
IGD Rumah Sakit Sentosa
Glen sedang menelpon Papa dan Mama Abraham.
Kondisi Reza lumayan parah.
Peradangan membuat demam di tubuhnya naik turun.
Dehidrasi yang memperparah kondisinya.
Dokter dan para perawat sedang memasang set infus dan memberikan pertolongan pertama kepada Reza.
Tak berapa lama, Reza di pindahkan ke ruang perawatan.
VVIP kamar Mawar
Kreet...
Glen bangkit dari duduknya.
Papa dan Mama Abraham masuk dengan tergesa-gesa.
Mama langsung menuju Reza berbaring.
Dengan wajah sendu di usap lembut wajah anak kesayangannya.
Papa Abraham menghampiri Glen.
"Gimana kata dokter Glen.." Papa Abraham duduk di sisi Glen.
"Kata dokter peradangan serta dehidrasi aja Pa.."
Papa menganggukkan kepalanya.
"Kenapa bisa peradangan Glen ?" Mama menimpali ucapan Glen.
"Peradangan akibat telat makan dan banyak minum alkohol Ma.." jawab Glen sesuai perkataan dokter.
"Dokter bilang, Reza sudah lebih dari 2 hari gak makan dengan benar.." Glen meneruskan penjelasannya.
Sontak membuat Papa dan Mama kaget.
"2 hari ?" ucap bersamaan.
Glen mengangguk.
Mama menggenggam tangan Reza.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang, ada masalah apa sampai gak makan.." Mama mencium punggung tangan anak kesayangannya.
"Ada masalah Glen ?" tanya Papa.
Glen terdiam.
Bimbang, bagaimana menjelaskan kepada orang tuanya.
Selama beberapa hari ini mencari cara agar bisa mempertemukan Bella dengan ayahnya.
Ditambah masalah kemarin malam Bella pergi dari pesta.
"Glen.."
Glen mendongak.
"hmm gak ada si Pah.. cuma akhir akhir ini Reza banyak jadwal aja untuk mempersiapkan liburan kemarin Pah mah.. menghadiri pesta Davina."
Papa menatap Glen.
Seakan tau kalau Glen berbohong.
"Dimana Bella ? Apa mereka sudah bertemu ?" Tanya Mama yang mencari keberadaan menantu mereka.
Glen sekali lagi terdiam membisu.
Glen menelan saliva dengan kasar.
"Belum Mah, Mereka belum bertemu sepertinya."
"Lalu kamu bertemu Reza dimana ?"
Arrgh bisa gak si Mah jangan di tanya, mau jawab apa gw ni..
"hmm Reza telpon beberapa kali, aku telpon gak di angkat. Aku lacak ada di rumah kontrakan Bella. Tapi pas aku kesana gak ada Bella, cuma ada Reza yang sedang pingsan Mah.."
Mama menangis mengusap kening Reza.
"Kasian sekali kamu sayang. Kamu kecapean, sampai lupa makan. Mencari istrimu yang kabur ntah kemana."
Papa mendekati Mama, memeluk bahu Mama dengan mesra.
"Anak kita sudah besar sayang, dia sudah tau tanggung jawabnya. Hanya saja dia belum bisa mengontrol tubuhnya sendiri." Papa memberikan pengertian kepada istrinya.
"Coba kamu telpon Bella Glen.." pinta Papa.
Glen mengangguk dan melangkah keluar kamar.
__ADS_1
Akhirnya bebas gw dari berbohong.. Glen mengacak rambutnya.
Telpon jangan ya.. Glen duduk di kantin.
Glen teringat perkataan Bella yang seakan ingin menjauh dari Reza.
Ada apa dengan kalian berdua ?
Di saat sudah menemukan titik terang, kenapa malah si Bella menjauh ?
Kenapa hubungan mereka malah retak..
Gw harus gimana jadinya...
Glen frustasi dengan kekacauan hubungan sahabatnya.
Apa yang harus di katakan kepada orang tua Reza.
*Akh masa bodoh gw telpon aja dulu..
Tuuuut... tuuuttt...
Tuuut...tuuttt...
Shiitt... kemana ni orang*.. umpat Glen.
"Halo.. kenapa Glen ?"
"Lo kemana aja gw telpon susah bgt.." Glen kesal.
"Ada apa ?"
"Lo di tanyain mertua Lo ni.. suami Lo di rawat masa Lo gak dampingi." Gerutu Glen.
"Kan tadi gw udh bilang, anggap aja Lo belum ketemu sama gw.. anggap aja gw kabur Glen.."
Glen kesal mendengar jawaban Bella.
Dia gak peduli ada masalah apa dengan mereka. Intinya dia mau Bella harus hadir.
"Gw gak mau tau Lo ada masalah apa sama Reza. Yang gw mau Lo hadir kesini, gw gak mau di interogasi terus sama Mertua Lo." perintah Glen.
"Gw gak bisa Glen."
*tuuut..
Siall*... Maki Glen.
__ADS_1