Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Ancaman Meta 2


__ADS_3

Jam istirahat tiba, Dara dan Nela serta yang lainnya yang kebagian jam istirahat pertama berhamburan menuju ruang istirahat, ruangan yang didisain khusus seperti ruang makan itu selalu terisi penuh, walau tidak terdapat kantin, namun para karyawan pabrik selalu membawa bekal dan dimakannya bekal itu disana.


"Nah diujung sana Dar.....!" Seru Nela seraya menunjuk bangku yang masih kosong, kebetulan paling ujung.


Mereka ambil duduk masing-masing dan membuka bekal yang mereka bawa. Sambil makan Dara dan Nela tak lepas dari obrolan.


"Tadi bukti apa yang Lu maksud?" Tanya Dara penasaran. Nela segera membuka galeri foto di hapenya dan membuka sebuah vidio yang terakhir dia shoot. "Coba lihat...!" Tunjuk Nela sambil memperlihatkan hapenya. Dara mengamati dengan seksama adegan demi adegan dari sejak Meta datang, bahkan saat Meta menghempas tangan Dara sampai dia pergi dan keluar dari pabrik.


"Sebetulnya Kak Vita yang ngeuh duluan akan kedatangan Meta." Berita Nela. "Kak Vita langsung ngasih tau Gua, tanpa basa-basi dan tanpa sepengetahuan Kak Vita, Gua langsung merekamnya." Lanjut Nela.


"Terus......?" Dara penasaran. "Kak Vita yang heran, tanpa sepengetahuan Meta dia mengamati dari samping mesin Lu, Gua ngikutin dan masih terus merekam." Ujar Nela sambil mengunyah.


"Kak Vita nyamperin Elu, saat si Meta menghempas tangan Elu." Terang Nela.


"Gua gak nyangka Kak Meta bakal nyusul ke dalam!" Ucap Dara gak habis pikir. "Saat tadi di gerbang dia negor Gua, nanya Gua " tumben Gua telat?"."


"Gua jadi bangga sama diri Gua sendiri, wakwakwak....!" Ucap Nela diakhiri tawa.


"Bangga kenapa?" Dara heran.


"Bangga, sebab Elu udah ikutin saran Gua!" Ujarnya cengengesan.

__ADS_1


"Gitu aja bangga!" Ejek Dara seraya mencebikkan bibirnya.


"Kalo gak gitu, Elu gak bakal tahu gimana sikap si Meta ke Elu setelah lihat Elu jalan sama Bang Azlan."


Iya juga sih apa yang dikatakan Nela, Meta dengan emosinya bertanya tentang hubungan Dara dan Azlan tanpa basa-basi dengan emosi pula.


*


*


Pulangnya, tanpa disangka-sangka Dara, Meta mencegat langkah Dara dan Nela. Seakan masih penasaran dengan pertanyaannya tadi yang belum sempat dijawab Dara.


"Lho.... Kak Meta, ada apa Kak?" Tanya Dara heran.


"Pertanyaan aku yang tadi belum kamu jawab, jadi sekarang jawab!" Ucapnya dengan nada tinggi.


"Aduh Kak, kok emosi sih. Sebetulnya Kak Meta kenapa? Sebelum melihat Dara jalan sama Bang Azlan kak Meta gak bengis gini, kita gak ada masalah kan?" Tekan Dara.


"Jangan banyak basa-basi deh Dara, aku cuma mau tanya ada hubungan apa kamu sama Bang Azlan Teknisi incaran aku?" Tanya Meta penuh penekanan, rasanya dia tak sabar dengan jawaban dari Dara. Ada apa sih orang ini sebegitu ngototnya pengen jawaban tentang hubungan Dara dan Bang Azlan? Benak Dara bertanya-tanya heran.


"Hubungan Dara sama Bang Azlan teman dekat Kak, kita kan tetangga. Jadi saat melihat Dara telat masuk kerja, Bang Azlan maksa ngantarin Dara." Alasan Dara ngarang.

__ADS_1


"Lain kali, kalau Azlan ingin ngantarin kamu, kamu jangan mau, sebab Azlan udah punya aku, dia incaran aku. Kalau kamu masih mau diantar dia, awas saja, kamu akan nyesal Dara!" Peringat Meta disertai ancaman.


"Kenapa memangnya Dara gak boleh mau diantar Bang Azlan, emang tKak Meta siapanya Bang Azlan?" Timpal Nela tiba-tiba. "Kamu, gak usah ikut campur Nela. Aku gak ada urusan sama kamu!" Tunjuk Meta ke arah Nela.


"Benar aku gak ada urusan sama kamu Kak, tapi Kak Meta gak ada hak melarang orang terlebih Dara untuk diantar Bang Azlan, sebab Dara adalah teman dekat Bang Azlan." Tukas Nela membela Dara. Dara menggoyang-goyang tangan Nela memberi kode supaya diam, namun Nela tidak peduli dengan kode dari Dara.


"Apa kamu bilang, teman dekat?" Ucap Meta tak percaya.


"Sudahlah Kak gak perlu bertanya lagi, kami mau balik, kami mau istirahat. Menyingkirlah jangan halangi jalan kami!" Sergah Dara sambil berlalu dengan cepat. Nela mengikuti dari belakang setengah berlari.


Meta merasa tidak puas, dia mengejar langkah Dara. "Dara... tunggu!" Halaunya.


Dara tersentak dengan sikap Meta yang menghalangi jalannya.


"Ada apa lagi Kak?" Tanya Dara jengah. "Aku petingatkan sekali lagi, jangan pernah mau diantar lagi sama Azlan atau dekat-dekat dengan Azlan!" Peringatnya keras.


"Ada lagi yang mau Kak Meta sampaikan?" Ucap Dara dengan nada menantang. "Ayo Dar, gak perlu Elu ladeni orang ini. Kita pulang! Kita gak pantas keluyuran malam-malam, kecuali pulang kerja!" Potong Nela penuh dengan nada sindiran.


'Sialan....!" Umpat Meta kesal.


Dara dan Nela berlalu dengan cepat meninggalkan Meta yang dilanda kesal.

__ADS_1


__ADS_2