
Motor yang dinaiki Azlan dan Dara kini kembali menyusuri jalanan Cibarusah. Sebelum sampai kontrakan, Azlan menghentikan motornya di pasar kaget dekat komplek perumahan yang tadi mereka masuki. Azlan dan Dara turun, lalu berbelanja sayur yang akan dimasak hari ini.
Sayur, ikan, kue dan beberapa buah-buahan kesukaan Dara sudah terbeli. Belanja kelar, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kontrakan yang hanya tinggal beberapa meter lagi.
"Es Bobanya lupa. Gimana dong padahal tadi ada yang jual disana," sesal Dara ketika baru sampai di kontrakan. Azlan menyadari, saat belanja tadi sebetulnya Azlan berniat membeli Es Boba kesukaan Dara, namun entah kenapa sejak melihat kejadian Bu Rani melabrak Meta, Azlan merasa kurang srek. Hatinya menolak jika Dara sampai sejauh itu ikut campur kedalam rumah tangga orang.
"Yah... Abang juga lupa Dek!" ucap Azlan berpura-pura menyesal.
"Abang juga kenapa harus lupa, padahal itu kesukaan Dara banget!" rajuk Dara lagi.
"Ya sudah deh, Abang belikan sekarang!" ucap Azlan seraya keluar dan menyalakan kembali motornya dan pergi.
Dara segera mengemasi belanjaannya, menyiapkan kue di piring dan menghidangkannya. Berharap saat Azlan pulang membawa Es Boba, Azlan bisa langsung menyantap kuenya.
Dara berinisiatif kali ini dia yang masak sebab hatinya merasa senang atas kejadian tadi yang menimpa Meta.
"Semoga Tuhan mengampuni kebahagiaanku atas derita Meta ini!" harapnya.
Saat Dara tengah menyiangi ikan dan membersihkannya, Azlan tiba namun dengan tangan hampa. Yang dia jinjing hanya sebuah botol air mineral 1 liter.
"Sayang... Abang minta maaf, Es Bobanya tadi sudah habis. Tadi Abang sudah mencari mutar-mutar Cibarusah, tapi tidak dapat. Akhirnya Abang hanya beli air mineral saja," berita Azlan penuh penyesalan. Dara nampak kecewa, padahal dia sedang ingin-inginnya.
"Yah... habis ya!" ucapnya sedih. Ada rasa sesal dihati Azlan seketika melihat wanitanya sedih karena minuman kesukaannya tidak berhasil dia dapatkan.
"Maafkan Abang Dek, Abang sengaja berbohong. Padahal Es Bobanya tidak habis, Abang hanya sedikit kecewa sama Adek, kenapa harus terlibat terlalu jauh mencampuri urusan orang lain," batin Azlan.
__ADS_1
"Ya sudah deh tidak apa-apa, besok saja beli lagi!" akhirnya Dara mengalah.
Dara masih belum menyadari bahwa Azlan sedang menghukumnya atas kejadian tadi, Dara masih semangat 2022 mengeksekusi masakannya. Kali ini dia memasak cah sayur kangkung dan ikan kembung saus tomat sesuai resep yang dia lihat di medsos.
Satu jam Dara berkutat di dapur, memasak untuknya dan Azlan. Memasak dengan penuh semangat dan cinta.
"Abang...! mau makan sekarang atau nanti habis mandi?" tanya Dara.
"Mandi dulu saja, lagipula Abang sudah sangat gerah!"
"Ya sudah Abang duluan sana, atau biar cepat kita mandi bareng saja!" celetuk Dara membuat Azlan terhenyak tidak percaya, hatinya senang setengah mati, namun kembali ke niat awal ingin menghukum Dara dengan sikap dinginnya. Darapun tidak biasanya genit begitu, mungkin saking bahagianya diatas derita Meta.
"Lain kali saja sayang mandi barengnya, Abang sudah sangat gerah nih!" alasannya sambil berlalu ke kamar mandi.
Dara mengangguk lalu berselonjor mengistirahatkan sejenak tubuhnya. Tiba-tiba pesan WA masuk dari Bu Rani.
"Iya Bu, Sama-sama!" balas Dara.
Saat bersamaan Azlan melewatinya dengan wangi sampo dan sabun yang menguar.
Tanpa menunggu lama, Dara segera ke kamar mandi dan membersihkan diri diliputi suasana hati yang bahagia. Setelah mandi dan makan nanti, niatnya ingin bermanja-manja dengan Azlan dan menikmati liburan hari ini dengan quality time yang agak panjang. Lagipula kali ini Dara begitu merindukan sentuhan Azlan.
Dara telah siap dan rapi dengan dress selutut dengan belahan dadanya yang rendah, kali ini Dara memakai baju dengan sedikit berani di hadapan Azlan. Dara sengaja ingin memancing hasrat Azlan untuk kali ini, biasanya dress ini dipadukan dengan Bolero sebagai outer untuk menutupi lengan dan dada, namun kini di suasana pagi menjelang siang ini, Dara memakainya polos begitu saja.
"Abang ayo kita makan!" ajak Dara seraya menuju dapur ingin menyiapkan hidangan makan untuk pagi menjelang siang ini.
__ADS_1
Azlan mengikuti Dara ke dapur lalu memeluknya dari belakang. Sikap dingin yang masih ingin dia perlihatkan untuk Dara, hilang begitu saja dengan pesona dan godaan Dara.
"Sayang... dengan melihat Adek seperti ini, rasanya kepengen makan Adek dulu....!" bisiknya di telinga Dara membuat Dara kegelian dan membalikkan tubuhnya.
"Ihhh... makan dulu....!" ucapnya tertahan, karena bibir Dara telah dibungkam bibir Azlan.
Mereka berciuman di dapur yang sempit dengan hasrat yang sudah menggebu.
Azlan sudah tidak kuat dengan hasratnya, dia melepaskan pagutan bibirnya sementara untuk mrngunci pintu dan menutup jendela rapat-rapat. Mungpung ikan di depan mata dengan sengaja memancingnya untuk disantap, maka Azlan tidak menyia-nyiakannya. Azlan segera membawa Dara ke kamar, lalu membaringkannya.
"Sayang... sudah tidak tahan nih Abang....!" ucapan Azlan disambut baik oleh Dara, kali ini justru Dara yang beringas memberikan serangan pada Azlan. Dan akhirnya pertautan itu terjadi dengan begitu liar dan kenikmatan yang tiada tara bagi keduanya. Dara dan Azlan terkulai lemas menyudahi kemesraan yang liar tadi. Azlan mengecup lama kening Dara sebagai bentuk terimakasih sekaligus permohonan maafnya.
"Sayang, minta maaf karena tadi Abang tidak membelikan Es Boba untuk Adek, tahu balasannya akan seperti ini, satu gerobak Es Boba Abang borong untuk Adek!"
Tiba-tiba Dara membalikkan badannya menghadap Azlan, senyumnya mengembang menggoda Azlan dengan tubuh yang masih polos hanya ditutup selimut tipis.
"Abang nakal... beringas banget!" ucapnya manja. Azlan membalasnya dengan mencubit kecil hidung Dara.
"Adek juga liar banget tidak seperti biasanya!" ucap Azlan seraya menatap lekat seluruh wajah Dara. Keduanya tidak kuat saling tatap lalu tertawa bersama, membayangkan betapa malunya saat tadi keduanya bergulat dengan hebat, sehingga lemari plastik yang harusnya berdiri dengan benar, kini bergeser saking dasyatnya kekuatan pergulatan mereka.
Dara tiba-tiba mencium bibir Azlan dengan lembut seraya melingkarkan tangannya di leher Azlan.
"Kita ulangi lagi?" tanya Azlan sendu, Dara mengangguk sayu. Akhirnya keduanya tanpa menunggu lama mengulang kembali pergulatan seru tadi yang padahal sudah berlangsung dua ronde. Ini ronde ketiga, stamina yang bagus untuk keduanya ditunjukkan di quality time kali ini.
Lemari plastik semakin bergeser, suara kecupan saling memagut berbaur bersama deru halus suara kipas angin. Keduanya semakin memacu waktu dan akhirnya pelepasan untuk yang kebeberapa kalipun terjadi tanpa menimbulkan suara-suara yang aneh, mereka rupanya pasangan muda yang bergelora cinta, namun mampu menahan suara aneh saat bercinta.
__ADS_1
Keduannya mengakhiri adegan hot percintaan kali ini dengan sama-sama terkulai lemas dan rasa ngantuk yang menjalar. Sehingga lupa makan, keduanya tertidur sambil berpelukan mesra. Kipas angin menyaksikan dengan suka cita, menyaksikan dua insan yang kelelahan dengan suasana kasur yang sudah tidak berbentuk lagi, dilanda tsunami lokal yang dahsyat.