
"Kenapa hari ini sulit sekali di hubungi? Sedang apa si dia sekarang.." ocehan ku.
Beberapa kali aku menelponnya tidak ada satupun di terimanya, begitupula dengan pesanku tidak ada yang di jawab.
"Sayang.. kamu lagi apa?" panggil Clara.
"Ya sebentar.. aku lagi ada kerjaan." alasanku.
"hmmm.. ya sudah, makanan sudah siap ya aku mandi dulu." teriaknya lagi.
"Iya sayang.." aku berada di taman belakang.
Berulang kali menelpon Bella tidak ada jawaban, aku mencoba menelpon ke Mension.
"Halo,.." ucap Mama.
"Iya Ma, ini aku Reza." Mama masih di Mension ku, mungkin menemani Bella karna ku tinggal sendiri atau ada masalah lain.
"Iya Za, ada apa kok telpon ke nomor rumah?" tanya Mama dengan nada khawatir.
__ADS_1
"Gak apa, Ma. Mama masih di Mension?" aku ingin tau kenapa Mama belum pulang, bukankah Mama bilang cuma dua hari setelah pesta.
"Oh jadi kamu mau memastikan Mama masih di Mension mu atau gak, ya." tawanya.
Aku pun terpaksa ikut tertawa kecil, "Iya Ma."
"Papa masih ada kerja, di tambah Mama lagi kurang enak badan. Entah kenapa badan Mama rasanya lemas, sudah periksa tadi gak kenapa-kenapa." jelasnya.
"Yakin pemeriksaannya benar, Ma." tanyaku.
"Iya sayang, mungkin kecapekan aja gitu kata dokter."
"Iya, sayang. Bella baik baik aja kok. Kemaren kemaren sempet mual mungkin kecapekan juga.. sekarang ini dia sudah mulai masuk kantor seperti biasa. Oh iya kamu sama Clara kapan selesai Za, Mama gak tahan bohongin Bella terus." nada suara Mama melemah, ada rasa sedih di hatinya.
Berarti Mama gak tau kalau Bella sudah tau hubungan ku dan Clara. Dengan kata lain, bukan dari keluarga ku yang buka suara. Apa Papa Surya, Glen atau Sisi.
"Za, kamu dengar Mama kan?" panggil nya.
"Hmmm iya, Ma. Maaf aku dengarkan kok, tapi sepertinya Bella sudah tau Ma. Aku pun gak tau harus bagaimana sekarang."
__ADS_1
"APA!!! kamu yang benar Za, dari mana dia tau. Lantas bagaimana reaksinya? Mama gak mau terjadi apapun sama hubungan kalian. Kamu harus cepat selesaikan masalah Clara, Za." tukas Mama.
Benar aku harus selesaikan, tapi aku gak tau harus bagaimana. Hatiku enggan meninggalkan Clara begitupun Bella. Entah dari mana Bella tau, aku belum siap jika harus memilih.
"Za, jangan main main terlalu lama. Mama gak mau menyakiti hati Bella terlalu lama. Mama gak tega lihatnya, Za." lirih Mama.
"Iya, Ma. Aku akan selesaikan secepatnya." ucapku dengan bimbang.
Hari ini Bella tidak merespon ku, aku sudah tau jika dia ada di kantor. Mungkin sedang sibuk, soalnya dia ngurusin pekerjaannya sambil belajar. Hatiku sedikit tenang mengetahui dia di kantor.
"Sayang.. ayok makan.." teriak Clara lagi dari dalam ruangan.
"Iya sayang aku datang.." aku berlari kecil menghampiri nya.
Aku mengecup kepalanya dan mengusap rambutnya. Dia memberikanku piring beserta mengisi makanan. Dia melayaniku sama seperti Bella.
"Sayang, hari ini aku masak menu spesial untukmu.." ucapnya sambil membuka baki berisi makanan.
"Trada.. Ini sup buntut kesukaanmu." senyumnya mengembang dengan senang dia memasukan sup kedalam mangkukku. Aku tersenyum menerimanya.
__ADS_1
"Terimakasih, sayang. Kamu sudah bekerja keras." aku mengelus kepalanya.