
Entah kenapa hati ini gelisah. Ya mungkin karna sebentar lagi menghadapi pesta pernikahan.
Mama Syarina dan Papa Abraham sudah tiba dari *LN.
Persiapan pesta sudah 98%.
Gaun untuk Davina dan Sisi sudah ok.
Kenapa perasaanku was was seperti ini.
Besok adalah hari yang bersejarah untukku.
Di dampingi Papa serta adik adikku, di pinang oleh Sang pujaan hati. Mas Reza.
Malam ini Mas Reza ada kerjaan, dia bekerja keras untuk pesta ini. Menyelesaikan pekerjaannya lebih awal agar kami bisa menikmati honeymoon nanti.
Ah bahagianya hati ini, ya harusnya aku bahagia tapi entah kenapa hati merasa ada yang salah.
"Mas, belum selesai ?" aku mengirim pesan untuk memastikan apakah Mas Reza baik baik saja. Hatiku risau tak jelas.
"Ya, sayang. Kenapa ? sebentar lagi selesai." balasnya.
__ADS_1
Malam ini aku menginap di rumah Papa bertujuan agar kami bertemu nanti pas saat ijab kabul di hotel. Selama ini pernikahan kami di rahasiakan, agar lebih sempurna maka kami berpisah selama persiapan pernikahan.
"Jangan terlalu larut nanti kamu kecapean besok gak fit, Mas." pintaku.
"Ya, sayang. tidurlah sana biar besok wajah mu gak pucat kurang tidur."
"Ya, Mas aku tidur duluan ya."
Aku terlelap setelah mengetahui suamiku baik baik saja. Walau hati masih terus berdebar, aku berusaha mengalihkannya dengan memasang earphone di ponselku.
****
REZA
"Besok aku menikah, kenapa kamu datang." ya a ku.
"Lantas, kalau aku gak datang apakah kamu akan terus melanjutkan pernikahanmu ini Za. Kenapa kamu berbohong padaku." wajahnya muram dengan linangan air mata. Clara kekasihku.
"Aku mau menikah besok, Clara. Aku mohon kembalilah." aku merangkul tubuhnya yang lemah.
"Apa kamu akan meninggalkan aku Za.." isak nya dalam pelukan ku.
__ADS_1
"Clara, ku mohon jangan berpikir yang tidak tidak. Pulanglah, nanti aku akan jelaskan padamu." mengusap punggungnya berharap dia tenang.
"Kapan kamu mau jelaskan, apakah tidak bisa kamu batalkan Za. Menikahlah denganku, kamu mencintaiku kan Za ?" lirihnya.
"Clara, sayang. Aku mencintaimu. Ada alasan untukku menikahinya, kamu jangan cemas nanti ada saatnya kita bersama ya, sayang." bujuk ku.
Aku berharap tidak ada yang masuk ke ruangan ku saat ini. Clara adalah kekasihku, yang ku sembunyikan sekian lama. Dia berbeda, kondisinya tidak sama dengan gadis lain.
Entah cinta atau kasian, aku menerima cintanya saat tubuhnya sedang sekarat. Awalnya aku berpikir akan cepat berakhir, tapi aku tak tau kalau harus selama ini. 4 tahun kami bersama.
Menemaninya yang lemas bulak balik kerumah sakit, mengikuti segala keinginannya. Aku belum bisa melepasnya karna janjiku padanya dan orangtuanya. Tapi aku juga tidak bisa membiarkan keluarga apalagi Bella sampai tau hal ini.
Aku harus membujuk Clara agar pulang.
Ku telpon supirnya agar mengantarkan dia kembali ke villa yang ku siapkan. Untuk pulang kerumahnya perjalanannya terlalu jauh, mengingat waktu sudah malam.
Clara mau mengerti dan kembali ke villa.
Lega rasanya, aku tak tau jika saat ini ada yang melihat kami bersama.
Aku telah menghabiskan lama hidupku dengannya sampai saat aku bertemu Bella. Cinta yang ku tumbuhkan untuk Clara bisa tergeser dengan hadirnya Bella dalam hidupku.
__ADS_1
Awalnya aku ingin mengenalkannya pada kedua orang tuaku, dan segera menikahinya.
Aku menyayangimu Clara tapi aku juga mencintai Bella.