Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Kumpul Kebo??????


__ADS_3

Di Tempat Kerja Dara


Suara mesin menderu bersahutan menandakan mesin berjalan lancar, kadang ada bunyi alarm menandakan mesin ada masalah. Begitu seterusnya. Satu mesin dijaga oleh dua orang, Dara sebagai operator berada didepan, sedangkan Ira sebagai Checker di belakang. Tugasnya ngecek PCB yang keluar dari Oven, harus dipastikan PCB itu komponennya lengkap, komponen tidak terbalik dan komponen tidak missing. Kalau salah satunya bermasalah, maka dipastikan PCB tersebut rijek. Dan harus dikirim ke bagian Revirer.


Dara bersiap mengoperasikan mesin setelah menerima laporan dari Santi, teman satu mesinnya di shift pagi atau shift A.


"Gimana San, mesin Ok?" Tanya Dara. "Ok....!" Sahut Santi. "Aku, pulang dulu ya Dar. Baik-baik ya jaga mesin jangan sampe ada trouble!" Pamit Santi dan Ika teman satu linenya. "Siap.... beres!" Seru Dara. "


"Hay Cantik, makin macan saja setelah sakit!" Sapa Jabar memuji Dara. "Apaan tuh Macan?" Tanya Dara kurang paham. "Manis dan cantik dong!" Sahut Jabar. "Issss....., gombal terus...!" Sergah Dara malu. "Beneran, kamu makin cantik setelah pake hijab, apalagi setelah sakit!" Puji Jabar lagi. "Abang ini gak usah ngada-ngada deh!" Tepis Dara. "Memangnya sudah sehat betul Neng?" Yakin Jabar. "Alhamdulillah Bang sehat!" tegas Dara. "Syukurlah, dengan begitu Abang gak bakal BT lagi sebab bisa mandangin wajah cantik Neng Dara." Ya ampun kata-kata Jabar barusan bikin hati Dara berbunga-bunga. "Issss..... Abang ini ngada-ngada aja." Tepis Dara pura-pura gak suka.


"Duh si Jabar ini doyan gombalin anak gadis," tiba-tiba Kak Vita ngeloyor menghampiri Jabar dan Dara sambil memberikan selembar kertas report pada Dara. "Makasih Kak....!" Ucap Dara seraya meraih kertas report yang diberikan Kak Vita.


"Gimana Dar, kamu udah sehat betul?" Tanya Kak Vita menatap Dara. "Alhamdulillah Kak!" Sahut Dara.


"Sorry Kaka gak bisa jenguk!" sesal Kak Vita. "Tak apa Kak, Dara kan sekarang udah sembuh." Timpal Dara.


"Woy Dara.... Elu udah sehat? Aduh maaf banget ya Gua gak jenguk soalnya kemarin Gua balik ke Bekasi, bantuin Kakak Gua hajatan anaknya sunat. Maaf ya!" Sesal Nela menghampiri mesin Dara sambil mengatupkan kedua tangannya tanda permohonan maaf. "Gak apa-apa Nel, gua ngerti!" Balas Dara.


"Oya Dar, Elu kumpul kebo ya?" Tanya Nela tiba-tiba dengan wajah penasaran. Dara terperanjat dengan pertanyaan Nela yang tidak disangka-sangka. "Benar gak Dar, Elu..... ??"


Spontan Dara membekap mulut Nela dengan cepat, otomatis pertanyaan Nela menggantung.


Pertanyaan Nela yang super cempreng jelas terdengar ditelinga Jabar dan Kak Vita, sehingga mereka berdua kompak menatap ke arah Nela dan Dara.


"Apaan sih Nela, ngebahas sinetron disini. Ini tempat kerja tau!" Sentak Dara memberi kode.


"Siapa yang kumpul kebo?" Tanya Kak Vita penasaran. "Aduhh, itu Kak sinetron di tv ikan berenang, kebetulan ada sinetron yang bercerita tentang kumpul kebo. Dan kebetulan Dara suka nonton." Alasan Dara gelagapan. "Iya bener banget tuh Kak, si Dara suka banget sinetron itu. Aneh banget!" Timpal Nela. "Ohhh.... gitu! Kirain kamu kumpul kebo Dar!" Seru Kak Vita. "Udah, sekarang kalian kembali ke mesin masing-masing. Jangan bikin kegaduhan kayak tadi, sinetron dibahas disini. Dara, sekalian kasih report ke Ira." Ujar Kak Vita sambil berlalu. Beruntung Kak Vita tidak mengorek lebih jauh tentang apa yang ditanyakan Nela.


"Dar, Elu harus cerita sama Gua. Istirahat nanti Gua pengen penjelasan dari Elu!" Peringat Nela sambil berlalu menuju mesinnya. Dara menarik nafas dalam.


"Jadi benar apa yang dikatakan Nela tadi?" Belum hilang rasa terkejut Dara karena pertanyaan Nela tadi, tiba-tiba Jabar datang seperti seorang hakim yang memberi pertanyaan. "Perkataan Nela yang mana?" Dara melempar pertanyaan balik.


"Kumpul kebo?" Dara sekilas menatap Jabar dengan sudut mata, dia berlalu menuju Ira ke belakang sambil mengecek PCB yang baru keluar dari Oven, demi menghindari Jabar. "Ra, ini report dari Kak Vita!" Sodor Dara memberikan kertas report dari Kak Vita. "Ok....!" Seru Ira pendek.


Dara kembali ke depan mesin dan menuliskan sesuatu di report. "Lantas siapa yang tinggal satu kontrakan dengan Kamu Neng? " Tiba-tiba Jabar udah berada di belakang Dara. Dara terus menghindar, dia berharap Jabar tidak bertanya lagi. Dara menunduk pura-pura menulis kembali.


"Tidak ada." Sahut Dara kemudian. "Saat Abang antar Kamu pulang ke kontrakan dari klinik, di dalam kontrakan itu sepertinya kamu tidak tinggal sendiri. Abang merasa kenal dengan orang itu." Pernyataan Jabar seperti petir yang menyambar disiang hari bagi Dara.


"Baju Teknisi yang tergantung dibalik pintu dan ada nama seseorang yang Abang kenal, tapi masa iya kalian tinggal seatap tanpa ikatan resmi?" Sambung Jabar, Dara seperti seorang terdakwa yang sedang disidang.


"Kalian gak mungkin kan seperti yang dikatakan Nela tadi?" Jabar meyakinkan. Dara bingung dan malu mengakui hal yang sebenarnya pada Jabar.


"Dara udah nikah Bang!" Akhirnya Dara jujur.

__ADS_1


"Kapan?" Jabar kaget.


"Udah mau sebulan!" Jawab Dara sambil menunduk.


"Kenapa, MBA?" Tuding Jabar. Dara membelalakan matanya tanda tak terima dengan tudingan Jabar.


"Gak sangka sih seorang Dara dan seorang Azlan hidup seatap karena MBA, tapi.... "


"Stop...., Abang ini kenapa sih mulutnya jadi julid gitu, gak sangka Dara." Kesalnya memotong ucapan Jabar seraya cemberut.


"Dara nikah bukan karena kecelakaan, tapi kepengen aja nikah muda!" Jelas Dara tanpa membeberkan hal yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa kok diam-diam sih Neng, sampe Abang aja gak dikasih tahu!" Jabar nampak gak terima.


"Belum waktunya dipublikasi, nanti kalau saatnya tiba akan Dara kasih tau!"


"Abang kenal dengan Bang Azlan?" Tanya Dara penasaran.


"Kenal dong, dia Teknisi pabrik sebelah. Kami sering ketemu dan ngobrol-ngobrol didepan kalau kebetulan kita shift malam." Jelas Jabar. "Ohhh.... " seru Dara.


"Anaknya baik, dia Teknisi Junior dibanding Abang." Imbuh Jabar.


"Jadi, Abang merasa lebih senior dan tua dari Bang Azlan?" Canda Dara. "Ya gitu deh, dia kan lebih muda dua tahun dari Abang!" Selorohnya tersenyum.


"Ihhh... apaan sih...!" Kesal Dara sambil mencubit lengan Jabar. "Aduh, ampun Neng....!" Ringis Jabar.


"Nyesel deh gak dari kemarin Abang embat kamu ke pelaminan, biar dijadiin yang kedua!"


"Ihhhh,...... ogah......" Cibir Dara seraya mencebikkan bibir bawahnya.


"Jadi ceritanya udah gak gadis nih!"


"Sayang banget, udah gak bisa diembat lagi. Soalnya udah ada Satpamnya!" Sambung Jabar penuh kekecewaan. "Abang ini gombal terus." pekik Dara.


"Bang, tapi Abang mau gak berjanji sama Dara....?" Pinta Dara tiba-tiba dengan mimik serius. Jabar menoleh dan menatap Dara dalam. "Janji apaan....?" Jabar heran. "Janji, agar Abang tidak menceritakan perihal Dara udah menikah ke siapapun!" Pinta Dara memelas. "Tapi kenapa.....,kalian nikah bukan karena kecelakaan kan, lantas kenapa harus ditutup-tutupi. Banyak lho yang naksir si Azlan. Kalau disembunyikan, takutnya cewek lain pada ngantri cintanya si Azlan." Jabar merasa heran dengan permintaan Dara.


"Dara belum siap aja Bang...,!"


"Belum siap kok kawin.....!" Cibir Jabar.


"Isss.... Abang ini, gak bisa diajak kompromi!"


Cebik Dara kesal.

__ADS_1


" Ya udah deh kalau gitu, Abang janji. Tapi ada imbalannya!"


"Abang ini pamrih rupanya. Ok deh nanti Dara traktir es Serut didepan!" Ujar Dara serius. "Abang gak mau es Serut, tapi Abang mau ini!" Ucap Jabar sambil menunjuk ke arah pipinya.


Dara membelalakan matanya tanda tak suka. "Issss...... enak aja. Nih cium pake tinju!" Ledek Dara sambil mengepalkan tinjunya. Dasar Teknisi gatel, udah punya bini juga masih omes ke yang lain. Gerutu Dara dalam hati.


Jam Istirahat


"Pokoknya, Gua mau penjelasan dari Elu!" Paksa Nela, matanya mendelik-delik kesal. "Makan dululah bekalnya, habis makan Gua cerita!" Rayu Dara.


"Alahhhh, kelamaan...., makan sambil cerita. Ayolah!" Paksa Nela lagi. "Ok, baiklah....., tapi janji jangan keras-keras bicaranya." Peringat Dara.


"Apa......, jadi Elu dijebak nikah.... !" Pekik Nela setengah berteriak.


"Suttt.....! Jangan keras-keras dong!" Peringat Dara.


"Terus, terus, malam pertama Elu sukses? " Tanya Nela penasaran. "Malam pertama apaan? Orang Gua gak cinta sama dia?"


"Bodo Lu, masa sih gak cinta sama Bang Azlan si hitam manis itu. Tau gak si Meta QC shift A naksir berat sama Bang Azlan?" Ungkap Nela. "Belum lagi di tempat kerja suami Elu, ada QC namanya Kak Mira dia naksir juga." Beber Nela lagi bersungut-sungut.


"Pandai ya Elu nikung Gua duluan, aturan Gua yang mau nikah dulu sama Yayang Gua, ehhhh Elu ngelangkahin Gua. Dasar gak ada akhlak!" Gerutu Nela sebal. "Emang Gua senang gitu nikah sama Bang Azlan? Yang ada muak!" Seloroh Dara sambil manyun.


"Ya udah kalau Elu gak mau sama Bang Azlan, kasih aja tuh sama si Meta. Gua yakin si Meta akan nerima dengan senang hati." Sungut Nela. "Terserah Elu mau ngomong apa deh! " Ucap Dara sambil angkat tangan. "Beneran nih gak mau?" Yakin Nela.


"Eh ngomong-ngomong Elu tau dari mana Meta atau Kak Mira naksir sama Bang Azlan." Tanya Dara sedikit kepo. "Tahu dong, Gua kan inforwomen handal. Tahu berita gosip sana sini tentang penghuni kontrakan dan penghuni pabrik ini, hahahaha...... " Jawab Nela bangga diakhiri tawa.


"Kalau Kak Mira dia tetangga kontrakan Gua, dia pernah curhat gitu. Bukan ke Gua langsung sih, cuma curi dengar saat kami lagi ngumpul." Sambung Nela lagi.


"Jadi intinya Elu itu tukang ngerumpi nih ceritanya!" Nela mendilak tanda tak setuju.


"Terus gimana perkembangan hubungan kalian?, masih serumah doang tanpa ehem-ehem?" Nela mencoba mengorek lagi sejauh mana hubungan suami istri antara Azlan dan Dara.


"Apaan sih Nel, Elu antusias banget deh kayanya tentang pernikahan paksa Gua." Cebik Dara sebal.


"Terus kapan Elu atau suami Lu mau sowan ke rumah orang tua masing-masing pasangan, untuk meresmikan hubungan suami istri kalian?"


"Terus, terus...., Mbahmu! Paling sebelum resmi kita udah end." Tekan Dara. "Awas ya Lu Dar, jangan nyesel dan nelangsa kalau Bang Azlan tiba-tiba diembat orang, bakal nangis darah Lu." Peringat Nela kesal. Dara menghela nafas dalam. Tiba-tiba dadanya terasa sesak atas peringatan Nela barusan.


"Nel, Elu harus janji sama Gua! please๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ jangan kasih tahu yang lain kalau Gua udah nikah sama Bang Azlan ya!" Mohon Dara.


"Emang kenapa sih Dar, tapi Gua gak janji ya!" Sahut Nela.


"Please, Gua belum siap!" Dara memohon dengan penuh harap. "Lihat aja nanti." Ujar Nela seraya menyeruput es teh manisnya.

__ADS_1


Hai, selamat berpuasa buat teman-teman pembaca semua yang menjalankannya. Dukung ya karya Novel saya yang pertama ini. Terima kasih!


__ADS_2