DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
SEBERKAS CAHAYA


__ADS_3

Bella bergegas menuju ke bandara.


Reza memintanya untuk menyambut kepulanganya.


Reza juga meminta Bella membawa kotak peninggalan almarhum Mamanya.


Bruukk...


Tak sengaja Bella bertabrakan.


Ya ampun...


Bella merapihkan kotak yang jatuh di lantai.


"Ini foto milikmu nak ?" Tanya Bapak separuh baya di hadapannya.


Bella mendongak menerima selembar foto yang dia pun gak tau dan belum pernah melihatnya.


Di tatapnya gambar di dalam foto tersebut.


Ini mama, lalu ini siapa ? apa mungkin ini ayahku...


"nak.."


Bella tersadar dari lamunannya.


"Oh maaf pak, ini foto orang tua saya.." Bella memasukan kembali foto tersebut kedalam kotak.


Ada beberapa benda yang Bella gak mengerti makna dan nilainya apa di dalam kotak itu.


"Bellaa..."


Bella menoleh saat sedang sibuk merapikan barangnya.


Lambaian tangan Reza terlihat di kerumunan orang.


Bella melambaikan tangannya juga.

__ADS_1


"Terimakasih pak, maaf tak sengaja menabrak bapak.." Bella menundukan kepalanya dan menghampiri Reza.


Reza Abraham Lincoln..


Kenapa dia berpakaian seperti itu dan kenapa bersama wanita itu..


Bapak yang di tabrak Bella mengenal Reza.


Walaupun dia memakai kacamata hitam dan topi.


Ditatapnya kedua insan itu berpelukan dan bergandengan tangan menghilang dalam kejauhan.


"Aku rindu banget sama kamu Bell.." Di belainya rambut Bella.


"Aku juga sama Za,.." bersandar di bahu Reza.


"Oh iya ni aku bawa kotak Mama, tadi jatuh pas kamu lagi panggil.."


Di buka oleh Reza kotak itu.


Mereka sama-sama tidak mengerti arti dari beberapa benda tersebut.


Bella mengangguk.


"ini..." Bella menyerahkan selembar foto yang td jatuh.


Di tatap wajah di dalam foto tersebut.


Ini pasti Mama mertua, nah ini....


plak..


"Kamu kenapa ? kok sampe segitunya menatap foto itu.." Bella penasaran.


"Akh aku cuma lagi mikir, pantes kamu cantik kaya gini, ternyata Mama kamu juga cantik banget.." pipi Bella di colek Reza.


"hmm gombal kamu.." Bella tersipu malu.

__ADS_1


Reza kembali menatap foto di tangannya.


Aku gak salah ingatkan, ini om Surya.. aku harus selidiki sebelum banyak bicara..


Mereka menikmati malam pertemuan mereka di apartemen Reza.


Saling mencurahkan rasa kerinduan mereka.


"Za,, kamu beneran mau selesaikan pertunangan kamu?"


Reza tersenyum menatap wajah cantik Bella di hadapannya.


Di kecup keningnya.


Di belai lembut pipinya.


"Zaaa,," rengekan Bella atas perlakuan Reza.


Reza mengangguk.


"Aku kan udah bilang sama kamu, aku akan cari cara supaya pertunangan ini selesai.. ya walaupun gak akan semudah untuk melakukan itu tapi aku sedang berusaha sayang.. Dan aku juga udah bilang sama Glen untuk gak deketin kamu, entah liat aja nanti respon dia gimana.."


Bella selalu mengeluhkan tentang Glen di hadapan Reza.


Bella gak nyaman dan gak suka dengan perlakuan Glen yang mengejarnya.


"Za, andai posisi kamu bukan berada lebih tinggi dari aku.." Bella tampak lesu mengingat jarak diantara mereka yang sangat jauh.


"Aku mikir apa si, manusia sama aja sayang. Yang beda hanya statusnya, toh hidup matinya gak bisa mereka tentukan kan ?" Reza coba menenangkan Bella yang sedang bimbang dengan perasaanya.


"Ya tapi kalau pun Masalah pertunangan selesai, belum tentu orang tua kamu terima aku Za. Wanita yang asal usul nya gak jelas.."


Harga dir Bella sedang goyah, mengingat kondisi mereka.


Reza yang bersembunyi dibalik kacamata hitam dan topi saat menemuinya di bandara tadi, membuat hati Bella sedikit teriris.


Bella merasa jarak di antara mereka memang sangat jauh.

__ADS_1


*untuk para reader Intel, coba gimana ya selanjutnya.. komen dan saran yaa biar author tambah semangat nulis sambil ngasuh 🤭


__ADS_2