DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
HATI NURANI


__ADS_3

Davina merenung sepanjang malam.


Dalam sehari ini dia memiliki keluarga. Yang awalnya hanya ada Papa Surya, kini memiliki saudara walau mereka beda ibu.


Davina akhirnya mengerti, kondisi yang membuat Papanya murka saat ini. Sang waris Glen sudah muncul dan Sang waris terkuat Bella pun hadir. Sedangkan Davina yang memiliki Ibu hanya seorang model saat itu tidak memiliki hak atas kekayaan yang di miliki Papanya.


Kini pemilik aslinya telah hadir.


Davina kecewa mendengar penuturan Tante Rina tentang Papa yang meninggalkan kedua istrinya dalam keadaan hamil.


Membawa semua milik mereka untuk dimiliki sendiri dan menikah dengan Mamanya wanita yang sangat di cintai Papanya.


Aku gak pernah nyangka kalau Papa sampai sekejam itu. Selama Mama hidup, Papa sangat menyayangi Mama. Tak pernah sedikitpun menyakiti Mama. Ternyata di luar sana ada banyak yang beliau sakiti untuk membuat satu hati bahagia.


Davina menangis dalam diam.


Melangkah mendekati frame foto alm. Mamanya.


"Mah, apa yang harus aku lakukan. Apa Mama tau kelakuan Papa Mah ? Apa Mama setuju dengan Papa ? Tapi aku yakin, Mama gak tau. Aku yakin Mama gak akan mau kalau Papa jadi seperti itu kan Mah." Tangisnya pecah menatap wajah yang tergambar di frame.


"Mah, sudah banyak hati yang Papa sakiti. Sudah banyak luka yang Papa gores kan. Mah, betapa sakitnya anak anak Papa yang lain di luar sana. Hidup tanpa pengakuan Papa dan hidup dalam masyarakat tanpa keluarga."


Davina membayangkan betapa buruknya Bella di dalam panti asuhan. Dan betapa malang Glen yang harus hidup tanpa mengenal Mamanya.


"Mah, apa Papa masih punya hati nurani ?"


Davina memeluk frame dalam dekapannya.


Membaringkan tubuhnya.


Lelah ya lelah segalanya.

__ADS_1


Apa yang harus aku lakukan ?


Papa mencari sang waris yang ternyata Bella.


Apa aku harus beritahu Papa ?


Lalu apa yang akan Papa lakukan pada Bella.


Aku sungguh tidak ingin membayangkan atau berpikir hal apa yang akan terjadi.


Tapi jika Papa tidak tau sampai saatnya tiba, semua yang Papa miliki akan di ambil.


Davina menatap langit langit.


Apa yang di tanam akan di tuai.


Dia merebut dari orang lain dan sekarang sudah saatnya di kembalikan.


***


Papa Surya pulang.


Davina kaget mendengar bantingan pintu.


Lari keluar.


Betapa terkejutnya dia melihat Papa Surya dalam keadaan mabuk.


Berantakan ya sungguh berantakan.


Baju dan rambut yang biasanya terlihat rapi dan klimis.

__ADS_1


Segitunya kah kau cinta harta yang kau rebut itu Pah.. Batin Davina sakit melihat kekacauan Papanya.


Davina mendekati Papanya yang setengah sadar.


Di belai rambut Papanya.


"Pah, apa sebegitu pentingnya harta itu." Davina menatap Papanya.


Papa Surya menatap Davina.


"Sangat sayang, karna Mama mu menginginkan itu semua." tatapan Papa penuh rasa sakit.


Davina kaget mendengar ocehan Papa yang bilang bahwa ini semua permintaan Mamanya.


"Apa Mama yang menginginkan semua harta rampasan ini Pah ?" Davina tak percaya jika Mamanya serakah.


Papa Surya mengangguk.


Papa menangis. "Mama mu menginginkan posisi Kartika, Papa sangat mencintai Mama."


Papa menangis sambil menutup wajahnya. Penuh pilu. Baru kali ini Davina melihat sang Papa begitu hancur setelah Mamanya meninggal.


"Aku sudah berusaha sayang, tapi semua sudah hancur. Aku sudah mengikuti semua keinginan mu, tapi kamu meninggalkanku." tangisan Papa Surya meledak.


Davina menatap dengan penuh air mata. Di tatap dalam sedalamnya mata Papanya yang begitu hancur.


"Sinta sudah tak ada, Kartika sudah tidak ada. Kamu pun meninggalkan aku. Aku menikahi mereka demi dirimu sayang, Aku meninggalkan mereka juga demi dirimu. Aku malu sayang, anak anakku sudah besar. Mereka mungkin selama ini hidup dengan penuh kesulitan. Tanpa ibunya, hartanya dan tanpa aku."


Papa Surya memejamkan matanya.


Sambil terus terseguk seguk menangis.

__ADS_1


Papa terus mengeluarkan isi hatinya yang selama ini di kunci rapat karna rasa cintanya kepada Mamanya Davina.


Jauh di dasar hati nurani nya masih menyayangi istri dan anak-anaknya.


__ADS_2