
Setelah berbincang dengan Davina.
Sedikit demi sedikit Davina mulai membuka dirinya.
Sedikit bercerita kenapa dia harus berakhir mengejar Reza.
Davina sempat di buat terkejut dengan sikap Bella. Setelah mendengar dia akan merebut Reza, Bella hanya tersenyum.
Membuat Davina merenung sepanjang perjalanan pulangnya.
***
Bella kaget saat membuka pintu kamarnya.
Ada sosok lelaki yang sudah hampir beberapa Minggu tak di sentuh dan menyentuhnya.
Ya suaminya Reza Abraham Lincoln.
Sang suami sudah duduk di tempat tidurnya. Dengan bersandar pada sandaran kasur sambil tersenyum menatap Bella yang kaget di buatnya.
"Kapan kamu sampai mas ?" tanya Bella yang sedang mengeringkan rambutnya. Dengan masih memakai handuk di dadanya.
"Tadi sore, kekantor sebentar langsung kesini." ucap Reza.
"Duduklah sini sayang, aku bantu keringkan rambutmu." pinta Reza sambil menepuk kasur di dekatnya.
Bella melangkah mendekat. Duduk di hadapan Reza.
Di raih handuk di tangan Bella, di usap lembut setiap helai rambut Bella.
Aroma sabun dan sampo khas tubuh Bella membuat Reza tambah merindukan sentuhan tubuhnya.
__ADS_1
"Aroma tubuhmu bikin candu sayang." gumam Reza.
"Kamu kira aku narkoba, di bilang candu." Bella melayangkan cubitan di perut Reza.
Di peluk pinggang Bella yang ramping. Di susup leher Bella dengan kepalanya. Sesekali di hisapnya.
"Kamu mah modus mas, bilang mau bantu mengeringkan rambut nyatanya yang lain di kerjain." Bella mendorong kepala Reza yang sedang asik mengecup leher Bella.
Reza tertawa. "Masih harus modus lah buat dapat sesuatu sayang, toh kamu kalau gak di modus susah ngasih." Reza mengusap rambut Bella dengan kepalanya.
"Emangnya kamu gak capek apa mas, abis dari luar kota terus kerja sekarang mau ngerjain aku." lirih Bella menahan geli di sekujur tubuhnya.
Reza mengigit gigit kecil di punggung Bella. Membuat Bella membusungkan dadanya.
"Kamu mau bukti ? Walau capek tapi rasa rindu ini sudah tak tertahan sayang." bisik Reza di telinga Bella.
Bella tertawa "Melankolis sekali kamu mas."
Wajah Bella memerah.
"Mas" lirih Bella.
Reza membalikkan tubuhnya. Melepas handuk yang di tahan oleh tangan Bella. Dengan mengedipkan sebelah mata Reza melepas genggaman handuk Bella.
Bella menggeliat. "Bukan bayi tapi masih mimik susu". lirih Bella.
Reza tersenyum. "Masa perkembangan sayang." ucapnya.
Bella memejamkan matanya. Menikmati setiap sensasi yang dirasakannya.
Reza membuat titik titik merah di setiap area yang dia singgahi. Menandakan kepemilikannya.
__ADS_1
Di baringkan tubuh Bella yang sudah gemetar menikmati setiap sensasi kenikmatan yang dia rasakan.
Di sentuh inti Bella dengan jari jari jahil Reza.
Di maju mundurkan jarinya kedalam inti Bella.
Bella mengeliat menggigit bibir bawahnya.
Di raih bibirnya dengan bibir Reza.
Di nikmati setiap hisapan bibirnya.
Bella mengigit bibir Reza dengan kasar. Menandakan bahwa dia sudah siap menerima serangan.
Reza menanggalkan pakaiannya.
Di arahkan senjatanya ke inti Bella.
Dengan gerakan perlahan namun pasti.
Dua insan di Landa rindu menikmati malamnya.
Dengan erangan serta ******* panjang memanaskan suasana malam yang dingin.
Peluh keringat membasahi keduanya.
Pautan bibir mereka dalam setiap kegiatan penyatuannya.
Sensasi kedutan di sekujur tubuh Bella terus menginginkan lebih. Meminta segera di akhiri dengan sensasi yang luar biasa.
Hujan di luar tak terasa dingin di dalam.
__ADS_1
Aroma hangat pertempuran mereka memenuhi kamar. Pengantin baru yang harus terpisah jarak di satukan waktu.