Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Salah Paham


__ADS_3

Mobil yang disupiri Riki, akhirnya sampai dengan selamat di depan halaman kontrakan Dara. Reno segera turun dan membukakan pintu mobil di samping Dara. Dara segera mendongak dan hendak turun, kepalanya sedikit pusing mungkin akibat kehujanan tadi.



"Awww... !" pekiknya seraya meraba pelipis kanannya. Sementara tubuhnya sedikit merosot, namun dengan cepat Reno menangkapnya lalu memberi tumpuan pada dadanya sehingga kepala Dara menyandar ke dada Reno.



Dara menyadari, namun sakit kepala yang menyerangnya seakan memaksa dia harus bertumpu di dada Reno. Lima menit kemudian, Dara mengangkat kepalanya. Walau berat ia dongakkan dan berusaha melangkahkan kakinya.



"Biar Dara sendiri....!" tepisnya pada Reno yang ingin memapah Dara. Dara berjalan pelan menuju pintu kontrakan diikuti Reno dan Riki. Dara meraba tasnya dan mencari kunci kontrakan, lama diubeknya tas itu. Akhirnya kunci itu ketemu terselip diantara tumpukan HP dan tisu yang tadi sempat dia bawa.



Pintu berhasil dia buka dan perlahan Dara membalikkan tubuhnya.


"Bang Reno, Kak Riki, Dara ucapin makasih ya sudah nganterin Dara. Dara masuk ya," ucap Dara sambil tersenyum pada Reno dan Riki.


"Kamu tidak apa-apa Dar, kami tinggal sendiri? Aku takutnya kamu kenapa-kenapa," ujar. Reno cemas.


"Dara tidak apa-apa Bang, Dara ucapin makasih sekali lagi," ucapnya tulus seraya mengatupkan kedua tangannya.


"Ok... kamu masuklah, kalau ada apa-apa hubungilah Rivai," ucap Reno memberi tahu. Dara mengangguk. Reno dan Riki kembali ke mobil, tidak berapa lama mobilpun berlalu dari halaman kontrakan Dara.


Dara kini membaringkan tubuhnya, setelah tadi mengganti baju kondangannya yang basah, lalu membaluri sekujur tubuhnya dengan minyak Kayu Kencana penghangat badan. Perut, leher, dan pelipis, tidak luput dari balurannya. Wangiii... minyak Kayu Kencana tercium sampai ke hidungnya, rasa mual karena masuk angin sedikit berangsur hilang.


Dalam baringnya Dara terbayang kejadian tadi, sejak dia dipaksa masuk ke mobil sampai dia turun dari mobil yang disupiri Riki, bayangan Reno memenuhi kepalanya. Dara merasa ada yang berubah dalam diri Reno, sebuah aura positif bisa Dara rasakan ketika dia secara tidak sengaja bersentuhan dengan Reno.

__ADS_1



Cowok berkulit bersih itu dimata Dara masih sama tampannya dan wangi, namun kini tidak cuma itu saja yang bisa Dara rasakan. Perubahan Reno menjadikan cowok itu kini lebih menarik. Mungkin saja Dara kini mengaguminya.


"Semoga saja Bang Reno sudah benar-benar berubah," bisik Dara mengenang Reno.


...----------------...


Pagi menjelang, Dara kini sudah merasakan tubuhnya lebih segar dibanding semalam. Rasa mual karena masuk angin sudah hilang. Dan kini Dara kembali sehat seperti biasa. Dalam hatinya merasa perlu berterimakasih pada orang-orang yang terlibat dalam perjalanan hidupnya kemarin.


Rivai, Riki, dan Reno. Dara merasa berhutang budi pada mereka bertiga Lantas Dara meraih Hpnya dan mencari kontak Rivai dan Riki.


["Kak Vai... terimakasih semalam ya,"]


[Kak Riki... terimakasih semalam ya, terimakasih juga buat Bang Reno sudah bantu Dara,"]


Satu persatu Dara kirim pesan WA. Dan rupanya mereka tengah online, sehingga pesan WA Dara langsung ceklis biru dua. Hati Dara tenang setelah melihat pesannya dibaca.




"Abang....!" pekik Dara senang. "Kapan Abang pulang, cepatlah pulang Dara sudah rindu," ungkapnya manja sambil menatap Azlan yang jauh disana dengan tatapan rindu.



"Benar nih rindu Abang, atau rindu yang lain?" balas Azlan membuat Dara sedikit terkejut. "Abang kenapa sih, bininya rindu malah dituding yang tidak-tidak?" rajuknya seraya memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah, kalau begitu Abang sudahi dulu VCnya ya," ucapnya mengakhiri VC tanpa ucapan salam. Sikap Azlan ini sontak membuat Dara kecewa dan bertanya-tanya. Terlebih wajah Azlan saat di kamera tidak terlihat senang, dia seakan sedang menahan marah.

__ADS_1


"Bang Azlan kok aneh sih, bininya rindu tapi dia kayak tidak senang," heran Dara seraya berpikir keras.


Tiba-tiba notifikasi WAnya Dara berbunyi. Dara langsung membukanya, sudah dia duga itu pasti dari Azlan. Namun yang bikin dia terhenyak, Azlan secara tidak terduga mengirimkan sebuah foto Dara dengan seseorang yaitu Reno.



Foto itu tidak salah lagi diambil saat dirinya turun dari mobil yang disupiri Riki. Foto yang memperlihatkan kedekatan Dara dengan Reno, dan itu memang jaraknya sangat dekat. Kepala Dara bersandar di dada Reno, dan sebelah tangan Reno memegang bahu kanan Dara. Seakan-akan foto itu begitu intim, padahal kejadiannya tidak begitu.


"Siapa yang sudah memoto kami secara sengaja, dan mengirimkannya pada Bang Azlan?" tanya Dara dalam hati.


Tadi malam saat Dara turun dari mobil, kepalanya sangat sakit dan Dara memang merasakan mual dan sakit kepala. Saat tubuhnya merosot, Reno dengan cepat menangkap tubuh Dara dan membiarkan kepala Dara bertumpu di dada Reno. Itu seingat Dara.



\["Abang... ini bisa Dara jelaskan. Tolong Abang jangan marah dulu atau berpikiran negatif dulu, tolong Abang dengar Dara dan percaya Dara,"\] pesan WA memohon Dara terkirim. Lalu Dara dengan cepat menghubungi Azlan via VC. Namun sayangnya Azlan tidak mau mengangkat VC darinya.


["Abang salah paham sama Dara, kalau Abang ingin tahu ceritanya, tolong tanyakan pada Kak Riki dan Kak Vai plisss... percaya sama Dara 🙏"]. Pesan WA kembali terkirim pada Azlan, berharap Azlan memahami dan mempercayainya.


["Abang percayakan kamu bisa jaga diri kamu baik-baik, tapi kepercayaan Abang kamu abaikan. Abang kecewa sama kamu."] Balasan WA dari Azlan itu begitu tegas dan menohok hati Dara, rasanya sakit saat orang yang dicintainya sudah tidak mempercayainya. Dara hanya bisa menangis dan menghempas HPnya di lantai.


Satu setengah bulan lagi Azlan pulang ke Indonesia, bahkan dirinya sudah tidak sabar lagi ingin kembali bersama-sama dengan Azlan. Namun kenyataan barusan, membuat hati Dara dilanda bimbang. Yang harus Dara lakukan sekarang adalah membuat Azlan percaya padanya bahwa kejadian dalam foto itu tidak sesuai faktanya.


"Kak Riki dan Kak Vai maupun Kak Reno harus bisa menjelaskan semua ini dengan sejelas-jelasnya."


...****************...


["Besok Abang pulang, tolong simpan kunci rumah di tempat biasa. Kamu kerja pagi, kan?"] Pesan WA dari Azlan dibaca oleh Dara, pesan WA yang sudah lama ia nantikan, namun isinya bukan kata-kata romantis atau puitis dari seorang suami yang selama ini dia rindukan. Dara paham Azlan sedang cemburu pada.


Bahkan tidak ada lagi panggilan Adik atau sayang yang selalu Azlan sematkan kalau sedang memanggil Dara, hanya kata "kamu dan kamu" yang sekarang sering Azlan ucapkan. Padahal... sumpah, ini begitu menyakitkan buat Dara.

__ADS_1



Hingga saat yang ditentukan itu tiba. Azlan kembali ke tanah air. Dara senang bukan kepalang. Namun bersamaan dengan itu Dara harus berusaha menjelaskan masalah foto tempo hari itu, yang sampai kini belum terurai.


__ADS_2