DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
AIR MATA


__ADS_3

Aku punya sejuta alasan untuk melepaskanmu..


Tapi tidak ada satu alasan untuk berhenti mencintaimu..


Bella terbangun dari tidurnya.


Sakit di kepalanya membuat dia terbangun.


Merayap mencari obat.


Bella terkejut melihat Reza yang tertidur pulas di sofa.


Ditatap lelaki itu dari kejauhan.


Sayang.. aku hanya ingin mencintaimu..


Aku tak mampu memilikimu..


Bella mengusap air mata nya.


melangkah masuk dapur memasak air.


cetrek..


Suara bunyi kompor membangunkan Reza.


Menguap dan mengeliat.


Bella melirik Reza yang sedang melakukan ritual bangun tidur.


Senyum mengembang di wajah Bella seketika redup saat bertatap mata dengan Reza.


Reza melangkah mendekati Bella.


Di raih pinggulnya dengan dekapan lembut.


"Sayang.. aku minta maaf ya.. aku benar benar bodoh. Tapi aku lega kamu gak kenapa-kenapa."


Suasana romantis hancur saat bunyi perut keroncongan Reza.


Membuat Bella tertawa ringan seketika di sambar bibirnya oleh Reza.


Bella menolak dan mendorong Reza.

__ADS_1


Entah apa sebabnya Reza malah semakin kuat memaksakan ciuman panasnya sendiri.


Bella sudah kehabisan nafas, di injak kaki Reza sekali hentakan membuat Reza sadar.


"Gila ya Lo.. abis nafas gw.." Bella mengusap bibirnya.


"Maaf maaf sayang.. aku lupa.." Reza meraih tangan Bella di kecup lembut punggung tangannya.


Bella menarik tangannya dan mengambil gelas berisi air hangat.


Melangkah masuk ke kamar.


Di ikuti oleh Reza.


Bella duduk di tepi kasur.


Menatap Reza yang mengikutinya.


"Ngapain ikut masuk?"


"Aku laper Bell.. cari makan yuk, apa kamu punya makanan apa aja gitu.."


Wajah Reza memang terlihat sedikit pucat.


Hati Bella sedikit tergerak, namun di hentikan.


"Ada mie instan di laci dapur sama telur di kulkas.. masak aja sendiri.. Gw mau tidur.."


Bella merebahkan tubuhnya.


"Kamu gak mau makan ?" Reza mendekat membelai pipi Bella.


Bella menepis dan memejamkan matanya.


Reza meraih bekas obat yang di minum Bella.


"Kamu sakit kepala sayang.. udah makan belum.. ke rumah sakit aja yuk.." Reza panik karna tubuh Bella hangat.


Namun sebenarnya yang hangat adalah tubuh Reza. Bella merasakan tubuh Reza yang mendekap tubuhnya tadi sedikit panas.


"Ya sudah kalau kamu mau istirahat, aku jaga kamu disini ya.. kalau ada yang gak enak bilang ya.. kita kerumah sakit aja.." Reza mengecup kening Bella. Dan membaringkan tubuhnya disisi Bella.


Bella yang langsung tertidur begitupun dengan Reza.

__ADS_1


Tiba tiba kasur bergetar.


Bella bangun dan panik.


Ternyata Reza yang sedang merintih kesakitan.


Tubuhnya panas dan wajahnya memerah.


Bella bangkit meraih ponsel Reza.


Di tekan nomor darurat.


Selang beberapa waktu.


Glen.


Tok tok tok..


"Masuk lah Glen.. Reza di dalam.."


Glen mengangguk dan melangkah masuk.


Glen menatap lekat tubuh Reza yang sedang di kompres.


Ada dua baki yang berisi air.


Pakaian Reza sudah di ganti dengan piyama.


Glen melirik Bella yang melangkah mendahului Glen.


"Gw sudah basuh tubuhnya, demannya pun sudah menurun.." Bella menjelaskan sambil merapikan baki baki yang berisi air.


"Lo gendong aja, bawa ke rumah sakit. Soalny gw gak kuat dan juga disini cuma ada Paracetamol takutnya dia memerlukan obat lain."


Bella berhenti dan mengingat bahwa semalam Reza belum makan langsung tidur di sampingnya.


Glen menggendong Reza yang tak sadarkan diri.


"Lo gak ikut ?" Glen melihat Bella yang hanya memakai piyama.


Bella menggelengkan kepalanya.


"Kalau nanti dia sadar tanya Lo gimana ?" bujuk Glen.

__ADS_1


__ADS_2