
Nama yang asing di telinga Reza.
Dia menatap wanita yang di cintanya begitu menikmati makan malamnya.
Dengan percaya diri Reza melahap sate Padang pertamanya.
Leap...
lumayan juga, kayanya dari daging sapi.., pikir Reza.
"kamu makan lambat banget Za, nanti aku habisin ni satenya.." celoteh Bella melahap satenya.
Reza tertawa.
Mulut mungilnya penuh dengan makanan, di kunyah nya dengan lahap.
"kalau kamu kurang, tambah lagi aja sayang,, " tawa Reza.
"hmm.. " jawab Bella.
Reza menyuapi Bella. Bella dengan senang hati melahapnya.
Mereka selesai makan.
"Uda.. bungkus 1 porsi ya sate aja.." pinta Bella.
Reza mengangkat alisnya dan tersenyum.
"untuk nyemil di jalan, " tawanya malu, Bella melangkah masuk mobil meninggalkan Reza membayar satenya.
"ni sayang.." Reza menyodorkan bungkusan.
"makasih.." Bella cengengesan.
Mereka melanjutkan perjalanannya.
Sambil berbincang dengan saling menggoda dan bermanja.
Tiit..tiit..tiit...
Reza memarkirkan mobilnya di depan sebuah villa besar. Dengan pelan Reza keluar mobil.
Reza mengangkat istrinya yang sedari tadi tertidur.
kekenyangan rupanya dia, gampang sekali tidur.. tawa Reza menatap wajah wanita yang di gendong dengan gaya bridal style.
Reza sudah menitip pesan pada bibi yang menjaga villa bahwa hari ini dia akan datang.
Reza meminta di bersihkan dan di siapkan perlengkapan makanan disana.
__ADS_1
kreeet..
Reza memasuki kamarnya di lantai dua.
Membaringkan tubuh Bella di atas kasur dengan lembut.
hmmm.. guman Bella.
Reza menatap wajah cantik Bella.
kamu menyiksaku Bell.. colek hidung Bella.
Reza keluar mengunci pintu depan.
kreet...
Reza kaget melihat wanita yang di baringkan nya tak ada di atas kasur.
"Bell.. Bella.." Reza mencari Bella.
byuuurrr...
akh.. di dalam kamar mandi ternyata.. lega Reza mendengar suara air.
Reza berdiri di balkon, menatap indah lampu lampu dari kejauhan.
Dingin menyayat.
Sungguh romantis.
Suara jangkrik menambah irama indah keromantisan.
"Za.. dingin di luar.." ujar Bella memakai jaketnya.
" iya tapi indah Loch.. liat bintang di atas sana, dan lihat lampu di kejauhan sana.." tunjuk Reza.
Bella berdiri di samping Reza.
Menatap kagum suasana malam yang cerah.
"kencan pertama kita ya Za.." guman Bella pelan.
Tapi terdengar jelas oleh Reza.
"bukan kencan sayang,." Reza memeluk tubuh Bella dari belakang. " aku maunya ini malam pertama kita.." mencium rambut dan menyandarkan kepalanya di bahu Bella.
Deg..
Pikiran Bella kalang kabut.
__ADS_1
argh.. malam pertama.. aku belum siap.. pekik Bella.
"bolehkan sayang.." Reza membalikkan tubuh Bella, mengecap bibir ranum Bella yang dingin.
Bella mendorong Reza.
Reza kaget.
"kenapa sayang.." Reza bingung kenapa Bella mendorongnya.
"aku belum siap.." Bella menunduk malu dengan wajah memerah.
Reza tertawa genit.
"kamu terima aja ya, aku yang berusaha.." goda Reza.
Memeluk Bella.
Mengecup bibirnya dengan lembut dan penuh gairah. Bella mengikuti nalurinya.
Merangkul pundak Reza.
Membalas ciumannya.
hah...
Nafas Bella tertahan.
Tangan Reza sudah menggeriliya ke arah bawah.
Menikmati setiap inci tubuh Bella.
Reza menggendong Bella ke kamar dengan Maco ala bridal style dan membaringkan tubuhnya di kasur.
Reza melepas setiap helai kain yang menutupi Bella.
Bella memejamkan matanya.
Wajahnya sudah di penuhi gairah.
Sesekali Reza membungkam mulut Bella dengan kecupan.
Erangan Bella membuat Reza semakin liar.
Reza menanggalkan pakaiannya.
Reza tersenyum melihat Bella yang sudah tak tahan dengan permainannya.
******* Bella semakin keras.
__ADS_1
"panggil namaku kalau kamu sudah siap sayang.." ucap Reza memainkan inti Bella.
Merah dengan rambut tipis yang indah.