DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
PERUBAHAN


__ADS_3

Baik Bella ataupun Davina sama sama diam soal kenyataan yang di terimanya. Davina maupun Bella tidak ada yang tau bahwa salah satu dari mereka juga sudah mengetahui kenyataan pahit dari kehidupan Papanya.


Davina yang mulai ada perubahan sering datang kerumah Bella.


Berbagi cerita, mencari solusi agar Papanya bisa terbuka.


Glen melihat pemandangan tersebut sedikit menaruh haru dan curiga.


Pasalnya Davina tiba tiba jadi aktif mencari cara agar Papa terbuka dan terus membujuk Glen atau Bella mendekati Papanya.


Hal tersebut membuat Glen bertanya pada Davina secara langsung.


Ting


Pesan masuk ke ponsel Davina.


"Aku mau bicara sama kamu. Temui aku di taman kota, sekarang."


Davina membaca pesannya dan langsung bergegas menuju tempat tujuan.


Taman kota

__ADS_1


Glen duduk di tepi danau.


Di bawah pohon rindang yang besar.


Tempat sejuk dan nyaman untuk bersantai.


Hari ini taman kota lumayan sepi, mungkin karna bukan hari weekend.


"Hai mas, ada apa ?" Tanya Davina menyapa Glen dan duduk di sisinya.


Sejak hari itu, Davina selalu berusaha memanggil Bella dan Glen dengan panggilan baru.


Glen menoleh.


"Gak ada apa-apa, cuma aku mau tanya kenapa kamu akhir akhir ini sering ke rumah Bella. Eh maksudku mbak Bella." tanya Glen tanpa menatap Davina.


Davina kaget mendengar pertanyaannya dari pj.


Apakah dia berkunjung kerumah saudaranya di larang ?


"Maksud mas gimana, aku gak boleh main kerumah mbak sama mas Reza ? Apakah harus ada alasannya mas ?" Davina menatap wajah Glen yang sedang menatap danau.

__ADS_1


Glen diam. Benar kata Davina apakah harus ada alasan baginya datang kerumah mbaknya.


"Mas." Davina menyentuh Glen. Glen menoleh.


"Bukan gitu, aku cuma bingung kenapa kamu maksa kami untuk memaafkan Papa." Glen menatap Davina.


Davina tersenyum."Karna kita hanya memiliki Papa Mas, apa Mas gak bisa maafin Papa ? Aku hanya ingin punya keluarga lengkap dan hangat Mas." Tukas Davina.


Glen tak habis pikir. Sederhana sekali keinginannya. Tapi apa akan berhasil. Setelah berpuluh tahun tidak mengetahui keberadaan mereka dan sekarang menganggapnya musuh. Apa akan bisa bersatu tanpa rasa canggung.


Entahlah biar Tuhan yang mengatur semua.


Glen diam dan memalingkan wajahnya.


Di raih tangan Glen. "Apa mas gak mau kita kumpul ?" lirih Davina membujuk Glen.


"Aku bukan gak mau kumpul, tapi apakah akan berhasil. Yang dibuang kembali dengan posisi musuh. Dan ternyata anaknya. Apakah akan mudah. Aku rasa sulit Dav." Glen melepas genggaman tangannya dan melangkah meninggalkan Davina.


Davina hanya diam menatap kepergian sang Kakak. Ya dia tau betapa sakit lukanya Glen. Mungkin tak mudah untuk nya. Di antara Bella, memang Glen yang paling diam di saat diskusi apalagi mengenai Papanya. Dia akan pergi terlebih dahulu.


Semoga Mas bisa memaafkan Papa ya mas, karna itu adalah keinginan Papa. Semoga semua kesalahan Mamaku bisa terbayar sedikit dengan keutuhan keluarga kita yang tersisa.

__ADS_1


Kini Davina hanya bisa terus berusaha dan berharap sedikit perubahan pada mereka semua. Davina berharap Papanya bisa menunjukkan sikapnya tanpa membohongi perasaannya.


Berusahalah Pah, belenggu mu sudah pergi. Nikmati hidupmu, kembali pada dirimu sendiri. Aku hanya berharap aku mampu membantumu sebagai penebus dosa Mama pada kalian semua.


__ADS_2