Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Sofia yang Dilupakan


__ADS_3

Sofia sudah hampir satu jam menunggu Wisnu di taman samping barak. Namun ia sabar menunggu. Beruntung ada penghuni barak yang dengan senang hati menemani sambil berusaha pendekatan, bahkan tidak cuma satu lima malah. Sofia sebenarnya senang-senang saja bisa kenalan dengan cowok-cowok kacang hijau itu, namun dihatinya hanya satu nama yang saat ini nyangkut, meskipun cowok tersebut sungguh menyebalkan.



Sofia melihat jam di tangannya. Dua jam sudah dia dibiarkan di taman samping barak. "Kenapa sih Dek lihat jam tangan saja? Kan ada kita, ngapain nungguin Bang Wisnu?" celoteh cowok yang berkaos hijau bergambar Sniper. Sofia sebetulnya sudah jengah digodain cowok-cowok ini, terlebih Wisnu yang tidak nongol-nongol. Sofia mencoba menelpon Wisnu, namun yang ditelpon malah tidak mengangkat HPnya.



"Waduhhh... kemana sih A Wisnu, ngobrol kok lama? Mana sudah siang lagi," rutuknya kesal. "Sudahlah Dek, jangan terlalu diambil pusing. Senior kita yang satu itu memang begitu. Ngobrol sama Seniornya satu jam, sisanya paling molor," ucap salah satu diantara mereka.


"Masa sih Kak?" Sofia tersentak tidak percaya. "Betul....!" ucap mereka kompak. "Haduhhh... gimana dong?" Sofia nampak panik.


Beberapa menit kemudian setelah Sofia panik, Wisnu berjalan santai dari arah dalam barak, lantas dia langsung ke parkiran barak tanpa mengajak Sofia atau mengingat Sofi. Sofia yang melihat hal demikian sontak kecewa dan ingin nangis. "Aa....!" teriaknya sambil melambaikan tangan sebab Wisnu sudah melajukan Jeepnya.



"Waduh... ceweknya ditinggal, macan mana nih Bang Wisnu. Senior kita pikun kali ya!" rutuk Sirait salah satu yunior yang tadi sempat mengenalkan namanya pada Sofia. "Sudah Dek, tenang saja. biar nanti Abang telpon Bang Wisnu biar balik lagi kesini!" bujuk Sirait lagi.


__ADS_1


Benar saja tidak berapa lama, Jeep yang ditumpangi Wisnu kembali dan berhenti di samping barak. Wisnu segera turun dan menghampiri Sofia yang kini terlihat berembun air mata. "Hayohhh... Bang, kau ini macam mana. Ceweknya malah ditinggal. Kau ini terlalu....!" oceh Sirait ketika Wisnu datang kembali.



"Ayo....!" ajak Wisnu seraya menuntun lengan Sofia. Sofia yang tadi sudah panik kini mulai meneteskan air mata sampai lupa pamit pada Sirait dan kawan-kawan. "Hati-hati Dek, Senior kita mulai pikun, entar ditinggal lagi....!" peringat yang lain seraya cekikikan.



Sofia sudah duduk manis di dalam Jeep, dengan mata sembab dan sedih. Tubuhnya sengaja dia pepet ke arah pintu dengan pandangan keluar jendela. Jeep mulai melaju dengan kecepatan sedang. Wisnu yang menyadari Sofia diam, dia jadi serba salah. Dia tahu dia salah, namun itu bukan mutlak kesalahannya semata. Wisnu hanya lupa, sebab kebiasaannya selama ini tidak pernah membawa cewek siapapun kehadapan teman-temannya.




Ada gurat sesal di wajah Wisnu telah membuat cewek di sebelahnya kecewa dan sedih saat melihat wajah sendu Sofia. "Aku minta maaf ya Sof... aku benar-benar lupa!" ucapnya lirih kemudian melajukan kembali Jeepnya dengan perlahan.



Satu setengah jam berlalu, Jeep sampai di depan kontrakan Dara. Wisnu mencoba membangunkan Sofia dengan menggoyang-goyangkan bahunya. Perlahan Sofia bergerak, terbangun dari alam bawah sadarnya. Sejenak netra Sofia memendar keseluruh penjuru. Seperti kenal dan saat kesadaran sepenuhnya terkumpul, Sofia langsung bangkit bermaksud pu membukakan pintu mobil.

__ADS_1



Wisnu sigap memutar tubuhnya dan membuka pintu sebelah kiri yang kini sudah dibuka paksa oleh Sofia. Pintu berhasil dibuka, dengan cepat Sofia turun lalu menuju pintu dan menerobos masuk tanpa menghiraukan Wisnu. Wisnu sadar kenapa Sofia seperti itu. Dia hanya berdiri di depan pintu sembari menunggu yang empunya kontrakan keluar.



"Sofia... kenapa? Kok menangis?" Dara yang sedang baring leyeh-leyeh terperanjat melihat Sofia menangis. Sofia lantas langsung masuk kamar dan menenggelamkan diri. Dara semakin heran, kemudian dia bangkit menuju pintu. Didapatinya Wisnu tengah berdiri.



"Aa... kenapa dengan Sofia?" Dara bertanya dengan nada heran. Wisnu menoleh namun nampak bingung. "Kalian berantem....?" tanya Dara lagi penasaran.


"Sofia ngambek gara-gara Aa lupa akan kehadiran Sofia di barak," jawab Wisnu jujur. "Ihhh Aa ini, macam belum pernah punya cewek, masa nggak peka sih. Jelas Sofia ngambek, wong Aanya saja pelupa," gerutu Dara ikut kesal.


"Sekarang Aa pulang dulu geh, Sofia biar Dara yang urus," usir Dara halus. Wisnu terpaksa menuruti ucapan Dara. Dengan langkah yang sedikit gontai Wisnu menuju Jeepnya dan melajukan Jeepnya perlahan.



Dara menatap nanar ke arah Jeep yang dilajukan Wisnu seraya hatinya dipenuhi banyak pertanyaan. Jeeppun menjauh sampai Jeep tidak terlihat lagi. Dara menutup pintu, lalu menyusul menemui sang adik ipar.

__ADS_1


__ADS_2