadapan Glen.


"Aku antar Sisi cek, badannya demam semalam." Glen menoleh Sisi.


Davina menatap Sisi yang tersenyum padanya "Terus gimana kata dokter Si ?"


Sisi mengalungkan lengannya ke lengan Glen.


"Aku kurang istirahat aja Dav, soalnya banyak kerjaan yang harus di kerjakan akhir akhir ini.."


Glen memejamkan mata seakan puas dengan ucapan Sisi.


Ada raut tak percaya di wajah Davina yang terbaca Glen. "Kamu ngapain disini Dav ?"


Davina menggaruk tengkuknya. "hmm aku juga mau cek up aja, soalny akhir akhir ini gampang pusing." memijit pangkal hidungnya.

__ADS_1


Glen dan Sisi mengangguk.


"Kalian tau Reza kemana gak ? kok susah banget di hubungi.." Davina melirik Glen dan Sisi.


__ADS_2