
Clara adalah gadis cantik di kampusku.
Kami semakin akrab karna satu jurusan fakultas.
Awalnya tidak ada niat untuk memilikinya, ya dia terlalu sempurna untukku.
Sampai satu kejadian yang membuat hilang batasan diriku.
Gadis cantik, **** dan berprestasi itu dambaan setiap kaum Adam tentunya.
Murah senyum dan juga ramah.
Kami berenam mengadakan acara camping dadakan. Di sebuah tepi pantai malam itu.
Awalnya hanya bernyanyi, minum minum sedikit saling lembar gurauan.
Aldi dan Ica pasangan normal.
Dani dan Nia pasangan lebay menurutku. Gimana gak lebay coba, mereka berdua gak ada hentinya bergelayut manja di depan kami. Saling peluk bahkan cium pun tak tahu tempat.
Riko dan Nisa yang baru pendekatan agak malu malu tapi mau, malu kucing.
Sedangkan aku dan Clara cuma teman biasa.
Tenda kami dirikan sesuai gender lelaki dengan lelaki, begitupun perempuan sesama perempuan. Kecuali pasangan Dani dan Nia mereka pisah sendiri. Terserahlah mau apa.
Malam sudah larut, kepala kami pun sudah pusing akibat mabuk. Aku masuk ke dalam tenda yang sudah di sediakan untuk kami para lelaki. Sampai ketika tanganku menyentuh sesuatu yang hangat dan kenyal.
Dari alam bawah sadar yang terus mendorongku melakukan lebih. Karna ku pikir ini mimpi.
Ku remas bola yang kenyal itu, ku eratkan pelukanku.
Tanpa sadar aku mengulum sebuah bibir tipis lawan mainku. Ku nikmati dengan hikmat, ya mimpi enak siapa nolak.
__ADS_1
Ku susuri tubuh mulusnya, ku lepas kain yang menutupi seluruh tubuhnya.
Hingga terdengar pekikan suara dalam di telingaku.
"Zaa... pelan sedikit.. sa-k-iit.."
Ah sepertinya ku kenal suara ini, ini mimpi atau bukan. Ku coba menyadarkan diriku, ku usap kasar mataku.
Kaget bukan kepalang, ternyata aku berada di atas tubuh polos Clara yang membenamkan wajahnya kedalam dadaku.
"Gila" batinku.
Ini beneran bukan mimpi, kenapa dia ada disini.
Ku lihat sekeliling tenda, benar ini tendaku.
Lantas kenapa dia ada disini.
"Teruskan, Za. Aku ingin lebih." lirihnya dengan wajah yang merah merona, mata berbinar seakan ingin kembali berpetualang denganku.
"Tapi, Clara. Ini gak benar." bantahku.
Aku mencoba melepas tapi Clara semakin menguat.
Tiba tiba dia mencium bibirku dengan, agresif. Mengelus dadaku membuat sensasi di dalam tubuhku membara. Sensasi yang coba ku tekan sedari tadi kembali muncul.
Clara menggoyangkan pinggulnya di bawah tubuhku.
"Ahhh..." desah ku.
Hilang akal ku di saat Clara terus mencumbu dadaku dengan menghujani ciuman ciuman hangat. Gerakan pinggulnya membuatku semakin tertantang untuk lebih dan lebih.
Sampai akhirnya aku menyerah menahan dan ikut menikmati.
__ADS_1
******* panjangnya melengking. Wajahnya tersenyum menampilkan kepuasan.
Dia menatapku sayu, mencium bibir dengan lembut.
"Terimakasih, Za. Aku selalu menantikannya." bisikan nya.
Aku kaget mendengar dia menantikan penyatuan ini, selama ini ku kira dia gadis baik baik yang tidak mengenal dunia malam. Tapi dari serangan dan gerakannya di bawah Kungkungan ku tadi, aku tau ini bukan yang pertama kali untuknya. Berbeda denganku, ini adalah yang pertama.
Apakah ini di bilang nasib baik atau buruk, aku pun tak mengerti.
Setelah kejadian itu, Clara selalu membuat masalah jika aku sedang dekat dengan wanita. Aku pikir dia terbiasa seperti wanita malam lainnya tak mengharap lelaki yang tidur dengannya akan terus bersamanya, ternyata dia terus menjeratku.
Sampai aku bosan dan jenuh.
"Cukup, Clara. Malam itu bukan aku yang memaksamu tidur denganku, tapi kamu yang memintaku. Apakah kamu lupa, kamu yang datang ke tenda tempat tidur ku. Sekarang kamu seakan akan korban pemerkosaan olehku."
Dia menangis tersedu-sedu di hadapanku.
"Aku mencintaimu, Za. Apa kamu gak merasa." bentaknya.
"Aku juga menyayangimu, Clara. Tapi aku gak berniat berhubungan denganmu. Aku menyayangimu sebagai sahabat, tapi kamu hancurkan itu."
"Aku mau kamu, Reza. Aku suka tubuhmu, aku mau hatimu. Aku mau dirimu, Za. Bukan menjadi sahabat tapi aku mau menjadi bagian hidupmu." teriaknya dalam mobil.
Setelah mengatakan itu dia tiba tiba pingsan, aku membawanya kerumah sakit.
Orang tuanya datang menemui kami dan dokter.
Aku di beri tahu bahwa dia mengidap penyakit yang langka. Leukimia.
Orang tuanya memintaku menemaninya dan menyayanginya. Karna Clara bilang kepada mereka bahwa aku kekasihnya.
Dengan berat hati aku menerima saat mereka menganggap aku kekasih anaknya.
__ADS_1