DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
PERKENALAN DIRI


__ADS_3

Bella Saphira


Seorang gadis yatim piatu.


Seorang mahasiswa lulusan terbaik di daerahnya dengan beasiswa full.


Gadis berusia 24tahun.


Tubuh tinggi 163cm dengan lekukan yang indah. Bukan hanya lelaki yang mengaguminya bahkan teman wanitanya pun iri dengan tubuh indah milik Bella.


Berambut cokelat ikal dan bermata coklat indah.


Ya itu lah Bella.



Reza Abraham Lincoln


Seorang anak tunggal dari pengusaha sukses dalam dan luar negeri.


Dengan lulusan akademik luar Negeri.


Sudah berjodoh sedari kecil, dan sangat mematuhi kedua orangtuanya.


Lelaki berusia 26tahun.


Bertubuh tinggi besar dan berdada bidang.


Hidung mancung dan mata yang tajam seperti elang. Sempurna itu yang bisa di lukiskan tentang Reza.


Tak banyak yang mengenal Reza, karna banyak yang di sembunyikan dari media.


__ADS_1


Kantor Bella


Bella mengingat sesuatu, oh yaa wajah Reza bukan ciri orang indo, dia pasti Blasteran.


"Sssiitt.. bodoh banget gw ya, bisa bisanya mikir dia supir." pekik Bella menepuk keningnya.


Malam hujan deras..


tokk.. tokk.. tokk..


"Bell..." suara Reza di balik pintu.


kreeet...


"eh kenapa hujan ada di sini ? " tanya Bella melihat Reza yang basah kuyup.


"mobilku bannya kempes Bel.. di depan jalan sana.. aku sudah coba cari tambah ban gak ada.. Handphone ku mati." jelas Reza gemetar kedinginan.


Bella bingung, di hatinya masih enggan menerima Reza masuk. Tapi melihat sosok lelaki yang dia cintai kesulitan hatinya goyah.


"kamu duduk dulu, aku masak air dulu.. Nanti kamu mandi." tutur Bella melangkah masuk ke dapur.


Reza hanya berdiri di depan sofa, karna kalau dia duduk pasti basah pikirnya.


"kenapa diri aja.." tanya Bella dari dalam dapur.


"gak apa-apa Bel.. soalny basah badanku.." jawab Reza.


byuuurrr...


"mandilah dulu.. aku Carikan kaos ku untuk ganti kamu.." pinta Bella di anggukan oleh Reza.


byuurr... byuuurrr...

__ADS_1


Bella mencari kaos dan celana training untuk Reza.


"hmmm... mau gak ya pake ini, muat gak ya.. " pikir Bella.


"akh.. biar aja coba dulu.." guman Bella.


Bella membuatkan teh hangat dan cemilan.


kreeeat..


Bella menatap tubuh Reza yang berotot ****, dengan bulir bulir air sisa mandinya. Wangi sabun dan melihat lilitan handuk yang membuat Bella semakin menginginkannya.


"akh gila gw, sadar Bell.." tawa sinis Bella pada dirinya sendiri. Namun Reza mengetahui apa yang di pikir Bella, karna melihat wajah Bella yang memerah.


Reza mendekati Bella yang sedang salah tingkah.


"kenapa Bell.. " goda Reza.


" gak apa-apa, pakailah kaos tuh atau hoddie itu, itu ada celana itu aja yang besar.." tunjuknya ke atas meja. Ada tumpukan baju beberapa lembar dan sebuah celana.


"kayanya kurang hangat kalau pakai ini Bell.." senyum Reza memilih baju.


"ya cuma itu yang ada, abis itu minum tehnya biar hangat.." Bella yang masih merona tak melihat kearah Reza.


"ya udah gak usah pakai baju, minta peluk kamu aja boleh.." goda Reza tertawa genit.


Bella menatap Reza, Reza tersenyum. Bella hanya diam.


"pakailah baju itu Za.. masuk angin nanti kamu.." pinta Bella.


Reza memakai baju yang di berikan Bella dan meminum teh yang di sediakan Bella.


Reza mendekati Bella.

__ADS_1


"Bell.." panggil Reza. Bella menoleh sehingga bertabrakan bibir mereka. Reza begitu agresif, memegang pucuk leher Bella. ******* dan mengulum bibir Bella. Bella memejamkan wajahnya. Dirasakan tangan Reza yang dingin, tetapi ciumannya yang hangat.


__ADS_2