DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
DURI Dalam daging


__ADS_3

Glen memejamkan mata.


Dengan lantang menjawab.


"Lo gak ada hubungan ma dia, gw single dia single. Sekalipun Lo ada hubungan sama dia, itu juga gak mungkin kan.."


bruuuk..


Reza tak tahan.


Melempar file di tangannya ke atas meja membuat Glen kaget.


"Maksud Lo kalau pun gw ada hubungan ma dia, Lo akan tetep mendekati dia?" Reza menekankan kata Lo dalam ucapannya.


Glen yang sudah kehilangan kendali karna tak tahan dengan sikap dingin Bella, semakin hari semakin membuat Glen penasaran.


Entah cinta atau ambisi yang pasti Glen bukan tipe cowok yang suka penolakan.


Sekalipun dia tak pernah di tolak.


Karna penolakan Bella membuat harga dirinya terluka.


"Lagi pula Lo main main sama dia, dan gw juga sama, apa salahnya coba Za.." santai mengangkat kedua tangannya.


Reza sudah tak tahan ingin melanjutkan ucapannya..


Tok...tok..


Sekertaris Reza meminta Reza masuk meeting room.


"Nanti kita lanjut lagi Glen.."


Reza melangkah meninggalkan Glen.


Dalam pikiran dan hatinya tak menyangka bahwa sahabat yang selama ini selalu bersamanya malah akan berebut istri dengannya.

__ADS_1


Reza rencana akan menceritakan pernikahan mereka kepada Glen, tapi di pupusnya.


Dengan ucapannya tadi, Glen tak mungkin mendukung mereka.


Malah mungkin akan menghancurkan segalanya.


Reza paham sifat Glen yang ambisius dan tidak menerima penolakan maupun kekalahan.


Itulah yang membuat mereka bersahabat.


Tapi Reza tak menyangka sifat yang dia puji malah akan menyerah dia sendiri.


Reza menelpon Bella di ruang tunggu.


kriing..


"ya halo.." Suara Bella di ujung telepon.


"sayang aku kangen,.."


Mendengar ucapan Bella, Reza tersenyum rasa kesal yang di rasakan hilang seketika.


Mungkin begini rasanya pacaran dalam ikatan halal.


Reza yang terlihat senang sehabis bercerita kepada istrinya tentang segalanya disini.


Dilirik sekertaris nya.


"Maaf pak, mas Glen masih di kantor."


Reza teringat kembali ucapan Glen.


Ntah dari mana pikiran buruk Glen kini.


Reza semakin bertekad untuk tidak melepas Bella dan berusaha mengakhiri pertunangannya.

__ADS_1


"Lo masih disini Glen ?" Reza melangkah ke kursinya.


"Semalem Lo bilang gak bisa lama Disni, anter file langsung terbang lagi.." ledek Reza.


Glen hanya diam menatap Reza.


"Gw lagi gak mood ni Za di Jakarta. Setiap hari ketemu si Bella tapi di cuekin mulu." mendengus Glen.


Kekecewaan di wajahnya nampak jelas.


Reza hanya tersenyum.


"Lo mau tau kenapa dia gak respon Lo ?" Reza melirik Glen.


Glen mendongak dan mengangguk.


"Karna Bella milik gw." tawa santai Reza kembali duduk di kursinya.


Glen nampak tak percaya.


Glen mendecit.


Reza hanya tertawa kecil.


"Ucapan Lo tuh tadi nyakitin gw tau gak Glen.. Gw anggap Lo saudara gw, eh Lo malah bilang mau ngerebut Bella." Reza menggelengkan kepalanya.


"Gw sama Bella itu udah menjalin hubungan bro.. jadi dia gak akan respon Lo."


Glen kaget.


"Lo yakin Bella akan diem saat dia tau Lo udah tunangan?" Glen mencoba menyelidiki perasaan Reza.


"Dan.. Bella udah tau gw punya tunangan dan siapa gw."


Glen terdiam.

__ADS_1


"Gw gak mau dan gak berharap ada duri dalam daging ya Glen, apa lagi cuma masalah wanita. Gw harap Lo ngerti, mungkin selama ini gw selalu ikutin mau Lo. Tapi kali ini gw tegasin sama Lo, jangan ikut campur urusan gw.. please okey.."


__ADS_2