
Hari menjelang pagi, saat ini Dara sedang menyaksikan sambil belajar memandikan baby Zla. Bu Endah begitu gesit memandikan baby Zla di jolang yang sudah diisi air hangat. Mulai dari cara memegang dan menahan tubuh bayi, Dara ikuti. Bu Endah tidak merasa takut atau ragu dalam membulak-balikan tubuh mungil baby Zla. Padahal Dara yang melihat, merasa takut dan risih.
Cukup 10 menit baby Zla telah selesai dimandikan. Dengan sigap Dara merungkupkan handuk ke punggung hingga kepala baby Zla, lalu dengan cepat Bu Endah membalikkan tubuh bayi tersebut. Dibuntelnya sekujur tubuh mungil itu.
"Neng, siapkan semua baju baby Zla, biarkan Ibu menjemur sebentar, supaya cahaya matahari pagi ini dapat diserap vitaminnya oleh baby Zla," titah Bu Endah yang langsung dipatuhi Dara.
"Masya Allah, cantiknya cucu Nene. Hidung bangir, kulit bersih kuning lansat, bulu mata lentik, matanya juga beli. Mirip Mama Dara ya saat bayi, cantik dan baik hati," puji Bu Endah berbicara sendiri pada bayi yang kini sengaja dijemur dalam pangkuannya.
Cukup 15 menit Bu Endah menjemur baby Zla, matahari di Cikarang suhunya cepat panas. Kalau kelamaan tidak baik juga bagi kulit bayi, bisa berakibat gosong.
"Sudah yuk, sudah... kita pakai baju baru. Bajunya mau pakai yang Mama belikan atau yang Nene belikan?" Lagi-lagi Bu Endah mengajak bicara baby Zla, walaupun Baby Zla belum bisa menjawab atau merespon. Baby Zla diangkat lalu dibawa ke dalam untuk dipakaikan baju.
Baby Zla langsung dibaringkan diatas kain pernel yang sudah Dara siapakan sebagai kain untuk bedong.
__ADS_1
"Bu, apakah itu tidak bikin gerah baby Zla?" tanya Dara merasa tidak enak sendiri dengan keadaan baby Zla yang dibuntel begitu seperti mumi tapi bukan mumi.
"Tidak atuh Neng, apalagi ruangan ini ber- AC. Baby Zla pasti akan kedinginan kalau tidak dibuntel begini."
"Terus itu tidak bahaya, Bu? Tadi Dara lihat tangan baby Zla diletakkan di belakang pantat baby Zla, apakah baby Zla tidak akan merasakan sakit tangannya ketindih?" Dara nampak sangat khawatir melihat baby Zla dibedong sedemikian rupa.
"Bu, memang apa sih manfaat bedong untuk bayi?"
"Kalau menurut Ibu sih, supaya membantu kenyamanan pada tidur bayi, mencegah dari udara dingin, asal memasangnya betul dan jangan terlalu kencang. Nanti juga Eneng bakal pandai memasang dan tahu apa saja tahap-tahap membedong. Tapi kalau hati belum benar-benar siap, maka Eneng jangan dulu mencobanya," peringat Bu! Sukma panjang.
"Wah... baby Zla sudah cantik ya. Ihhh... kok culas terus sih baby Zla. Tiap tante Sofia mau mengajak baby Zla ngorol, ada saja gangguannya." Sofia protes dengan bibir yang mengerucut.
__ADS_1
Baby Zla dibaringkan di kasur saat pergerakan bibirnya tidak sedang mengisap lagi. Baby Zla tidur dengan pulas.
Tidak berapa lama dari itu, dari luar terdengar suara orang mengetuk pintu sambil mengucap salam.
"Sana lihat Sofi, siapa tahu jodoh Sofi, wkwkwkw....!" goda Dara kepada Sofia sambil ketawa. Sofia merengut sambil bibirnya ngedumel. Sementara Ibu dan Dara saling melempar senyum.
Sofia berjalan perlahan menuju pintu, lalu membukanya perlahan. Saat dibukanya Sofia terbelalak kaget dengan bibir yang mengatakan lebar.
"A Wisnu... benarkah?" Sofia kaget setengah mati. Lalu Wisnu yang disambut dengan sikap kaget Sofia, menatap Sofia dari atas kepala sampai ujung kaki. Ada gurat hari disana. Sesaat ada senyum menyungging di sana.
__ADS_1
Bagaimanakah sikap Wisnu, apakah dia merasa bahagia bertemu Sofia? Pantengi terus ya. Jangan lupa like dan komentar.