
Bella asal melempar ucapan agar Reza tak bertanya kenapa kepadanya lagi.
Reza berpikir mungkin benar Bella marah karna kami merahasiakan identitas Sisi.
Sisi adalah anak seorang pengusaha sukses yang sedang masa pembelajaran.
Sisi bergabung dengan perusahaan Reza untuk mengembangkan dirinya dalam dunia bisnis.
Dia tidak mau mengikuti arahan dari orang tuanya yang meminta langsung memimpin perusahaan. Sisi mandiri. Dan Reza salut dengan tekadnya.
Setelah Reza menjelaskan kepada Bella bahwa selain dia awalnya tak ada satu orang pun yang tau identitas Sisi.
Bella hanya terdiam dan mengangguk.
Sebenarnya dia tak mempermasalahkan soal Sisi, dia hanya mengalihkan pembicaraan saja.
Bella bertekad akan berusaha sejajar dengan Reza walau tak menyamainya.
Benar, gw gak layak disisinya.. masih banyak yang lebih layak untuknya.
***
Setelah beberapa hari Reza keluar dari rumah sakit.
Mulai melakukan aktivitas kembali.
Mengambil alih tanggung jawab yang sempat di titipkan kepada Glen dan papa Abraham.
Bella kembali kedunianya.
Dia berusaha untuk tidak terlalu dekan dan jauh kepada keluarga Reza maupun Reza.
__ADS_1
Teror demi teror di terima Bella.
Malah sampai di datangi langsung orang tersebut.
Bella hanya diam dan tak mampu bercerita dengan Reza.
Entah bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini.
Selang beberapa bulan.
Bella yang benar benar menghabiskan waktu dengan memperdalam pengetahuan tentang bisnis dan segalanya tanpa di ketahui siapapun.
Tok..tok..tok..
Siapa malam malam gini datang..
Bella merapihkan laptopnya dan melangkah membukakan pintu.
Di tatap wajah asing yang di lihatnya.
"Boleh aku masuk ?" Tanyanya membuyarkan pikiran Bella. Bella mengangguk.
Mereka duduk di sofa, Bella yang masih syok hanya diam menatap.
"Kamu pasti kaget aku kenapa kesini.. Aku langsung aja Bell.. Tinggalkan Reza.." Pintanya membuat mata Bella membulat.
Apa apaan datang langsung bicara kaya gini.. Lo sama ayah Lo sama aja gak tau malu..
"Emang Lo siapa nyuruh gw ninggalin dia.. Kenapa gw gak pantes buat dia, dan Lo yang pantes ? Lo gak malu, Lo udh tinggalin tunangan Lo. Dan Lo juga udah tunangan, sekarang datang mau rebut milik gw."
Gadis itu tak bergeming.
__ADS_1
"Aku gak mau bicara banyak. Intinya aku mau kamu tinggalkan Reza."
"Untuk apa gw tinggalin dia? untuk Lo ?
bantah Bella.
"Ya.. karna gw mau kembali kepada Reza."
Bella tertawa geli mendengar ucapan tak tau malu dari gadis di hadapannya ini. Davina yang sebenarnya adik satu ayah dengannya.
"Terimakasih.. silahkan pergi jika sudah selesai."
Davina menatap tajam kearahnya. Bella hanya tersenyum manis.
***
Gak ayahnya gak anaknya.. kalian kira kalau gw pergi pun Reza bakal kembali ma Lo.. Terlalu percaya diri gak bagus juga.. Bella tertawa terbahak-bahak sendirian meningkatkan kelakuan anak dan ayah tersebut.
Gw akan mempertahankan apa yang jadi milik gw.. gw bukan Mama gw yang bisa seenaknya kalian tindas.. Sabar ya ayaah tersayang.. sebentar lagi kita bertemu dalam jajaran yang sama..
Bella kembali menatap layar laptopnya.
Reza dan Bella memang sudah lama tak bertemu semenjak keluar dari rumah sakit.
Mereka sepakat untuk saling terbuka dan memberikan motivasi kepada masing-masing.
Bella fokus dengan tujuannya.
Begitu pun Reza yang sedang di luar kota membangun cabang usaha baru dengan kemampuannya sendiri.
**"Guys kira kira Reza tau gak yaaa kalau Bella di ancam oleh keluarganya sendiri..
__ADS_1