
Aku benar benar syok mengetahui bahwa begitu kejamnya Reza dan Clara. Apakah mereka pantas di anggap sebagai orang tua?.
Tubuhku lemas sudah tidak ada tenaga sama sekali. Beberapa kali Mas Gaga menelpon ku, bahkan Mama dan Papa Abraham sudah berulang kali menelpon. Pasti mereka ingin memastikan kebenarannya.
Apa mau mu, Za? Bukankah Edward putramu! Kenapa kamu tega membuka aibnya kepada semua orang!!!
Aku samar mendengar Freddy menerima panggilan dari suamiku. Tak lama suamiku sudah ada di hadapanku. Dia memeluk erat tubuhku yang terasa tidak bernyawa.
"Tidak apa, sayang. Mas akan tangani semuanya. Kamu jangan seperti ini, nanti Dede di perutmu sedih. Jangan pikirkan ya, sayang. Ini bukan masalah besar, sayang." dia membisikan kata kata di telingaku. Benar, aku tidak boleh drop. Di dalam perutku ada anakku dan Mas Gaga, juga adiknya Edward.
Dia mengendong ku masuk kamar, mengusap kepalaku sambil terus berbicara yang membuat hatiku tenang hingga terlelap.
****
"Maafkan kami, Mas. Kami gak tau kalau Mbak Bella sedang hamil muda. Kami juga gak tau kalau Mbak Bella memang belum tau masalah ini." Freddy menunduk.
"Tak masalah, Fred. Cepat lambat Bella pasti tau walaupun aku berusaha menutupinya. Masalah ini memang sedang aku tangani, kasusnya sudah aku serahkan ke pihak yang berwajib." ucapku sambil melirik sekitar.
"Edward di mana?." tanyaku pada mereka.
"Edward tertidur bersama Mikola, Mas." ucap Miranda. Aku mengangguk.
"Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkan anakku jatuh ke tangan lelaki yang tak bermoral itu." ucapku dan di anggukan oleh mereka.
"Apa yang bisa kamu bantu, Mas?. Apapun itu, bicarakan saja kami pasti bantu, Mas." ucap Freddy dengan kesungguhan.
"Ada yang perlu kalian lakukan jika memang benar ingin membantuku. Tapi itu akan mengorek luka lama kalian dan bahkan Mikola akan ikut terbawa." ucapku menjelaskan karna tidak mungkin bisa menyembunyikan Mikola jika kasusnya di buka.
"Kenapa Mikola terbawa, Mas!. Bagaimana maksudnya?." Freddy nampak panik dan Miranda sedikit cemas.
__ADS_1
"Tidak parah, aku hanya butuh kesaksian kalian tentang perbuatan mereka berdua saat kasus Mikola, itu saja." ucapku. Tanpa penjelasan aku yakin mereka tau maksudku.
Mereka merenung dan saling menatap.
"Aku tidak memaksa kalian, bagaimana pun saat ini kehidupan kalian sudah lebih baik. Jadi jangan sampai membuat keruh lagi. Aku bisa mengatasinya, aku hanya minta tolong dampingi Bella untuk sementara ini, Miranda."
Aku tidak ingin mereka terlibat, aku tahu bagaimana rasanya jika aib anak kita di pertaruhkan. Apalagi mengingat perlakuan mereka terhadap Mikola saat itu. Ah aku sungguh tidak berpikir, kalau mereka sama sekali tidak ada niat berubah dalam hidup.
"Kami mau bantu, Mas. Edward sudah aku anggap anak sendiri, sungguh tidak rela jika harus menderita seperti ini. Di saat aku memperjuangkan Mikola, kalian membantuku dengan tulus. Bahkan aku berulang kali melihat Mbak Bella menangis. Sudah banyak air mata kalian untuk orang seperti mereka. Apapun resikonya kami akan tanggung bersama." Freddy mengenggam tanganku. Aku mengangguk dengan senyuman.
"Terimakasih, Freddy." aku menepuk tangannya.
"Mas kapan berencana membuat perhitungan?." tanya Miranda.
"Secepatnya, aku sudah mendaftarkan berkas ke persidangan dan beberapa bukti lainnya. Tapi aku masih takut jika nanti Bella harus jadi saksi, kondisinya kurang baik." aku tidak cemas sidang ini gagal atau kalah. Yang aku cemaskan kondisi Bella yang sedang hamil. Kehamilan pertamanya mengalami kesulitan, kini yang kedua pun setelah dia hidup denganku entah kenapa dia harus merasakan pahitnya juga.
Aku sungguh lelaki tak kompeten membuat istri dan anak anakku mengalami ini.
Aku mengangguk angukan kepala, memikirkan bagaimana caranya agar Edward terhindar dari desas desus ini. Belum saatnya dia tau masalah ini, mentalnya masih terlalu rapuh.
"Aku bisa meminta hak agar Edward tidak datang di pengadilan." ucapku.
"Bagus kalau gitu, bagaimana jika Edward pulang ke rumah kami untuk sementara, Mas." Miranda memberikan saran, sementara memang ini jalan terbaik. Tapi aku tidak tau harus bicara apa dengan Edward. Edward lebih peka, dia akan tau jika ada masalah. Apalagi nanti saat dia tau, Mommy nya tidak ikut bersamanya.
"Biar ku pikirkan." ucapku.
Aku meminta mereka bersikap biasa saat nanti Bella ataupun Edward bangun.
Aku dan Freddy mulai menyusun beberapa berkas yang pernah kami gunakan saat memperebutkan Mikola.
__ADS_1
Dan beberapa bukti yang ku dapat tentang Reza dan Clara akhir akhir ini.
Aku beruntung, banyak rekan yang membantuku memberikan bukti apapun yang bisa memberatkan Reza di pengadilan nanti. Mereka banyak mensuport kami.
KRING ....
Aku melihat ponselku berdering berulang kali dari Om Abraham.
Aku tahu apa yang mereka ingin dengar.
"Siang, Om. Ada apa ?"
Aku mendengar suara mereka yang bergetar, entah senang atau apa. Aku sungguh malas meladeninya, bukankah Reza bersama mereka. Untuk apa mereka menanyakan hal ini kepadaku.
"Maaf, Om. Silahkan tanya langsung pada putra anda, Reza Abraham Lincoln yang terhormat. Untuk selanjutnya akan kami sampaikan di pengadilan dengan sangat jelas. Terimakasih."
Aku sudah enggan menambah pikiran apapun, kini prioritas ku adalah kesehatan Bella dan juga ketenangan Edward putraku.
Jika saja Bella tidak harus menjadi saksi, maka akan lebih baik mereka ku kirim berlibur di negara Miranda. Tapi sayangnya, Bella selaku ibu kandung harus ada di persidangan nanti. Tapi sebelum itu, aku bisa melakukan penuntutan terhadap Reza dan Clara untuk kasus penyebaran informasi dan pencemaran nama baik terlebih dahulu.
"Miranda, siapkan tempat untuk Edward dan Bella berlibur di tempatmu. Nanti aku akan bicara dengan Bella mengenai ini. Sementara ini aku akan menyelesaikan satu kasus dulu dan biarkan mereka menenangkan pikirannya disana." ucapku pada Miranda. Miranda langsung mengangguk dan pergi menelpon. Mungkin mengatur tempat untuk istri dan anakku di sana.
"Mas, aku akan disini membantumu." ucap Freddy.
Aku mengangguk.
Davina, Rico, Sisi dan Glen pun berdatangan kerumah dengan ekspresi wajah yang sama, kaget.
Tante Rina menelponku menyanyakan kabar Bella dan Edward.
__ADS_1
Aku hanya menjelaskan sepintas dan aku hanya bilang agar mereka hadir ke persidangan jika ingin tau lebih lanjut. Tak lupa aku berpesan agar tidak menyebutkan apapun di hadapan Bella apalagi Edward. Bersikap biasa saja itu yang ku minta.