DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
MALU


__ADS_3

"Bella, tunggu... " aku menahan tangannya saat dia melewati ku dengan Edward.


"Ada apa, Za?." dia menepis tanganku.


"Bisakah aku bicara sebentar?." aku menatap ku.


"Baiklah, silahkan duduk." dia duduk di depanku. Dengan mengelus kepala Edward yang rupanya tertidur.


"Kenapa harus menjaga jarak denganku?." aku tidak tahan dengan sikapnya yang seolah menjauhiku. Aku sedang dalam kondisi tidak baik, bukannya dia menenangkan ku malah seolah enggan melihatku.


Dia tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, "Apa maksudmu, Za? Aku menjaga jarak! Ya memang itu yang harus aku lakukan. Kamu lupa, aku seorang istri dari seorang pria yang ku cintai. Untuk apa aku berdekatan dengan pria lain. Bukankah malah aneh jika aku harus berdekatan denganmu?." dia mencemooh ku dengan kata katanya. Pria yang dia cintai? Bukankah sebelumnya dia bilang kalau aku pria satu satunya yang dia cintai.


"Kamu jangan lupa, Bell. Aku juga pria yang kamu cintai." ucapku menyilang kedua tanganku di dada.


"Hah" matanya membulat dan menganga.


"Kamu bilang tadi apa! Pria yang ku cintai, kamu? Jangan kepedean Tuan Reza Abraham Lincoln." dia tertawa sangat nyaring. Membuatku tambah kesal.


"Kamu itu masa lalu, di saat itu aku buta karna telah mencintaimu setulus hati. Tapi aku bersyukur saat ini aku telah sadar dan mendapatkan lelaki yang lebih jauh dari dirimu." dia mengibaskan tangannya.


"Oh, aku masa lalu. Baiklah, mungkin sebentar lagi jika Gaga jadi masa lalu mu juga akan ada lelaki yang di cintai mu lagi. Aku salah menilai, kupikir rasa cinta itu tidak mudah berpaling hanya karna waktu." aku meruncingkan kedua alisku. Menatapnya dengan pandangan mencemooh.


"Hah... Ya benar, cinta bisa berubah seiring masa. Baguslah kamu paham. Dan satu hal yang kamu harus ingat, Mas Gaga suamiku tidak akan ada yang lainnya setelahnya." dia menatapku kesal. Matanya menatap nanar netra ku.


"Kenapa, malu? wanita yang bilang mencintaiku setulus hati bisa berpaling hanya dalam sekejap mata." aku membuang pandanganku.


"Ya benar, aku memalukan. Karna telah mencintaimu. Kamu seorang pria yang setia, bukan? Sampai sampai kisah cintamu tetap bertahan walau sudah beberapa kali di khianati, bukan? Luar biasa.. cinta sejati. Entah cinta sejati atau kebodohan, semoga abadi." dia menepuk kedua tangannya dan bangkit meninggalkan ku yang masih duduk.


Aku menatap punggungnya dengan geram. Aku kesal setengah mati, dia wanita yang lembut dan hangat kini bicaranya begitu menusuk hatiku. Ini pasti karna pengaruh suami barunya, Gaga. Ya siapa lagi, memang wanita tergantung prianya. Saat dia bersamaku, tatapannya hangat penuh kasih sayang, tutur katanya lembut dan sopan di telinga, selalu mematuhi apapun ucapan tanpa bantahan. Coba lihatlah sekarang, betapa angkuh dan sombongnya dia.


"Kamu telah salah memilih lelaki, Bella. Kembalilah padaku dan bawa anak kita. Aku akan selalu berlapang dada menerimamu dan menuntunku ke jalan yang benar. Aku lelaki tulus yang akan mencintaimu sepenuhnya dan tidak akan mempengaruhi dirimu sampai seperti sekarang." aku menggelengkan kepalaku.

__ADS_1


"Apakah Edward akan baik baik saja jika hidup dengan mereka, sekarang?. Aku ingin sekali membawa Edward, tapi aku tak mampu melawan Gaga sialan, itu!." aku memukul meja di hadapanku. Kesal sekali aku teringat perjanjian ku dengan Gaga tempo lalu. Andai aku tau kalau Mikola bukan darah daging ku, aku tidak akan mau menanda tangani perjanjian itu. Aku tidak mungkin melakukan apa yang merugikan ku. Untuk apa aku bisa hidup dengan anakku kalau aku harus kehilangan semuanya. Aku bukan lelaki bodoh!.


"Akan aku buktikan, kalau aku lebih baik dari Gaga, Bell. Aku akan dapatkan wanita yang lebih cantik darimu dan lebih penurut dari dirimu. Kamu akan malu di saat waktunya tiba, aku ingin lihat ke angkuhanmu itu."


***


Sungguh menjijikan pikirku, lelaki macam apa yang pernah ku nikahi itu. Berbicara tentang cinta dan mencintai, kesetiaan dan ketulusan apakah dia pantas! Aku malas menanggapi dirinya yang sudah hancur seperti itu. Berharap ada obat untuknya kini. Aku pergi meninggalkan dia yang masih ngoceh tak jelas ku dengar. Aku tak ingin Edward mendengar ucapannya yang sampah itu.


"Aku bersyukur telah menjadikannya masa lalu." aku membuang nafas lega.


"Mommy.."


Edward terbangun.. Menguap dan mengusap matanya.


"Anak Mommy yang tampan sudah bangun.." kecupanku melayang pada keningnya.


"Mommy, Daddy?" tanyanya sembari mencari di sekelilingnya.


"Daddy masih di kantor, sayang. Turun ya Mommy berat.." aku mencubit hidungnya lembut dan menurunkannya.


"Mommy, Daddy!." teriaknya.


"Iya, sayang. Daddy masih kerja, kita mau ke toko kue dulu ya." aku menuntunnya sambil fokus ke ponselku. Mengabari Tante Rina bahwa sebentar lagi kami sampai. Tante Rina mengajakku membeli kue untuk menyambut kekasih dari Ricardo yang datang menyusul mereka kesini.


"Daddy..."


Aku kaget saat Edward melepas genggamannya dan berteriak, seketika aku pun teriak, "Edward, sayang!."


Aku menatap lurus arahnya berlari, ternyata Daddy-nya ada di hadapannya. Pantas saja dari tadi dia memanggil Daddy Daddy terus.


Aku menggelengkan kepalaku, anak ini lengket sekali dengan Daddy-nya.

__ADS_1


Aku menatap mereka yang berpelukan, Mas Gaga mengendong Edward dalam dekapannya. Mencium keningnya dan di balas ciuman pipi dari Edward. Mereka romantis sekali, membuatku iri sekaligus takut jika kebahagiaan ini hancur.


"Mommy, Daddy.." teriak Edward padaku.


Aku mendekat ke arah mereka.


Mencium tangan Mas Gaga seperti biasanya.


"Iya, sayang. Maaf ya Mommy tadi gak sadar kalau ada Daddy di sini.." aku mengusap kepalanya dengan lembut.


"Kamu kesini ada kerjaan, Mas?." aku melirik sekelilingku. Di sini ada cafe dan toko kue.


"Iya tadi ada sedikit keperluan, sayang. Aku ketemu klien di cafe situ." tunjuk nya ke arah belakang.


Aku mengangguk dan tersenyum.


"Oh iya, Mas. Bagaimana perkembangan kasus Mikola?." aku bertanya berharap semuanya lancar dan tidak ada masalah untuk kami. Kami berjalan beriringan ke arah toko kue yang di tuju Tante Rina.


"Kasus Mikola sebenarnya mudah, sayang. Yang rumit hanya, Clara. Dia bersikeras mempertahankan Mikola dengan dalil dia ibu kandungnya. Tapi kami sudah punya bukti kuat ucapannya yang kamu dengar di basemen tempo lalu." Mas Gaga menjelaskan secara garis besar kasus Mikola saat ini.


"Lalu Mikola di mana sekarang, Mas?." tanyaku penasaran. Sudah beberapa hari Mikola keluar dari rumah sakit dan aku tidak dapat kabar mengenai dia di mana.


"Mikola saat ini dalam pengawasan hukum, sayang. Dia di jaga ketat oleh dokter khusus dari pengadilan. Untuk saat ini, Mikola sangat aman dan sehat." ucapannya membuat hatiku lega. Aku tidak peduli kedua orang tuanya atau urusan yang lain. Aku hanya ingin anak itu sehat dan tumbuh dengan baik.


***


pojok author


Maaf ya reader tersayang...


Author lagi kurang sehat, jadi beberapa hari ini off ngehalu 😥, Semoga di maklumi.

__ADS_1


Mohon doanya semoga cepet pulih.


Dan semoga para reader tersayang selalu dalam keadaan sehat 🤲


__ADS_2