
Sepanjang senja mereka mencurahkan kerinduan.
Saling menyatu dalam kenikmatan.
Hingga tertidur pulas dalam pelukan.
***
Davina mengetahui bahwa Reza dan Bella bertemu.
Dengan geram dia menelpon Papanya.
"Pah.. gimana ni, si ****** gak mau denger ucapan kita."
"Tenang sayang, sabar ya. Biar Papa yang urus.
"Bener ya Pah.." rengek Davina.
Kamu cari masalah sama saya ya..
Saya bukan lawan mu..
Selepas pagi Reza dan Bella berpisah kembali.
Bukan tak ingin Reza kembali kerumah Bella atau mengajak Bella kembali kerumah orang tua Reza.
Tapi Bella menolak dengan alasannya.
Bella kembali ke kontrakannya.
Betapa kagetnya dia melihat semua barang berhamburan.
Pecahan gelas serta kaca dimana mana.
Siapa yang berbuat seperti ini.
Bella berlari ke dalam kamarnya.
Di lihat habis bajunya berserakan.
Astaga..
Dalam paniknya Bella hendak menelpon Reza.
Tapi terhenti karna teringat sesuatu.
Oh astaga.. mungkinkah mereka yang lakukan.
__ADS_1
Ini gila, mereka sudah bertindak kriminal..
Bella mengurungkan niatnya.
Karna dia tak ingin Reza panik dan tak ingin Reza ikut terbawa masalahnya.
Disisi lain kepanikan Bella.
Dua sejoli sedang di mabuk cinta.
Sisi dan Glen saling merayu.
Menatap satu sama lain.
Hubungan mereka sampai saat ini masih sehat.
Entah jamu apa sampai sang Playboy Glen bertahan dengan Sisi.
Gadis yang jauh dari dunia nakal.
Sisi hanya main sebatas bagian atas.
Dia selalu punya cara agak gairahnya tertahan jika sudah sampai ambangnya.
"Aku ingin kamu Si,, boleh ya.." rengek Glen menatap Sisi.
Sisi yang bertelanjang dada di hadapan Glen.
Terus menatap tajam Glen.
"Aku bukan teman wanita mu yang lain. Aku ingin memberikan pengalaman pertamaku hanya untuk suamiku." tegas Sisi.
"Aku kan calon suamimu sayang.." Glen menggesekkan kepalanya di dada Sisi.
Sisi mendorongnya.
"Calon.. aku bilang suami.." Sisi dengan ketegasannya.
Bukan baru sekali Sisi bermain lelaki.
Tapi tak ada yang bisa menembus pertahanannya.
Senyum liar Glen mengembang.
Dia berpikir mungkin belum ada yang dapat menembus batas melayang Sisi.
Naluri sang Playboy tertantang.
__ADS_1
Batinnya yakin, tak akan ada wanita manapun yang tahan jika birahinya sudah menguasai alam sadarnya.
Di jajaki buah kenyal Sisi.
Sebelah di remas, sebelah di hisap.
Di mainkan dengan lidahnya.
Membuat Sisi memundurkan tubuhnya.
Perlahan tapi pasti. Sisi sudah di penuhi peluh keringat.
Mengigit gigit bibir bawahnya. Tanda Sisi sangat ingin menikmati kenikmatan sentuhan Glen.
Glen semakin tertantang melihat Sisi semakin kuat menahan desahannya.
Kita liat siapa yang menyerah malam ini.
Tangan liar Glen menyusup di dalam hotpants Sisi.
Di raih gundukan lembah yang kenyal di remas.
Di susuri dengan memutar jarinya.
Di lirik Sisi yang memejamkan mata.
Glen dengan cepat menyusup kedalamnya.
Sisi yang sedang menganga.
Tangan Sisi mengepal seprei ranjangnya.
Tak ingin terbawa lebih dalam Sisi berusaha mengakhiri petualangan pertamanya.
Bukan memberontak tapi tubuhnya seakan ingin lebih.
Tapi apa daya alam sadarnya sudah di penuhi gairah kotor sang kenikmatan surga dunia.
Sekuat tenaga yang tersisa Sisi bangkit dengan nafas tersengal sengal.
"Aku bukan wanita yang sering kamu kencani Glen. Walau tubuhku menerima setiap sentuhanmu. Tapi batinku menolak."
Glen menatap lekat wanita di hadapannya.
Yang mampu menahan godaan hasrat yang sudah memuncak.
Baru kali ini Glen menerima penolakan dari seorang wanita.
__ADS_1