Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Back To Cikarang


__ADS_3

Sore itu habis Asar, Azlan dan Dara tengah bersiap untuk kembali ke Cikarang. Barang yang akan dibawa sudah dipaking, dibantu Azman dan Sofia. Bawaan kali ini lebih banyak dibandingkan ketika keberangkatan ke Palembang. Pempek, Kemplang yang akan dibawa Azlan dan Dara sudah disiapkan Mamak.



"Ya ampun, Mak, banyak banget. Kita repot nanti bawanya Mak!" protes Azlan sambil menepok jidatnya.


"Jangan banyak protes, semua ini bukan dibawa pakai tangan, tapi dibawa pakai pesawat. Nanti juga masuk bagasi, tak perlu Kau repot harus dibawa ke dalam pesawat. Nanti setelah di Cikarang, Kau bisa bagikan ke kawan-kawan dekat Kau sama kawan dekat Neng Dara," sergah Mamak enteng.


"Aduh Mak, bukan masalah masuk bagasi. Tapi nanti setelah turun dari pesawat, kami bakal kerepotan bawanya," komplen Azlan lagi.


"Kau ini cak bukan wong mudo, tenago masih kuat macam kepayahan, bawa Kemplang dan Pempek seasoy bae saro (sekantong kresek saja susah). Di bandara Soetta Kau bisa pesan GrabCar. Mudah, kan?" ucap Mamak lagi santai.


Sofia yang sejak tadi membantu paking, nampak diam saja seakan sedih akan ditinggalkan Azlan dan Dara, begitupun Azman. Adik lelaki kesayangan Azlan ini merasa sedih harus berpisah kembali dengan Abangnya. Dia nampak murung dan tidak ceria. Sementara Bapak, walau nampak sedih, namun berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"Ya sudahlah, Lan patuh bae apo uji (saja apa kata) Mamak," balas Azlan pasrah.


Sofia yang sejak tadi diam, tiba-tiba menghampiri Dara dan memeluknya. Sofia menangis sambil berkata-kata.


"Yuk, jangan pergilah Yuk. Sofia gak ada teman lagi di rumah ini, Sofia bakal sendiri lagi tidurnya tanpa Ayuk," rengeknya diiringi isak.


"Yuk, janji harus datang lagi kesini ya! Jangan lupakan Sofia dan keluarga ini. Jadilah Kakak ipar Sofia!" mohon Sofia diiringi isak tangis.


"Insya Allah Sof, doakan saja ada jodohnya," balas Dara berbisik pelan. Dara melepaskan pelukan Sofia, ditatapnya wajah manis gadis itu sambil tersenyum. Walau Dara sama sedihnya seperti Sofia, akan tetapi dia berusaha menyembunyikan kesedihannya.


Dara melepaskan Sofia, lalu menghampiri Bapak dan menyalami tangan Bapak lalu mencium punggung tangannya.


"Hati-hati ya Nak, semoga selamat sampai tujuan," ucap Bapak sendu.

__ADS_1


Saat menuju Mamak, Dara langsung dipeluknya. Tak terasa air mata Dara tumpah tak tertahan.


"Pulang ya Mak... !" ucap Dara berpamitan disertai isak. Mamak mengusap lembut punggung Dara seraya berbisik. Entah apa yang Mama bisikkan. Terakhir Dara menyalami Azman adik bungsu Azlan.


Azlanpun berpamitan pada semua seperti yang dilakukan Dara.


"Jaga Neng Dara, jangan pernah sia-siakan!" pesan Mamak sambil menatap tajam mata Azlan.


Azlan mengangguk sambil menyalami punggung tangan Mamak tersayangnya itu.


Jam menunjukkan pukul 16.00 sore, sementara GrabCar yang dipesan Azlan masih dalam perjalanan.


Azlan melihat Dara begitu cantik dengan setelan rok yang tempo hari dia belikan di Mangga Dua. Makin jatuh cinta Azlan pada Dara, apalagi kini Dara sudah mulai bisa ditaklukannya. Azlan yakin, sebentar lagi Dara akan segera menjadi miliknya seutuhnya.


GrabCar yang dipesan Azlan akhirnya tiba. Azlan dan Dara segera berpamitan seraya memasukkan satu persatu barang bawaan. Azlan dan Dara melambaikan tangan saat GrabCar yang ditumpangi mereka melaju meninggalkan pekarangan rumah.



"Ya Allah, semoga kedua anak kami berjodoh dan perjalanannya selamat sampai tujuan," doa Mamak sebelum GrabCar yang ditumpangi Azlan dan Dara benar-benar menghilang, menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2.


*


*


Singkat cerita, pesawat yang ditumpangi Azlan dan Dara take off jam 7 malam. Dan akhirnya mendarat sempurna di Bandara Soekarno Hatta tepat pukul 8.05 Wib. Azlan segera memesan GrabCar tujuan Cikarang. Dalam perjalanan menuju Cikarang, Dara tertidur pulas dengan bahu Azlan sebagai sandarannya. Akhirnya perjalanan yang melelahkan itu berakhir sudah. GrabCar yang mengantarkan Azlan dan Dara tiba dengan selamat di depan kontrakan tepat pukul 21.45 malam.


Setibanya di dalam kontrakan, Dara nampak kelelahan, segera dia menuju kamar mandi dan bersih-bersih, lalu melaksanakan kewajibannya yang tadi sempat tertunda. Azlanpun demikian, setelah merapikan barang bawaan tadi, segera dia ke kamar mandi dan bersih-bersih.

__ADS_1



Setelah melaksanakan sholat Isya, Azlan menyusul Dara menuju kasur mereka yang hanya dihalangi lemari plastik itu, tidak lupa dia matikan lampu tengah.


Azlan melihat Dara sudah berbaring, dia pun ikut berbaring di samping Dara. Dara melakukan pergerakan, dan Azlan takut Dara mengusirnya. Namun apa yang ditakutkannya nampaknya tidak terjadi. Dara merubah posisi tidurnya dengan terlentang. Kemudian dia menggapai tangan Azlan mengisyaratkan ingin dipeluk.


Merasa dikasih angin segar, dengan senang hati Azlan menyambut uluran tangan itu. Sebelum berbaring dan memeluk gadis yang sangat dicintainya itu, Azlan mengangkat tubuhnya sedikit memberi jarak antara tubuhnya dengan tubuh Dara, lalu perlahan tapi pasti Azlan meraup bibir Dara menumpahkan rasa rindu yang membara. Dara membalas ciuman lembut itu dengan senang hati, kini antara keduanya tiada jarak.



"Abang, Dara ngantuk dan lelah banget... kita tidur yuk...!" ajak Dara lembut menghentikan aktivitas romantis mereka. Azlan mengangguk, namun sebelum dia benar-benar membaringkan tubuhnya di samping Dara, Azlan meraup kembali bibir manis Dara dengan lembut.


"I Love you sayang!" ucap Azlan seraya menyudahi kecupannya lalu berbaring menghadap Dara dan memeluk Dara begitu lekat. Dara merasakan nyaman dipeluk Azlan, hatinya secepat itu benar-benar tumbuh cinta pada Azlan.


Keduanyapun terlelap dalam lekatnya buaian cinta. Azlan bahagia banget hatinya bersorak, kini dia benar-benar bisa memeluk tubuh molek gadis kesayangannya itu tanpa segan dan takut lagi.


"Terima kasih Ya Allah, akhirnya aku bisa memeluk tubuh ini tanpa pemberontakan. Dan mencium bibir ini tanpa penolakan." Azlan benar-benar bahagia, meskipun gadis itu belum seutuhnya menjadi miliknya. Tapi diwaktu yang tidak akan lama lagi, pasti Dara akan seutuhnya menjadi miliknya. Itu tekad Azlan.



Kita lihat saja sampai dimana tembok pertahanan Dara bisa dijebol Azlan. Rupanya Azlan belum terlelap, sesekali tubuhnya dia angkat lalu dipandanginya wajah cantik nan lelah gadis kesayangannya itu, terlelap nampak benar-benar lelah. Azlan kembali meraup bibir itu dengan leluasa.


"Terima kasih Adek sayang udah menerima Abang yang biasa ini, Abang berjanji akan selalu mencintai dan menjaga Adek sepanjang hidup ini." Tak terasa Azlan meneteskan air mata haru. Cintanya yang tulus kini benar-benar terbalaskan.


"Terima kasih keluargaku, telah menerima Dara dengan baik," doa Azlan sebelum membaringkan kembali tubuhnya disamping Dara.


Azlan menatap Dara, lalu mengecup keningnya sesaat. Azlan membaringkan tubuhnya yang kini benar-benar lelah dan ngantuk berat. Posisi yang nyaman dengan memeluk erat tubuh Dara yang sudah terlelap.

__ADS_1


__ADS_2