
Glen yang terus diam mengemudikan mobilnya.
Bella yang ikut diam merasakan panik yang di rasakan Glen.
Ada apa ? itu yang terus mengiang di pikirannya.
Rumah sakit.
Syok Bella menatap tulisan di depannya.
"Rumah sakit?"
Bella menatap wajah Glen di sampingnya.
"Ada apa Glen ? siapa yang sakit ?"
Bella menggoyangkan tubuh Glen.
Glen memegang bahu Bella.
"Bell sorry.. Kamu tenang ya.."
"Ada apa Glen ?" wajah panik Bella melihat ekspresi wajah Glen yang sendu semakin kuat.
Kenapa ? siapa ? ada apa ?
" Reza kecelakaan Bell.. saat dia mau jemput kamu tadi.." lirih Glen yang enggan berbicara karna takut Bella akan syok.
bruk.
Bella jatuh tersungkur di halaman rumah sakit.
Glen berjongkok.
"Dia kekurangan darah Bell, yang kami tau kamu memiliki golongan darah yang sama dengannya." ucap Glen.
"Kami sudah mencari pendonor darah di setiap rumah sakit tapi nihil..golongan darah kalian sulit di dapatkan Bell."
Bella bangkit langsung berlari masuk.
Dipikiranya saat ini hanya menyelamatkan suaminya.
Glen ikut berlari.
"Ruang operasi Bell.."
Suara Glen setengah teriak memberi tahu keberadaan Reza.
__ADS_1
Ruang operasi
Sudah berdiri beberapa orang yang di kenal Bella.
Mereka menangis menyambut Bella.
Saling memberi pelukan dan memotivasi.
Bella berlari keruangan dokter.
Segera melakukan donor.
Setelah serangkaian tes di lakukan.
Bella berada di salah satu ruangan tempat dia harus mengalirkan darahnya.
Semua menunggu dengan panik.
Tidak hanya keluarga, Sisi juga sudah hadir dengan kabar dari Glen.
Semua berharap saling menguatkan.
Glen bangkit dari duduknya.
Seolah ada rasa kejanggalan yang terjadi dalam kecelakaan itu.
Melangkah keluar dari ruangan tempat Bella mendonorkan darahnya.
Deg
Om Surya dan Davina ?
Kok bisa mereka disini.
Glen mendekat tapi terhenti ketika dia mendengar kata "Reza" dari mulut om Surya.
Kok mereka bisa tau Reza disini dan kecelakaan?
Berita kecelakaan ini di tutupi oleh keluarga Reza. Untuk menghindari hal yang tak diinginkan untuk mereka serta perusahaan.
Ya kalau kalau musuh mendengar, bahwa lawannya lemah akan menjadi lebih aktif.
Donor darah pun mereka cari dengan teliti. Sampai akhirnya Glen mengingat saat membaca surat lamaran pekerjaan Bella tempo lalu. Golongan O-. Golongan yang sama dengan Reza.
Hal itu pun yang membuat Glen tertawa waktu itu.
Untungnya Glen sudah meminta kepegawaian rumah sakit untuk tidak memberikan izin dan informasi mengenai kecelakaan Reza.
__ADS_1
Polisi yang menangani kasus tersebut pun sebagian besar orang dari perusahaan mereka.
Glen sedikit curiga.
Kenapa keluarga Hartanto bisa tau Reza kecelakaan.
Apa Mama Syarina, atau papa Abraham yang beritahu mereka.
Akh gak mungkin.. mereka sendiri tadi gak sempet terima telpon dari siapapun.
Glen kembali ke ruangan dimana keluarga mereka kumpul.
Duduk di dekat papa Abraham.
Glen mencoba menghilangkan penasarannya.
"Pah, udah kasih kabar om Surya ?"
Papa tak menjawab hanya menggelengkan kepalanya.
"Mah.. udah kabarin Davina?"
Mama menggeleng.
"Untuk apa Glen, istrinya ada disini. Mereka tak perlu tau.." ungkap mama Syarina sambil terus mengelus tangan Bella.
Glen terdiam.
Kembali hanyut dalam pikirannya.
Sisi mengirimkan pesan singkat kepada Glen.
Ting..
"Ada apa ? ada masalah lain ?"
Glen tidak membalas melainkan menoleh ke Sisi yang berada di belakang mama Syarina dan menggeleng.
"Sekarang kita fokus sama mereka dulu Glen, Papa minta kamu fokus kembali ke perusahaan ya.. maaf Papa merepotkan kamu.." pinta Papa Abraham.
Memecahkan lamunan Glen.
Glen mengangguk.
"Papa tenang aja, besok aku kembali kekantor seperti biasa."
"Papa juga akan ke kantor pusat."
__ADS_1
"Gak apa-apa Papa kekantor pusat ?" Glen khawatir dengan kondisi Papa yang sedang cemas. Dan juga ada beberapa proyek mereka yang berkelit belum selesai.