DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
KEBENARAN YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

Reza memaparkan semua tentangnya.


Dia adalah bos di perusahaan tempat Bella.


Belum sempat Reza menceritakan tentang pertunangannya Bella menyela.


"kamu bos di perusahaan ku Za ? berarti kamu yang bertunangan satu pekan lalu Za ?" Bella berharap Reza menggelengkan kepalanya, tapi ternyata Reza mengangguk.


Daaarr...


Bagai di sambar petir di malam hari. Bella menyandar lemas pada sofa. Wajah yang sendu, memerah menahan amarahnya dan tangisan yang menyesakkan dadanya.


Hancur lebur hati Bella.


Menikah langsung di tinggal.


Datang kembali dengan status baru dan calon istri baru.


Gemetar tubuh Bella nampak jelas kesakitan yang dia Rasa.


Reza menggenggam tangan Bella dengan kuat.


"aku tau sakitnya kamu Bell, makanya aku gak bisa kabarin kamu.." Reza menjelaskan.


" Bell, aku gak pernah menginginkan pernikahan dari orangtuaku, tapi aku bukan anak yang mampu melawan kehendak mereka.." sendu Reza menatap Bella.


Bella menangis.


Sungguh pukulan luar biasa.

__ADS_1


"aku gak mau pernikahan kita gagal Bell.. aku akan cari cara dengan baik, agar orangtuaku mengerti Bell.. aku harap kamu bisa bertahan.." pinta Reza dengan penuh harap.


"aku gak mau terlalu jauh bermimpi Za, kita berbeda Za,, Bella terseguk seguk menangis.


Reza mengangguk membenarkan ucapan Bella.


Tapi dengan caranya membujuk Bella, akhirnya Bella menyetujui untuk melanjutkan pernikahannya.


Dan Bella berharap suatu hari jika bukan jodohnya maka akan pergi dengan tulus dan ikhlas.


Bella memberi kesempatan kepada Reza untuk berjuang dan Bella pun sedang berusaha menerima.


Mereka saling memeluk, Bella menangis dalam pelukan Reza. Reza memeluk erat istrinya dan mengusap lembut punggungnya.


"udah ya sayang, sekarang kita jalanin seperti pacaran, kita saling mengenal ya.." ucap Reza. Dianggukan Bella.


"aku janji, aku gak akan terlalu dekat dengan tunanganku, karna memang dari awal aku tidak suka dia.." sambung Reza memberikan penjelasan.


Mereka menikmati malam dengan hati riang. Masalah terselesaikan tapi belum tuntas.


Akhirnya Bella tau siapa yang dia nikahi dan bagaimana harus bersikap.


Mereka memutuskan untuk menjalin pernikahan melalui hubungan asmara layaknya pasangan kekasih.


Malam ini mereka banyak mendiskusikan tentang kehidupannya. Tujuan Bella ke ibukota.


Tentang silsilah keluarga Reza.


Mereka bercerita hingga dini hari.

__ADS_1


Mereka tidur di kasur yang sama saling berpelukan.


Beginilah kata pepatah, Cinta mengalahkan kelogisan.


Pagi hari mereka berangkat dengan rutinitas masing-masing.


Bella ke kantor cabang dan Reza ke kantor pusat.


"Bell.. Bell.." colek Sisi.


Bella menoleh dan mengangkat kepalanya.


"semalem gimana ? gw khawatir sama Lo.." tanya Sisi.


"Alhamdulillah Si, gw dan dia sepakat jalanin pacaran dulu. Kalau gak cocok ya kita akan putus gitu aja.." jawab santai Bella.


Sisi terperangah tak percaya mendengar jawaban dari sahabat nya.


"yakin." Sisi menyakinkan hatinya.


"iya Si.." Bella mengangguk.


Sebenernya Bella pun gak yakin, karna dia mengetahui fakta bahwa suaminya memiliki tunangan yang pasti di restui orang tuanya.


Mengetahui itu Bella terasa teriris.


Bella hanya berharap, Allah memberikan tangannya untuk menyelesaikan secara baik dan tanpa ada yang terluka.


Reza yang sudah lega dengan satu masalahnya. Sekarang Reza sedang berusaha mencari cela dalam pertunangannya.

__ADS_1


Reza selalu pulang setiap ada kesempatan kerumah Bella. Semakin hari semakin dekat.


Semenjak hari itu, Glen terus mendekati Bella. Seolah dia tak tau identitas sebenarnya Bella.


__ADS_2