DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
TIDAK PERCAYA


__ADS_3

Brak..


Davina melempar tas di tangannya.


Davina mendengar semua ucapan Papa Surya di pemakaman. Dia sengaja mengikuti Papa karna takut Papa bertindak yang tidak di inginkan.


"Ini gak mungkin. Kenapa bisa begini. Aku harus cari kebenarannya. Gak mungkin Mama.."


Davina menangis.


Davina mengingat beberapa sahabat lama Papa yang pernah bertemu dengannya. Dan sempat menganggap dia adalah anak Kartika.


"Aku harus kesana."


Davina bergegas pergi.


***


Bella menangis tersedu sedu.


Bagaimana bisa dia mendengar semua ini. Kebencian yang tertanam di hatinya harus tergoyahkan karna ucapan tersebut.


"Apa bener kata Mama, kalau Papa adalah orang baik. Aku harus percaya dengan itu Mah ?"


"Aku gak bisa terima Mah, luka yang ku terima begitu pedih. Aku gak bisa dengan semua ini."


"Mah, tolong jelaskan padaku." teriak Bella.


Bella meringkuk dalam pelukannya.

__ADS_1


Ketidak percayaan melanda hatinya. Kemana dia harus mencari kebenarannya.


Bella yang sudah menjadwalkan hari ini datang berkunjung ke makam Mamanya gagal karna mendengar curhatan Papa Surya disana.


Pria yang membuatnya luka.


Pria yang ingin di bencinya selama ini.


Walau Bella tak pernah benar membencinya. Tapi dia menjadikan rasa bencinya semakin membuat dia kuat dalam kehidupan nya.


Tok tok tok


Tante Rina masuk ke kamar Bella. Melihat keponakannya nangis saat masuk rumah, membuat Tante Rina cemas.


"Sayang ada apa ?" Tante mengusap kepala Bella.


"Kenapa kamu bertanya soal itu Bell ?" Tante Rina kaget mendengar ucapan Bella. Kenapa tiba tiba menanyakan itu.


"Jawab Tan, Tante pasti tau." pinta Bella.


Tante Rina menatap penuh wajah Bella.


Ada apa gerangan sampai Bella bertanya hal tersebut.


"Apa yang kamu dengar di pemakaman Bell ?" Tanya Tante.


Bella memeluk Tante Rina. "Bella melihat dan mendengar Papa menangis di hadapan Mama, bersimpuh memohon ampun." tangisan Bella kini meledak.


Tante Rina kini tau penyebab dari pertanyaan Bella.

__ADS_1


Tante menjelaskan tetang kisah mereka. Tapi tidak dengan Mama Melati. Tante hanya menceritakan kisah cinta dan keromantisan Papa dan Mamanya saja.


Bella mengangguk sambil menangis. Begitu mereka saling tulus mencintai.


"Lalu kenapa dengan Tante Melati Tan ?" Pertanyaan Bella membuat mata Tante membulat. Kaget kenapa Bella tau tentang Melati.


"hmm Melati adalah istri kedua Mas Surya. Mamanya Davina, ada apa Bell ?" Tante tak ingin menjelaskan tentang Melati. Karna sangat menyakiti hati. Dan Tante tak Ingin Bella merasa sakit hati.


"Aku dengar, Papa menyebut Melati sudah tiada. Belenggu ku sudah lepas. Apa maksudnya Tan ?" Bella terus memaksa Tante bercerita.


Tante Rina yang semakin kaget dengan ucapan itu hanya diam.


Apa mas Surya bisa kembali seperti dulu. Alangkah baiknya jika seperti itu.


"Tante tidak tau, coba kamu tanya Papa mu nanti jika sudah ada kesempatan ya Bell.." Tante mengusap punggung Bella. Bella diam dengan kekecewaan.


Bella yakin Tante tau, tapi Tante tak ingin Bella tau. Tante Rina menyembunyikan sesuatu darinya. Bella mengerti mungkin terlalu berat jika dia terima kenyataan ini, dan lebih baik pelaku sendiri yang menjelaskan.


Bella mengangguk.


Hari ini semua hati sedang di rundung pilu.


Bella dan Davina yang mendengar langsung ucapan Papa Surya di penuhi rasa kalut.


Davina sudah mendapatkan informasi yang di inginkan.


Walau harus berdebat dengan beberapa sahabat Papa dan bahkan bertemu dengan sahabat Mama Kartika. Tapi Davina puas. Jawaban atas pertanyaan nya semua terungkap.


Betapa kejam kenyataan yang harus dia terima.

__ADS_1


__ADS_2