DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
OMBAK


__ADS_3

Aku baru sampai di rumah, di telpon Mama berulang kali memintaku segera pulang. Padahal Bella berkomunikasi biasa saja denganku, entah kenapa Mama memintaku buru buru pulang. Ada apa?


"Reza, cepat ke sini kamu!!!" bentak Mama melihatku berdiri di pintu.


Mama yang menangis di pelukan Papa membuatku kaget dan panik. Aku langsung masuk menghampiri mereka.


"Ada apa, Ma."


PLAK ...


Aku kaget bukan main, Mama menampar pipiku dengan sangat keras. Panas sekali rasanya. Aku baru sadar melihat Mas Gaga sekertaris sekaligus kuasa hukum Bella ada di antara kami.


"Ma, ada apa ini. Kenapa Mama marah seperti ini?," aku menoleh ke Mas Gaga. "Ada apa, Mas?". tanyaku.


"Baiklah, karna Tuan Reza sudah ada di sini. Sekarang saya bacakan kembali surat yang saya antar."


"Dengan ini,


Saya Bella Saphira selaku istri dari Reza Abraham Lincoln, mengajukan gugatan perceraian dengan alasan..


BLA ... BLA ... BLA ...

__ADS_1


Bagai terseret ombak di laut lepas, aku yang menganggap bahwa Bella baik baik saja dengan semua kenyataan ini. Dan malah berharap dia menerimanya karna sikap tenangnya terhadapku beberapa hari ini. Ternyata tidak di duga, ombak yang menghantam begitu besar.


Bukan negosiasi atau amukan yang ku terima. Bahkan bukan caci hina yang ku pikirkan, melainkan perceraian antara kami. Dengan cepat dia mengambil tindakan ini, perceraian kami sudah masuk ke pengadilan.


Aku segera mengambil ponselku, menelpon Bella berulang kali tanpa jawaban bahkan mengirimkan pesan untuknya.


Mama terus menangis menyalahkan aku atas semua ini. Benar memang aku yang salah.


"Reza, cepat telpon Bella minta dia kembali. Mama gak mau kehilangannya." tangisnya mengguncangkan tubuhku.


"Pa, benarkan firasat Mama kalau Bella pergi bukan perjalanan bisnis. Melainkan meninggalkan kita, Pa." Mama terus memukul dada Papa.


Sedangkan Papa yang diam saja tanpa sedikitpun melirikku. Wajahnya penuh rasa kekecewaan dan kepedihan.


Mencairkan hati Papaku yang dingin.


Aku harus fokus pada Bella untuk saat ini.


Setelah puluhan kali menelpon akhirnya dia menerimanya.


Jawabannya adalah hadiah pernikahan!. Apa pertemuannya dengan Clara yang membuatnya meninggalkanku, apa yang Clara bicarakan dengannya?.

__ADS_1


Clara berulang kali menelpon dan mengirimkan pesan padaku. Ini bukan waktu yang tepat untuknya.


"Bisa tidak kamu jangan menggangguku sepanjang hari. Diam dan diam, jangan menelpon ku lagi!!!." bentakan ku membuat kaget Mama.


"Siapa, Za." tanyanya penuh harap.


"Bukan siapa siapa, Ma." ucapku.


"Siapa lagi kalau bukan kekasihnya, lelaki dan perempuan samanya tidak ada harga diri. Entah dosa apa yang ku perbuat punya anak laki laki tercela." Papa pergi meninggalkan kami di ruang tengah.


"Maaf, Tuan. Tolong tanda tangani, semua proses dan prosedur sudah sesuai. Perceraian pun sudah di tahap akhir, kami tidak memerlukan Tuan untuk pengadilan dan segala proses. Silahkan." dia menyodorkan berkas yang akan membuatku dan Bella orang asing. Aku menatap dokumen itu dengan gamang, baru beberapa hari lalu aku menanda tangani surat pernikahan kami secara resmi. Kini surat perceraian pun harus ku tanda tangani.


"Tanda tangani, jangan terus menjadi lelaki pengecut dan serakah. Lepaskan Bella, dia juga butuh kebahagiaan bukan kalian saja yang ingin bahagia dan di mengerti. Masih tersisa kan harga dirimu sebagai lelaki, maka tanda tangani lah." ucap Papa mengambil dokumen di tangan Mas Gaga dan menyerahkannya padaku.


"Tapi Pa.." rengekan Mama menahan tangan Papa.


"Lepas, Ma. Kita sudah terlalu banyak melukai Bella. Apa belum cukup membuatnya menderita setelah hari pernikahannya?." Papa menatap mata Mama dengan tajam, membuat Mama melepaskan tangannya.


"Tanda tangani, sekarang!." bentaknya padaku.


"Aku tidak bisa melepas Bella, Pa. Aku mencintainya." lirihku memohon pada Papa.

__ADS_1


"Tidak malu kamu bilang cinta, tanda tangani atau angkat kaki dari semua aset atas namaku." ancaman Papa bukan main. Aku kaget dengan tekadnya memisahkan aku. Benar kata Papa aku terlalu banyak melukis luka untuk Bella.


__ADS_2