
*Triing...
"bisa ketemu gak*?" Pesan masuk di ponsel Bella.
" kemana aja selama ni, " gerutu Bella.
Bella membalas dengan mengirimkan alamat rumah baru Bella.
*Triing...
"nanti malam aku pulang.."
"PULANG" Bella mengumpat.
"Emang selama ini kemana, bisa bisanya dia bilang rumah gw rumah dia ? dengan enteng bilang PULANG." Makian Bella terdengar Sisi yang memang bekerja berdampingan.
Sisi mencolek Bella dan mengangkat kepalanya seakan bertanya kenapa ?.
Bella mendecit dan menjawab.
" biasa Si, gw di buang sekarang dia bilang mau pulang.. gila gak tuh.." Mata tajam Bella nampak sangar seakan kemarahannya mencapai puncak.
Sisi menenangkan Bella. Mengelus bahu Bella dan tersenyum.
" Tenang, temuin dulu ya. Bicara baik baik ya. Jangan sampai menyesal Bell.." bujuk Sisi.
Bella mengangguk meski sebenarnya dia tidak tau akan menjadi apa setelah mereka bertemu dan apa hasilnya baik atau buruk.
Tok. tok..tookkk...
__ADS_1
"Sebentar.." Bella baru sampai rumah dan baru selesai mandi mengeringkan rambutnya.
Bella mengintip jendela, melihat mobil yang sudah tak asing di lihat namun sudah hampir 2bulan tak nampak. Bella melihat punggung lebar di depannya. Suaminya pulang.
"SUAMI" gerutu Bella tertawa sinis pada dirinya sendiri.
Kreeeet...
Reza memalingkan wajahnya menatap Bella.
Bella membalik badan dan berjalan masuk.
"masuklah.." ujar Bella. Bella masuk kamar Menganti pakaiannya.
kreeet..
Bella melangkah masuk dapur dan membawa teh hangat untuk "tamunya".
Bella duduk di dengan melipat kakinya dan bersandar pada sofa.
Gluuukk..
Reza meminum teh dan melirik Bella.
" apa kabar Bell.." Reza membuka pembicaraan.
" yang kamu lihat.." ketus jawaban Bella membuat Reza semakin gelisah.
" kenapa pindah rumah Bell.." Reza kehabisan kata karna Bella sama sekali tidak merespon dengan jawab yang bisa di respon.
__ADS_1
" Menurutmu kenapa, saya sampai harus pindah rumah.." tatap Bella dengan mengangkat alis matanya sebelah.
Reza mendecit kehabisan kata. Dia tau pasti alasan kenapa Bella pindah kenapa pula harus bertanya pikirnya.
Lama keheningan mencekam.
HOROR itu pantas di katakan.
keduanya saling memalingkan wajahnya.
Tanpa ada basa basi atau senyuman.
" to the points aja ya Za.. saya udah bersabar selama 1bulan lebih.. Sekarang saya minta kepastian. Mau di lanjut atau di batalkan pernikahan ini.." Ucap Bella.
Deg..deg..
"saya.." guman Reza. Menunduk sendu.
Reza diam sesaat, karna dia bingung mau lanjut atau berhenti. Di hatinya dia menerima pernikahan ini dengan bahagia. Tapi di sisi lain dia tak mampu memiliki Bella.
" aku tau sudah sangat menyakiti hatiku Bell.. pergi di hari pernikahan kita, dan tidak memberi kabar sama sekali.. sekarang datang seperti ini.." Reza menunduk lirih.
" jangan bertele tele Za.. jawab aja.." Bella mencoba tegas padahal hatinya perih.
" kamu suka ma aku Bell ? kamu sayang gak sama aku ? " tanya Reza memegang tangan Bella. Bella menatap balik tatapan Reza seolah tak ada kesedihan di hatinya.
"ya Allah.. kamu bilang apa, suka ma kamu, sayang,, kamu buta Za, aku sudah lama menyukaimu.." keluh Bella dalam hatinya.
" kalau aku sayang sama kamu.. apa kamu juga sayang sama aku ? " tanya Bella. " kalau kamu jawab sayang sama aku, kemana kamu selama ini ? " sambung Bella.
__ADS_1
Reza memberanikan diri menjawab siapa dia sebenarnya.
" Pertama aku mau jelasin siapa aku sebenarnya Bell.." ujar Reza.