
Sinar Surya menembus mata.
Tanpa sadar Bella terlelap sepanjang jalan.
Perut terasah perih karna belum ada isi semenjak semalam.
Akh laparnya..
udah sampe mana ini..
Diliriknya luar jendela.
Bakso urat mas Yanto primadona ibukota.
Oh udh mau sampai ternyata.
Bella mengusap wajahnya.
Di keluarkan sebuah cermin kecil serta tisu.
Di tatap wajah yang penuh dengan make up yang luntur.
Dia tersenyum geli.
Merasa diri sudah seperti orang tak waras.
KACAU
Di raih ponsel yang sedari malam dia lupakan.
Di tekan tekan ternyata mati.
Yah sempurna sudah.. Dia tertawa sendiri.
Sesampai di terminal bus Bella menuju warung soto khas Lamongan.
Pikirnya isi perut dulu yang sudah mulai demo dan pusing sampai kepala.
Melahap soto dengan nasi hangat sampai perut kenyang adalah ide terbaik pikirnya.
__ADS_1
Setelah kenyang Bella menuju ke toilet umum.
Membersihkan dirinya.
Kini Bella menaiki kereta.
Tujuannya bukan kembali ke kontrakannya.
Di perjalanan dia sengaja tidak mengcharge ponselnya.
SELAMAT DATANG KOTA DEPOK
Bella meneruskan perjalanannya menuju Desa tempat dia di besarkan.
Dia bersandar di batu nisan sebuah makam.
"Mah.. Bella pulang.. Bella sudah bertemu dengan ayah.. Mah ayah tampan ya.." Bella mengusap air matanya. Mengelus batu nisan bertuliskan "Kartika binti Aziz".
"Mah.. Bella sudah menikah, Bella senang sekali mah. Suami Bella tampan seperti ayah mah.. " tawa Bella yang tertutup dengan air matanya.
"Mah,, dia juga sama kaya ayah. Suami Bella orang kaya mah, dia berbeda dengan kita." senggukan nafas Bella semakin berat menahan amarahnya.
Lama termenung Bella mengingat kembali ucapan alm. Mamanya tentang pertemuan dengan ayahnya serta keluarga ayahnya. Perdebatan hingga berakhir di campakan.
"Gak mah.. " Bella menggelengkan kepalanya.
"Bella gak mau hidup seperti Mama." Bella membulat kan tekadnya.
Setelah berpamitan Bella kembali ke kontrakannya.
Tak terasa waktu sudah menjelang sore.
berkeliling dari kota lain ke kota lain.
Bella kaget melihat sosok lelaki yang dikenalnya berdiri tegap di depan pintu kontrakannya.
Bella memalingkan wajahnya dan bergegas masuk seakan tak melihat Reza yang sudah berdiri disana sedari siang saat dia sampai ke Jakarta.
Di raih lengan Bella.
__ADS_1
Di genggaman erat.
Terasa panas wajah Bella seketika di tatap oleh Reza.
Bella tetap menunduk diam, begitupun dengan Reza yang terus menatapnya diam.
Bella menarik tangannya tapi semakin erat tangannya di genggaman.
"Auuw.." Bella meringis.
Reza seketika melepaskan genggaman tangannya.
Mengambil kesempatan Bella membuka pintu dan segera menutup kembali.
Pintu di halangi oleh tangan Reza.
Mata mereka bertemu.
Tanpa bicara tatapan Reza membuat Bella ketakutan.
Di dorong perlahan pintu oleh Reza.
Kini mereka duduk berhadapan di sofa.
Kesal, kecewa, marah dan cemas itu yang di rasakan Reza.
Di tatap lekat wajah perempuan yang dia cari cari sepanjang malam.
Puluhan bahkan ratusan kali dia menelepon.
Sampai subuh dia terbang langsung kembali ke ibukota.
Di harap Bella ada di kontrakan rumahnya.
Ternyata kosong.
Dengan berbagai macam perasaan dia menanti Bella di depan pintu.
Wajah kusut, rambut berantakan, baju yang sama seperti kemarin di gunakan.
__ADS_1
KALUT itu yang terjadi.