DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.

DIA IBUMU, BUKAN ISTRIKU.
PERTAHANAN RUNTUH


__ADS_3

"Kamu akan merasa gak nyaman Si.. Biar aku bantu tuntaskan ya.." rengek Glen.


Sisi menggelengkan "Kamu bukan wanita mu Glen. Pertahananku gak akan runtuh dengan hanya seorang Glen." bantah Sisi.


"Tapi aku butuh Si, aku sudah di ambang tinggi." Glen terus dengan rengekannya.


Tapi Sisi ya Sisi dia tidak akan goyah dengan ucapan gombalan lelaki.


"Lelaki yang kamu kencani mungkin tak setangguh aku Si, kita coba ya. Aku yakin bisa memberimu pengalaman yang indah dan tak terlupakan Si."


Bukan Glen namanya jika dia menerima kegagalan. Tapi kali ini dia berhadapan dengan seorang wanita yang cukup kuat.


Sisi bangkit melangkah ke kamar mandi.


Glen menatap sendu punggungnya.


Sisi membalikkan badan, Glen tersenyum seakan ada harapan baginya.


"Maaf Glen jika kamu mengharapkan itu dari ku, maka kamu salah menilai ku. Dan jika kamu mengharapkan itu dalam hubungan kita, lebih baik kamu cari wanita lain selain aku."


Belum sempat Glen berbicara Sisi sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Glen prustasi, mengacak rambutnya dengan jambakan kasar tangannya sendiri.


Setelah sekian menit Sisi keluar.

__ADS_1


Glen bangkit mendekati Sisi.


"Semudah itu kamu memutuskan hubungan Si?" Di tatap wajah Sisi yang masih basah.


Aroma bau sabun dan sampo membuat Glen terhipnotis.


Ingin di rangkul di cumbunya.


Argh sungguh wangi yang memikat.


Glen menelan saliva dengan kasar.


"Aku sudah bilangkan, aku bukan wanitamu yang lain. Jika kamu butuhkan itu dari ku, aku gak bisa kasih Glen. Silahkan kamu cari yang lain." Terdengar mudah di ucapkan. Tapi Sisi cukup berat dan sakit mengucapkannya.


Glen memaku. "Aku gak pernah berpikir bertemu wanita sepertimu di saat dunia sudah kacau Si". Senyum Glen mengembang.


"Aku mandi dulu ya.." Glen melangkah masuk kamar mandi.


Dalam keheningan Sisi cukup sibuk dengan pikirannya. Sisi yang sudah rapi mengenakan pakaiannya duduk menikmati teh di pinggir tempat tidurnya.


***


Bella mulai kembali merapihkan rumahnya.


Dengan was was tapi tekadnya yang kuat, Bella hanya diam tanpa memberi tahu Reza.

__ADS_1


Bella yang sedang berbincang lewat telpon dengan Reza hanya membahas obrolan ringan mereka. Seakan tak terjadi apa-apa padanya.


"Sayang.. gimana rencana kamu.. sudah ada kemajuan.." tanya Reza.


Bella menceritakan bahwa tanpa sengaja dia bertemu adik dari alm. Ibunya selepas pesta pertunangan Davina tempo lalu.


Tapi hanya sepintas yang ia ceritakan di luar.


Obrolan berat lainnya di simpan sendiri oleh Bella.


Bella di bantu Tantenya untuk memulai bisnis yang di tinggalkan alm. ibunya.


Dengan bimbingannya serta bimbingan Reza. Bella yakin akan mampu membangkitkan kembali perusahaan alm.Ibunya.


Bella cukup berani dengan pilihannya kali ini, setelah di yakinkan dengan segala perlakuan ayahnya.


Awalnya Bella ragu memulai perang dengan ayahnya sendiri. Tapi mereka sudah mengusik lebih dulu kehidupan Bella.


"Kali ini aku gak akan tinggal diam Za, aku akan berusaha."


"Bagus sayang, apa pun yang kamu inginkan dan butuhkan bilang sama aku ya.."


"hmm.." Bella menatap sekelilingnya yang masih berantakan.


"Kamu jaga diri disana ya Za, hati hati dengan apapun.." pikiran Bella sekarang sedang kacau, dia takut kalau kalau ayahnya pun menyerang Reza.

__ADS_1


Bella tak tahu motif apa ayahnya menyerangnya. Beda dengan Davina yang memang menginginkan suaminya karna tunangannya tempo lalu dibatalkan.


__ADS_2