Dijebak Nikah Paksa

Dijebak Nikah Paksa
Fitnah yang Terbongkar


__ADS_3

"Jangan senang dulu deh Kak, segitunya sampai senyum-senyum pengen jeblosin sesama teman ke dalam jebakkan Kakak." Ledek Dara balas tersenyum menantang.


"Elu pasti takutkan? Ngaku deh, laporan jika sudah sampai ke Manager kelar Lu disini!" ancam Meta merendahkan.


"Dari interaksi kalian berdua, aku sebagai Leader Dara merasa ada yang aneh. Jangan-jangan benar yang dikatakan Jabar bahwa kalian punya masalah pribadi yang sengaja dicampur adukkan dengan pekerjaan. Kalian tega ya kalau begini." ucap Kak Vita meradang.


"Bukan Dara Kak yang punya masalah pribadi, tapi kayaknya Kak Meta yang merasa punya masalah pribadi dengan Dara," sangkal Dara tak terima.


"Sudah deh, laporkan saja pada Supervisor kalau si Dara tidak mau mengaku. Jelas-jelas ada capnya Dara, masih mau nyangkal?"


"Laporkan saja, Dara tetap tidak mengakui itu perbuatan Dara disengaja atau tidak," bantah Dara keukeuh.


"Jangan keukeuh Dara, akui saja!"


"Baik, tapi sebelum dilaporkan dan kelar karir Kak Meta, ada baiknya Kak Meta lihat hasil rekaman ini!" Dara menghampiri Meta penuh percaya diri.


"Yang akan kelar karir itu kamu, Dara Virginia. Tukang kumpul kebo!" cetus Meta membuat semua orang melongo dan menatap ke arah Dara.


"Hadeuhhh... Kak Meta mau nyerang balik Dara dengan mempermalukan Dara didepan mereka semua dengan kebohongan Kak Meta?"


"Kebohongan apaan, memang benar kan Elu itu kumpul kebo dengan Teknisi pabrik sebelah? Tidak sangka dikerudung, tapi bawahan warung remang-remang!" hina Meta tidak segan-segan.


"Silahkan Kak Meta ngomong seenak jidat, bahkan omongan yang barusan tentang Dara kumpul kebo dengan Teknisi mesin sebelah benar-benar salah, bisa diadukan ke pihak berwajib tentang pasal pencemaran nama baik!" sangkal Dara menggebu-gebu.


"Pencemaran nama baik dari Hongkong? Memang betul kan kumpul kebo?" Meta makin diatas angin dengan tuduhannya.


"Mau bukti bahwa Dara bukan kumpul kebo? Sini dong mendekat!" tantang Dara. Sontak semua yang ada di meeting dadakan mendekat ke arah Dara, seraya melihat HP yang akan Dara tunjukan sebuah bukti bahwa Dara tidak kumpul kebo.

__ADS_1


Semua terbelalak melihat hasil rekaman dan foto buku nikah Dara dan Azlan Teknisi mesin sebelah.


"Hah... benar kamu sudah nikah Dar....?" Kak Vita ternganga.


"Kenapa kamu tidak bilang sama kami?" tanya Kak Santi.


Meta yang saat itu merasa di atas angin sontak wajahnya suram dan menunduk, seakan merasakan kecewa dengan apa yang dia lihat baru saja. Padahal Azlan merupakan cowok incarannya. Sementara Renopun sama, wajahnya suram. Dia merasa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk merebut Dara dari Azlan.


Rekaman itu masih berputar, semuapun melihatnya, aksi Meta ingin menghancurkan nama baik Dara di depan Teknisi dan para Leader, justru membuka fakta bahwa Dara kini sudah menikah secara sah.


"Aduhhh Dara, rupanya kamu sudah jadi seorang istri. Selamat ya!" ucap Kak Vita memberi selamat. Yang lainpun sama memberikan selamat pada Dara.


Meta terdiam sejenak mengatur nafas kaget.


"Gimana Kak Meta, masih belum puas untuk fitnah Dara?"


"Jangan senang dulu Dara, Elu bakal menyesal telah berurusan dengan Gue!" ancam Dara.


"Film apaan, jangan bercanda Lu!" sergah Meta berang. Sontak semua yang ada disana saling mendekat ke HP Dara yang telah memutar sebuah vidio.


"Maaf semuanya, bukti rekaman yang ini Dara rasa terlalu privasi buat Kak Meta, jadi kalian kayaknya tidak bisa melihatnya. Dara cuma tidak ingin Kak Meta merasa malu dan nanti malah nuding Dara pencemaran nama baik!" ucap Dara berbasa-basi sejenak.


Saat Dara akan memutar hasil rekaman tentang penemuannya di Johar Baru dan di parkiran rest area KM 14, tiba-tiba Meta menyambar HPnya Dara, dan tidak segan-segan mempertontonkan hasil rekaman tersebut pada semua yang ada di sana.


Semua tertuju pada HP Dara yang kini ada di tangan Meta.


"Lihatlah, rekaman ini cuma kebohongan besar si Dara." Meta mulai merasa sombong dan yakin rekaman vidio yang akan dipertontonkannya, cuma hal abal-abal yang dibuat Dara.

__ADS_1


Perlahan adegan demi adegan telah berputar sesuai durasinya dan pada rekaman kedua, nampak semuanya terhenyak dibaut kaget dan merasa tidak percaya.


"Yang benar nih... jadi maksud kamu ingin melaporkan Dara ke tingkat lebih tinggi itu karena ini? Untung Dara punya bukti rekaman ini. Kalau tidak, Dara habis digencet kamu dan disingkirkan dari sini. Kamu jahat ya Met... terlalu jahat!" Jabar merasa berang karena Meta mau memanfaatkan kedekatannya dengan Sang Manager yaitu Pak Erik untuk memfitnah Dara.


Seketika Meta serba salah dibuatnya dan sangat malu, rupanya rekaman yang disodorkan Dara adalah bukti dirinya sedang bersama Pak Erik.


"Itu tidak seperti yang kalian duga, kami bersama dalam satu mobil karena sengaja, Pak Erik sengaja membawa aku ke Bogor untuk bertemu keluarganya di sana sekalian meninjau proyeknya di sana." Sangkal Meta mendadak terlihat cemas.


"Tapi setelah Dara kroscek rupanya keluarga Pak Erik tidak ada yang ikut tuh Kak, jadi ini bukti apa dong?" Dara sedikit mengarang tentang kroscek keluarganya Pak Erik, padahal tidak sama sekali.


Sebetulnya dari lerung hatiny terdalam, Dara tidak ingin bukti rekaman ini sampai ke teman-teman pabriknya. Dara hanya ingin saat Meta tahu ada bukti dirinya bersama Pak Erik, bisa jadi gertakan supaya Meta mengakui kesalahannya. Dara menghela nafas Dalam penuh sesalan. Seketika Meta menunduk menenggelamkan rasa malu.


Dara segera merebut kembali HPnya dari Meta. Dan mengamankan kembali ke saku celananya.


"Ini sebuah bukti bahwa PCB terbakar itu bukan kesalahan Dara, aku yakin Meta punya dendam pribadi sama Dara. Tanpa dia bicara mengakuipun, sudah jelas ini perbuatan Meta. Lihat saja gelagatnya. Dia merasa punya kedekatan dengan Manager, jadi sengaja ingin melaporkan Dara ke Supervisor agar saat Dara masih menyangkal, laporannya bisa ditingkatkan ke Manager, sehingga bisa dengan mudah mendepak Dara." Jabar menarik kesimpulan dari hasil penglihatannya tadi. Dara setuju dengan kesimpulan Jabar.


"Yang kamu maksud dendam pribadi Meta ke Dara itu apa? Kamu jangan asal menuduh hanya karena bukti kedekatan Meta terbongkar," Kak Vita mencoba bijaksana.


"Meta menyukai suami Dara, bahkan sampai kini dia masih mengejarnya. Tapi Dara yang jadi sasaran kemarahannya, karena menganggap Dara telah merebut Azlan dari Meta," jelas Bang Jabar mewakili kata hatinya.


Semuanya terbelalak tak percaya dengan penjelasan Jabar.


Sedangkan Meta perlahan mendongakkan wajahnya dan menatap pada semua yang berada disitu.


"Terserah kalian mau dilaporkan atau tidak PCB terbakar ini, aku tidak peduli!" ucap Meta lantang.


"Kamu salah Meta, harusnya jangan pernah kamu campur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan!" sergah Kak Vita.

__ADS_1


Sementara itu, dengan cepat Meta meninggalkan kami yang masih terbengong ,


yang tanpa kata dia beranjak membawa kemarahan.


__ADS_2