DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
KESAN PERTAMA


__ADS_3

Sungguh pemandangan yang indah.


Tinggi semampai.


Dengan wajah yang cantik terbalut make up yang sangat sempurna.


Lenggokkan langkahnya bak seorang ratu turun dari tahtanya.


Bella tak mampu mengalihkan perhatian.


Di tatapnya dengan kagum sang mempelai dari atas sampai kebawah.


Dengan balutan gaun silver yang elegan nampak tambah high class dengan paduan crown yang mungil yang tak kalah mewah.


"Hai Za, I Miss you sooo much." di peluknya lelaki di sebelahnya dengan sangat mesra.


seketika membara dada Bella melihat sosok wanita yang beberapa menit lalu di kaguminya.


Apa apaan dia, maen peluk aja suami gw..


Reza melirik Bella dengan sedikit jail Reza memeluk tubuh Davina.


"I Miss you too.." Reza melirik dengan senyum ke arah Bella yang sedang memalingkan wajahnya dengan rona merah cabai.


Gemes bgt liat kamu cemburu gitu Bell..


"Happy ya.. langgeng sampe ajal menjemput.." Reza melepas pelukannya.


Reza yang selama ini menganggap Davina adiknya tak canggung memeluk tubuhnya di depan semua orang.


Davina tersipu dan mengangguk.


Mama Syarina dan papa Abraham pun saling memeluk dan mendoakan mempelai.


Selanjutnya Glen memperkenalkan Sisi pada Davina.


Membuat Bella semakin geram.


Loh gw dari td gak ada yang ngenalin?


Dia malah cengengesan gitu..


iya lah mungkin nyesel liat mantan tunangannya cantik bgt kaya gtu..


Bella mengenggam erat tangannya.


Malu, kesel, sedih semua rasa kecewa bercampur.


Gak ada yang anggap gw disini...


Reza mendekat dan memeluk Bella.


Bella kaget dan menatap Reza.

__ADS_1


"Dav.. ini calon istriku.." Reza memapah Bella mendekat. Karna sedari tadi Bella terus mundur teratur.


Semua anggota menoleh ke arah Bella.


Davina mendekat di rangkulnya tubuh Bella.


"terimakasih sudah datang dan memberi doa kepada ku.. semoga kalian cepet nyusul ya.." Davina melepas pelukannya.


Bella hanya diam dan mengangguk.


"Kamu kenapa? bukan berbaur aja malah mundur teratur gitu.." ledek Reza.


Tak ada jawaban dari Bella.


Reza menoleh kearah sebelahnya.


Reza kaget melihat Bella yang meneteskan air mata.


"kamu kenapa Bell.. ?" Reza menggenggam bahu Bella.


"aku mau pulang.." Entah kenapa perasaan Bella gak nyaman dengan kondisi ini.


Dari awal bertemu ayahnya.


Seolah perasaanya bercampur aduk.


Melihat perlakuan ayahnya yang lembut dan penuh kasih terhadap Davina.


Melihat banyak tatapan tak suka terhadap dirinya.


Minder* !


Ya itu mungkin yang di rasakan Bella.


Sambutan hangat dari keluarga Reza terasa asing. Seolah perasaanya tak tulus.


Netthing !


Mungkin.


Karna selama ini Bella hidup dengan perasaan. itu. Bella yang menjauh dari kerumunan.


Bella yang menjauh dari kekeluargaan.


Bukan menjauh.. akan tetapi dia tak memiliki keluarga selain ibu dan ibu asuhnya.


Walau tinggal di panti.


Tapi panti yang di tempati Bella bukan panti asuhan anak yatim. Melainkan penitipan anak.


Mereka hanya tinggal sesaat keluarga mereka sibuk. Bukan tidak memiliki keluarga seperti dirinya.


Reza tak paham dengan Bella.

__ADS_1


Reza berpikir semua perlakuan anggota keluarganya gak ada yang aneh.


Kenapa dia pengen pulang.


"kamu kenapa sayang.. kan baru mulai acaranya.. ada yang gak nyaman ?" Reza mencoba menenangkan Bella.


Karna jika dia pergi sebelum acara di mulai.


Malah akan meninggalkan kesan tak baik untuk Bella di hadapan keluarga serta kerabat yang hadir.


Bella menatap mata Reza.


Bella mengetahui apa yang di rasakan Reza.


Bimbang.


"aku gak apa apa.. " jawab Bella. Bella tau Reza gak mungkin pergi gitu aja.


"kamu serius sayang.."


Di anggukan Bella.


"oke kita ke sana ya.. kamu bisa duduk santai sama Sisi ya.." Reza menggandeng lengan Bella.


Sesekali langkah nya terhenti dengan sapaan ramah tamah dari para tamu yang mengenal Reza.


Banyak gadis yang berpendidikan tinggi, latar belakang luar negri.


Dengan paras cantik dan seksi.


Tidak sedikit dari mereka menggoda Reza.


Tidak ada respon lebih dari senyum yang Reza berikan.


Perjalanan yang melelahkan seumur hidup Bella. Berpura-pura senyum menawan, dengan berdiri tegak di sisi Reza. Membuat mual perutnya.


"Bell, duduk sini.." panggil Sisi.


Bella menoleh temannya itu.


Di tatap dan dia anggukan ajakannya.


Bella memandang Sisi yang seakan terbiasa dengan suasana ini.


Gak ada canggung di antara orang yang berkuasa ini. Laah coba semua yang hadir petinggi daerah, pengusaha dan jajaranya.


Sedangkan Bella hanya seorang karyawan.


"loe kok bisa santai banget disini.." Bella menatap Sisi.


Sisi tersenyum.


"nanti gw kasih tau ya.." Sisi menyentuh tangan Bella. Bella mengangguk.

__ADS_1


Ya memang kurang tepat waktunya.


__ADS_2