
Azlan menatap Dara menunggu Dara memulai bicara.
"Dara mau hubungan kita berakhir!" Ucap Dara pelan namun jelas, Azlan yang tidak menyangka Dara akan berbicara seperti itu terlongo tak percaya.
Kue yang tadi dia makan sampai terlepas.
"Apa maksudnya, Dek?" Tanya Azlan tak percaya, ditatapnya Dara dengan nanar.
"Dara mau Abang lepaskan Dara sekarang juga!" Tekan Dara yakin, tanpa berpikir seandainya Azlan menyetujui permintaannya sekarang juga, lantas apakah Dara siap keluar dari kontrakan itu sekarang?
"Tapi kenapa, Dek? Apa salah Abang?" Tanya Azlan minta penjelasan. "Dari awal hubungan kita sudah salah Bang, dari cara Abang mendapatkan Dara juga salah. Maka dari itu, Dara ingin semua kesalahan itu berakhir hari ini!" Tegas Dara dengan nada memohon.
"Tidak, Abang tidak akan pernah lepaskan Adek!" Tegas Azlan.
"Abang tidak akan pernah mengakhiri hubungan ini!" Sambungnya lagi.
"Abang jangan egois, Abang tidak berhak mengatur-ngatur hidup Dara. Pokoknya Dara minta lepaskan Dara sekarang juga!" Desisnya penuh nada marah dan permohonan.
"Tapi kenapa Dek, kenapa Adek minta hubungan ini berakhir. Ada apa sebenarnya Dek?" Ucap Azlan. minta penjelasan.
Dara berdiri menuju lemari Azlan, lalu meraih dompet lama Azlan yang tersimpan di lemari itu, lantas disodorkankannya dompet itu ke muka Azlan. Azlan heran dan tak paham dengan maksud Dara. Diraihnya dompet itu dengan segera.
"Dompet ini, apa maksudnya?" Tanya Azlan heran. "Buka aja....., disana akan ketemu jawanannya!" Perintah Dara.
Satu persatu Azlan buka selipan dompet itu, namun dia rasa tidak menemukan sesuatu yang bisa membuat Dara marah. Azlan berhenti saat matanya melihat pada foto Dara yang masih baru, foto berhijab yang dia ambil sembunyi-sembunyi beberapa minggu yang lalu. Azlan yakin foto Dara yang dia ambil sembunyi-sembunyi ini penyebab Dara marah saat ini. Lalu Azlan meraih foto itu dan memperlihatkannya pada Dara.
__ADS_1
"Mungkin foto ini yang membuat Adek marah, Abang minta maaf, karena Abang ambil secara sembunyi-sembunyi!" Mohon Azlan yakin.
"Itu salah satunya yang bikin Dara marah karena tanpa ijin Abang main ambil foto Dara, tapi ada lagi yang membuat Dara kecewa sama Abang. Dibalik selipan terakhir itu, coba Abang lihat!" Jelasnya penuh emosi. Azlan mencoba mengikuti apa yang dikatakan Dara. Dibukanya selipan dompet terakhir itu, lalu mata Azlan menyipit setelah apa yang dia temukan.
"Foto ini udah lama Dek, bahkan Abang tidak ingat foto ini masih nyelip disini!" Jelas Azlan tanpa diminta. "Dia Meta, mantan Abang tiga tahun yang lalu dan sekarang Abang gak ada hubungan apa-apa sama dia." Jelasnya lagi. Dara menarik nafasnya dalam.
"Abang tega ya, bisa-bisanya masih nyimpan foto mantan sementara dengan susah payah dan dengan cara curang Abang mendapatkan Dara, dengan menghancurkan harga diri Dara didepan orang-orang, mereka menganggap Dara murahan dan gak tahu adab. Apakah Abang merasakan betapa terhinanya Dara saat itu? Bahkan sampai sekarangpun, Dara merasa terhina!" Terang Dara disertai isak yang mulai terdengar.
"Tidak Dek, itu tidak seperti pikiran Adek. Abang bersumpah tidak ingat foto itu masih ada disana. Bahkan udah tiga tahun lamanya Abang tidak pernah melihat foto itu, hanya hari ini Abang melihat lagi foto ini. Percayalah Dek, Abang tidak bohong."
Sangkal Azlan sungguh-sungguh.
Azlan tidak menyangka itulah penyebab kemarahan Dara, dan Azlan tidak tahu kalau foto itu masih terselip disana.
"Alasan apapun, benar atau tidak. Mulai detik ini Dara minta lepasin Dara sekarang juga!" Dara semakin menjadi, bahunya kini berguncang, isak tangis yang dia tahan akhirnya tumpah. Azlan meraih Dara dengan cepat, dipeluknya Dara tanpa basa-basi, Azlan hanya melihat gadis dihadapannya butuh sandaran atas kesalah pahaman ini.
"Tenang Dek...., Abang benar-benar tulus cinta sama Adek. Abang minta maaf atas semua ini. Abang bersumpah tidak ingat jika foto itu masih terselip disana. Sungguh Dek!" Ucap Azlan sungguh-sungguh seraya mengusap-usap rambut Dara.
Dara masih terisak dipelukan Azlan, rasa kecewa yang sejak kemarin disimpan kini tumpah sudah. Saat menyadari dia menangis dipelukan Azlan, sontak Dara melepas pelukan itu dengan kasar.
"Ternyata Kak Meta mantan Abang yang masih ngejar-ngejar Abang itu, kenapa Abang gak jadian lagi aja sama dia. Toh dia masih mengharapkan Abang kan?" Ucap Dara disela isak yang masih tersisa.
"Abang sudah tidak ada cinta sama Meta, itu masa lalu Abang yang tak pernah Abang ingat lagi. Bahkan saat dia berusaha mengejar-ngejar Abang, justru Abang menghindar Dek. Tidak pernah Abang memberi kesempatan untuk dia kembali pada Abang. Sebab Abang sudah menemukan cinta sejati Abang." Ungkapnya sungguh-sungguh.
"Percayalah Dek sama Abang, jika Abang tahu foto itu masih ada dan nyelip disana dan membuat Adek cemburu, pasti dari dulu sudah Abang buang. Karena Abang tak pernah buka-buka selipan dompet itu satu persatu, maka Abang gak tahu foto itu masih ada." Ungkap Azlan lagi dengan nada penuh penyesalan.
__ADS_1
"Dara bukan cemburu atau cinta sama Abang, tapi Dara hanya kesal sama Abang." Jelas Dara yang sontak membuat Azlan terhenyak dengan pengakuan Dara.
"Lantas apa yang membuat Adek marah saat melihat foto itu?" Tanya Azlan penasaran sekaligus hatinya kecewa.
"Dara hanya kecewa sama Abang!" Ucapnya.
"Abang dengan seenaknya mendapatkan Dara dengan cara licik, sampai membuat Dara malu didepan orang-orang, harga diri Dara hancur oleh Abang, tapi dengan seenaknya Abang masih menyimpan foto mantan tanpa memikirkan perasaan Dara yang terlanjur Abang sakiti!" Ungkap Dara menggebu.
"Sudah Abang katakan, Abang tidak tahu foto itu masih ada disana. Tolong percaya Dek, sumpah demi Tuhan Abang tidak ingat!" Azlan memberi penjelasan dengan mengiba.
"Terlepas dari apapun alasan Abang, saat ini yang Dara minta hanya Abang melepaskan Dara.
" Pinta Dara keukeuh.
"Tidak Dek, Abang tidak mau. Abang mohon Dek jangan minta satu hal itu!" Mohon Azlan.
"Lihatlah, foto ini tidak ada gunanya lagi buat Abang bahkan masa lalu itu tidak pernah terlintas oleh Abang untuk mengingatnya kembali. Jadi tolong jangan minta Abang untuk melepaskan Adek." Mohon Azlan sekali lagi sambil meremas foto itu sampai hancur lalu dicampakkannya remukan foto itu kedalam tong sampah.
"Sudahlah, ini sudah bukan hubungannya lagi dengan foto itu, tapi Dara benar-benar memohon pada Abang untuk melepaskan Dara. Dara tidak akan bisa mencintai Abang!" Tegasnya namun kini nada bicaranya sedikit melemah. Mungkin Dara sudah lelah sejak tadi bicara keras dan menangis.
Azlan menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak setuju dengan ucapan Dara barusan. Dia sedih dan kini hatinya teriris dengan permintaan gadis yang sangat dicintainya itu. Matanya mulai berkaca-kaca. Ada apa dengan Azlan?
Tiba-tiba tubuh Azlan merosot, dia menunduk dihadapan Dara seraya meraih tangan Dara. Sontak Dara terkejut. Ingin dia tepis genggaman tangan itu namun begitu erat. Tubuh Dara ikut bergoyang saat Dara berusaha melepaskan tangan Azlan. Namun Azlan sekuat tenaga menggenggam erat jemari Dara. Perlahan wajah Azlan yang mulai diliputi kesedihan tengadah. Sontak Dara menatap wajah itu yang kini dipenuhi tatapan mata yang berkaca-kaca dipenuhi bulir bening yang masih tertahan disitu. Apa yang akan dilakukan Azlan?
Buat readers saya yang setia, mohon maaf keterlambatan up nya. Berhubung sy masih ada kesibukan lain yang berbarengan dijalani, jadi kadang tak bisa konsen untuk up. Mohon dimaafkan dan mohon tetap terus dukung karya sy. Jangan lupa ajak temannya untuk menyukai karya sy yg masih tahap belajar.
__ADS_1